email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Selasa, 13 Januari 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

KH Istamar Singosari Tak Bisa Melihat Namun Dapat Membaca Al Qur’an

by Syaiful Arif
25 Februari 2021

Javasatu,Malang- Pada tahun 1950 an, KH Istamar Hanafi mendirikan sebuah tempat pembelajaran Al Qur’an di Desa Langlang Kecamatan Singosari Kabupaten Malang, Jawa Timur.

KH Istamar Hanafi, Pendiri PTSQ. (Foto: Dok. PTSQ Langlang Singosari Kabupaten Malang)

Seorang cucunya bernama Ahmad Nahru Ulum (Gus Nahru) menceritakan, tempat pembelajaran itu sekarang bernama Pesantren Tahfidz Syafa’atul Qur’an (PTSQ).

“Kala itu beliau (KH Istamar, red) belum mengalami kebutaan (masih bisa melihat)” kata Gus Nahru, yang sekarang mengasuh PTSQ itu, Kamis (25/2/2021).

Awalnya PTSQ itu hanya berupa musala kecil di tengah pemukiman penduduk Desa Langlang Singosari. Pendirian musala bertujuan sebagai tempat mengaji dan menimbah ilmu agama Islam kala itu untuk masyarakat desa Langlang Singosari dan sekitar seperti Kepuh, Bunder, Bunut, Balong, Ngenep, dan Genitri.

Namun, keinginan tak sesuai kenyataan, tak banyak masyarakat desa yang mau melakukan kegiatan agama di tempat itu.

Hingga dengan sabar, ikhlas dan telaten KH Istamar setiap hari harus berjalan keliling kampung di Desa Langlang dan sekitarnya untuk memberikan pembelajaran membaca Al Qur’an (mengaji) dan Sholat lima waktu di rumah penduduk.

Dengan kegigihan KH Istamar, sedikit demi sedikit, masyarakat mau menunaikan sholat lima waktu dan mengaji di musala yang ia bangun.

BacaJuga :

Wali Kota Malang Optimistis K3 Perkantoran dan CSR Meningkat

SPPG Rampal Celaket Malang Gagas Wisata Dapur MBG untuk Siswa

KH Istamar Tak Bisa Melihat ‘Mengalami Kebutaan’

KH Istamar Hanafi (kiri), Nyai Siti R (kanan). (Foto: Dok. PTSQ Langlang Singosari Kabupaten Malang)

Gus Nahru mengatakan, memasuki awal tahun 1960 an, saat itu KH Istamar berusia 40 tahun. Suatu hari pada bulan Ramadhan masyarakat desa sedang melaksanakan sholat Tarawih berjamaah di musala (sekarang menjadi PTSQ, red), ditengah sholat Tarawih di desa setempat itu ada sekelompok masyarakat menggelar pertunjukan Tayub.

“Dianggap Mbah Istamar tayuban itu mengganggu orang-orang sholat tarawih, mbah mendatangi pertunjukkan untuk menyuruh berhenti, tapi salah satu orang yang berkuasa di tayub itu tidak terima. Saat itu Mbah Istamar belum hafal Al Qur’an” ungkap Gus Nahru.

Adanya kejadian itu, orang yang berkuasa tidak terima kepada KH Istamar, dikatakan Gus Nahru, setelah kejadian itu KH Istamar mengalami kebutaan atau matanya tidak bisa melihat.

“Tapi hanya Allah SWT yang memiliki kehendak semuanya. Bukan karena mereka yang membutakan mbah tap itu semua karena Allah” tegas Gus Nahru.

Perjalanan KH Istamar Hanafi Menghafal Al Qur’an

KH Asnawi Ishaq (kiri), KH Mufid Mas’ud (kanan). (Foto: Dok. PTSQ Langlang Singosari Kabupaten Malang)

Dalam kondisi mengalami kebutaan, dituturkan Gus Nahru, masih di bulan puasa Ramadhan, KH Istamar bertemu dengan KH. Mufid Mas’ud Krapyak Yogyakarta yang kebetulan memimpin sholat tarawih di salah satu masjid di Singosari setiap bulan Ramadhan.

“Saat itu mbah (KH Istamar, red) bercerita kepada KH Mufid usai mengalami kebutaan, mbah ngendikan saat tidur bermimpi diberi tombak dan Al Qur’an oleh Bung Karno. Terus KH Mufid ngendikan, berati sampeyan disuruh menghafakan Al Qur’an untuk meningkatkan derajat sampeyan” cerita Gus Nahru.

Usai bertemu KH Mufid, dalam kondisi tak bisa melihat berangkatlah KH Istamar bersama sang istri untuk memperdalam ilmu Al Qur’an ke Krapyak Yogyakarta.

Selama ditinggal ke Yogyakarta, PTSQ (dahulu masih berupa surau kecil pusat mengaji orang desa), diamanahkan kepada KH Asnawi Ishaq (ayah kandung Gus Nahru Ulum).

“Pada saat mbah (KH Istamar) menunjuk ayah saya (KH Asnawi) untuk memangku pesantren dulu seakan sudah diberikan petunjuk oleh Allah SWT. Ayah datang ke Singosari juga atas petunjuk mimpi. Ayah saya lulusan Kencong. Ayah tidak pernah menginjakkan kaki di Singosari, kala itu, KH Istamar sedang mencari orang alim untuk bisa mengasuh pesantren selama ditinggal beliau ke Yogyakarta. Singkat cerita bertemu lah dengan KH Asnawi” terang Gus Nahru.

KH Istamar dalam kondisi tidak bisa melihat, dengan sabar sang anaknya bernama ibu Nyai Sya’adah (ibu Gus Nahru) menuntun menghafal Al qur’an lafadz demi lafadz, hingga akhirnya dalam waktu 8 bulan KH Istamar berhasil menjadi seorang hafidz.

“Ibu sekarang masih ada, alhamdulillah” ucap Gus Nahru.

Setelah menghafal Al Qur’an di Yogyakarta, KH Istamar kembali lagi ke Singosari. Dan kepengurusan pesantren diserahkan kembali kepada KH Istamar.

“Ayah mboten wantun ngurusi pondok, nopo jare mbah mawon (Ayah tidak berani mengurusi pondok, diserahkan ke mbah kembali). Mbah bilang gak usah diberi pembelajaran atau ngaji kitab, karena menghafal Al Quran saja sudah berat. Dan ayah saya tidak lagi memanggil ayah mertua kepada KH Istamar, namun memanggil Kyai. Sebuah bentuk takdzim” ungkap Gus Nahru menirukan cerita kala itu.

Peralihan KH Asnawi Ishaq kepada Sang Putra ‘Gus Nahru’

KH Asnawi Ishaq. (Foto: Dok. PTSQ Langlang Singosari Kabupaten Malang)

Singkat cerita, tongkat kepemimpinan Pesantren Tahfidz Syafa’atul Qur’an (PTSQ) saat ini dipegang oleh cucu KH Istamar Hanafi, yang juga anak kandung KH Asnawi Ishaq yaitu Gus Nahru Ulum.

Gus Nahru, seorang hafidz yang juga lulusan dari Universitas Brawijaya (UB), kini, ia telah mengasuh pesantren tahfidz yang memiliki ratusan santri di Desa Langlang Singosari Kabupaten Malang.

Menurut Gus Nahru, menghafal Al Qur’an itu harus dari hati, artinya harus ada keterkaitan bathin dengan Al Qur’an.

“Menghafal Al Qur’an dengan cepat, maka akan cepat lupa juga. Seorang mau menghafal Al Qur’an jenjangnya berbeda beda, ada yang cepat ada yang sampai puluhan tahun” kata Gus Nahru, Kamis (25/2/2021).

Alumni PTSQ Langlang Singosari. (Foto: Dok. PTSQ Langlang Singosari Kabupaten Malang)

Diungkapkan Gus Nahru, untuk itu dalam rangka memperingati Haul Akbar KH Istamar Hanafi ke-34 ia berpesan bahwa, dalam menimbah ilmu agama Islam carilah sumber yang benar-benar kredibel dan bisa dipertanggung jawabkan, terutama dalam menghafal Al Qur’an.

“Dalam mencari ilmu yang dilihat pertama adalah Guru. Carilah guru yang sanadnya Rasulullah, guru amaliyah tidak jauh dari Al Qur’an, guru yang ikhlas, ahli riyadho, doa nya itu yang penting, karena gurunya itu yang penting bukan lafadznya. Ruhnya itu yang paling penting, itu ilmu sejati. Kalau lafadznya itu ilmu pengetahuan sepeti kuliah. Barokahnya seorang kyai itu kuncinya” pungkas Gus Nahru.

Sebagai tambahan informasi, Haul Akbar KH Istamar Hanafi ke-34 dan Reuni Alumni Santri Ponpes Syafa’atul Qur’an Langlang Singosari Kabupaten Malang akan dilaksanakan pada 27 Februari 2021. Acara digelar mulai pukul 05.00 Wib. (Saf)

Bagikan ini:

  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Haul KH IstamarHuman InterestKH Asnawi IshaqKH Istamar HanafiKH Mufid Mas'udPesantren Krapyak YogyakartaPesantren Tahfidz Syafa'atul Qur'anPonpes SingosariPTSQ Langlang Singosari

Comments 1

  1. Ping-balik: Haul Ke-34 KH Istamar Singosari Malang dan Reuni Santri - Harmony Society - Javasatu

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Target 500 Sekolah hingga 2029

Wali Kota Malang Optimistis K3 Perkantoran dan CSR Meningkat

SPPG Rampal Celaket Malang Gagas Wisata Dapur MBG untuk Siswa

SPPG Rampal Celaket Malang Wacanakan MBG Prasmanan, Pertama di Indonesia

Eksplor Jogja, Murid SMP YPI Darussalam 1 Cerme Study Tour Sambil Belajar Vlog Digital

Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Analis Nilai Langkah Nyata Pendidikan Berkeadilan

Operasi Senyap TNI Selamatkan 18 Pekerja Freeport dari Ancaman OPM di Papua

Wabup Gresik Minta Guru Ubah Cara Mengajar Matematika Agar Tak Menakutkan

AKBP Ramadhan Nasution Resmi Jabat Kapolres Gresik, Gantikan AKBP Rovan Richard Mahenu

AKBP Muhammad Taat Resdi Resmi Jabat Kapolres Malang, Gantikan AKBP Danang Setiyo

Prev Next

POPULER HARI INI

Jumlah Desa Mandiri di Blora Naik Dua Kali Lipat dalam Setahun

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Puisi Esai Denny JA ‘Rahasia yang Dibawa Mati’

Operasi Senyap TNI Selamatkan 18 Pekerja Freeport dari Ancaman OPM di Papua

AKBP Ramadhan Nasution Resmi Jabat Kapolres Gresik, Gantikan AKBP Rovan Richard Mahenu

BERITA LAINNYA

Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Target 500 Sekolah hingga 2029

Eksplor Jogja, Murid SMP YPI Darussalam 1 Cerme Study Tour Sambil Belajar Vlog Digital

Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Analis Nilai Langkah Nyata Pendidikan Berkeadilan

Operasi Senyap TNI Selamatkan 18 Pekerja Freeport dari Ancaman OPM di Papua

Jumlah Desa Mandiri di Blora Naik Dua Kali Lipat dalam Setahun

TNI dan Warga Gotong Royong Pulihkan Polindes Pascabencana di Aceh Tengah

OPINI: KIP Inovatif, Pendidikan Cerdas untuk yang Salah Sasaran

PWI Jatim Siapkan Lomba Karya Jurnalistik di HPN 2026, Hadiah Piala Prapanca

Atlet Taekwondo Emas SEA Games 2025, Alfi Kusuma Naik Pangkat Jadi Letnan Satu

Ifan Seventeen Rilis “Jangan Paksa Rindu (Beda)”, Kisah Cinta yang Tak Lagi Sama

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Puisi Esai Denny JA ‘Rahasia yang Dibawa Mati’

Konflik Dualisme Yayasan, 1.600 Siswa STM Turen Malang Terpaksa Libur Sekolah

Dualisme Yayasan STM Turen Memanas, Ribuan Siswa Terancam Kehilangan Hak Belajar

Jumlah Desa Mandiri di Blora Naik Dua Kali Lipat dalam Setahun

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved