email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Senin, 8 Juni 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Pesan Ketua Dewan Pers M. Nuh Kepada Jurnalis di Era COVID-19

by Bagus Ary Wicaksono
8 Juli 2021

JAVASATU-JAKARTA- Ketua Dewan Pers, Muhammad Nuh D.E.A mencatat ada tiga hal yang harus dilakukan para jurnalis di Indonesia saat era pandemi COVID-19.

Ketua Dewan Pers, Muhammad Nuh D.E.A.

Pertama, jurnalis melakukan protokol kesehatan jangan sampai berhenti, genjot terus. Kedua bangkitkan empati publik, naikkan derajat dari simpati ke empati. Berikan dukungan secara psikologis.

“Dan yang ketiga, sama-sama kita ketahui, dampak dari ini luar biasa. Saya coba hitung, per 2 Juli 2021, atau tiga empat hari lalu. Berapa yatim baru akibat dari COVID-19 ini, ada gelombang ada anak Yatim baru. Para jurnalis harus bangkitkan partisipasi publik” jelas M.Nuh saat memberikan arahan pembekalan peserta Fellowship Jurnalis Perubahan Perilaku (FJPP) dalam meliput PPKM Darurat bersama Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid 19 Nasional Letjen TNI Ganip Warsito, SE., MM secara daring, Kamis (8/7/2021).

M. Nuh meminta para jurnalis harus tetap mensosialisasikan penerapan dan aturan PPKM Darurat.

“Media tetap melakukan sosialisasi PPKM darurat ini, dalam hal ini tekankan pentingnya tetap di rumah saja,” tegas Muhammad Nuh dikuatkan Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid 19 Nasional Letjen TNI Ganip Warsito.

Menurut Muhammad Nuh, bahwa urusan COVID-19 ini lintas sektor. Karena lintas dimensi, sehingga ketika ada case, maka penyelesaiannya mono dimensi maka tak akan bisa terselesaikan. Tools alat menyelesaikan harus sesuai dengan persoalan yang kita hadapi.

“Pemerintah terbatas sumber dayanya, kawan jurnalis terbatas sumber dayanya, masyarakat terbatas juga sumber dayanya. Padahal persoalannya kompleks. Persoalan itu derajatnya kompleks, tools-nya sederhana maka tak akan sampai,” pesan Nuh.

Menurutnya, harus menggabungkan resources atau seluruh sumber daya itu untuk melawan COVID-19. Ia menyebutkan respons publik pada awal COVID-19 dan saat ini sudah sangat berbeda. Awal dulu, dukungan dari masyarakat sangat banyak, namun sekarang relatif sepi. Faktornya kelelahan atau approach yang berbeda.

BacaJuga :

Taekwondo Indonesia Raih 4 Medali di British Open 2026 Manchester Inggris

Analis Nilai Sinergi Presiden dan Kapolri Perkuat Stabilitas Nasional di Tengah Ancaman Global

Nuh memakai pendekatan simple, ada 49 ribu yatim baru di Indonesia. Sehingga wartawan harus kerahkan secara all out, dari hulu dan hilir, semuanya harus tertangani dengan baik. Contoh ada saudara kita gaji Rp 4 juta – Rp 5 juta, tak sempat nabung operasional habis untuk rumah tangga. Ketika sang ayah kena COVID-19 kemudian meninggal dunia, maka rumah tangganya akan colaps.

“Ini yang harus juga kita tangani, dari hulu dan hilir. Ini andil teman-teman media untuk membangkitkan optimisme. Bangkitakan optimistis kita, jangan sampai pesimisme,” katanya.

Jangan sampai kita terjebak dalam kelelahan. Jika terjebak dalam ini, maka Nakes, rumah sakit, masyarakat akan lelah. Harus ada terobosan baru, jangan terjebak lelah fisik, psikis dan sosial. Karena nanti munculnya adalah give up atau menyerah.

“Jangan sampai lelah dan menyerah, ayo kita bangkitkan optimisme, jangan ada saling menyalahkan. Nanti energinya habis untuk saling menyalahkan. Bangun unity atau kebersamaan, yang berat akan bisa terpecahkan dengan baik,” ujarnya.

Baca Juga:
  • Kena Ciduk Polisi Pelaku Penyebar Video Hoax Pasar Gondanglegi – kliktimes.com
  • Percepatan Vaksinasi Kota Malang, 89 Ribu Dosis Vaksin Ditargetkan Habis 11 Juli 2021 – Nusadaily.com
  • Polres Batu Tutup Akses Mobilitas Kota Batu, Ribuan Kendaraan Dipaksa Putar Balik – Tugujatim.id
  • Diaspora Diduga Tipu Ratusan WNI, Kerugian Mencapai Ratusan Miliar – Javasatu.com

Belajar dari falsafah Jawa, kata Nuh. Di rumah orang Jawa zaman dulu ada paidon, tempat ludah dari tembaga. Tembaga adalah material yang bagus. Meskipun bagus tapi pemakaiannya untuk ludah. Nah, harus ada kelompok tertentu yang menampung ludahan itu. Maka tidak meludah sembarangan, tapi meludahnya di paidon tembaga tadi. Sehingga bisa dilokalisir di tempat tadi.

“Dalam dimensi bangsa ini, harus ada sekelompok orang dan masyarakat yang menampung umpatan, cacian, kemarahan. Tampung di sini, agar marahnya tak kemana-mana. Siapkan di interaksi sosial kita, forum untuk menuangkan keluh kesah, ketidaknyamanan agar beban psikis ter-realease, lepas,” paparnya.

Media bisa jadi partner diskusi soal itu. Maka Nuh memberikan apresiasi luar biasa terkait perjuangan melawan COVID-19 ini. Nuh mengajak doa bersama agar pandemi ini segera berakhir. (Cak)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Dewan PersJurnalisKetua Dewan PersM NuhMediaWartawan

Comments 3

  1. Ping-balik: Sosok Yunanto di Mata Wartawan, Humanis, Santun dan Rendah Hati - Javasatu
  2. Ping-balik: PPKM Darurat, Pegawai Mal di Malang Terancam Potong Gaji hingga PHK - Tugujatim.id
  3. Ping-balik: Gempa Guncang California Utara - KlikTimes

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Titans Tennis Tournament, Bukan Sekadar Adu Skill tapi Tempa Mental Juara

Atasi Krisis Karbon Tanah, Syngenta dan TerraBaru Olah Limbah Jagung Jadi Biochar

100 Hari Wafat, Keteladanan Hj Margaret Masih Hidup di Fatayat NU

Di Tengah Suspend 7 Dapur MBG, SPPG Tlogowaru Malang Justru Jadi Percontohan

BMT Mandiri Sejahtera Jatim dan NH Bangun Rumah Layak Huni untuk Warga Gresik

Fun Run Rektor Cup UMM 2026, Libatkan Ribuan Massa di Helipad Kampus

Pengamat: Tuduhan ke Yasonna Laoly Tak Sesuai Fakta dan Data

Diduga Tipu Sejumlah Pemasok, Perempuan di Singosari Malang Diamankan Polisi

Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan Saat Liburan Bersama Keluarga

Pendaki Semeru Jatuh ke Jurang 800 Meter di Jalur Ilegal Purbakala Berhasil Dievakuasi

Prev Next

POPULER HARI INI

Titans Tennis Tournament, Bukan Sekadar Adu Skill tapi Tempa Mental Juara

Pengamat: Tuduhan ke Yasonna Laoly Tak Sesuai Fakta dan Data

Di Tengah Suspend 7 Dapur MBG, SPPG Tlogowaru Malang Justru Jadi Percontohan

100 Hari Wafat, Keteladanan Hj Margaret Masih Hidup di Fatayat NU

Atasi Krisis Karbon Tanah, Syngenta dan TerraBaru Olah Limbah Jagung Jadi Biochar

BERITA LAINNYA

Titans Tennis Tournament, Bukan Sekadar Adu Skill tapi Tempa Mental Juara

Atasi Krisis Karbon Tanah, Syngenta dan TerraBaru Olah Limbah Jagung Jadi Biochar

100 Hari Wafat, Keteladanan Hj Margaret Masih Hidup di Fatayat NU

Di Tengah Suspend 7 Dapur MBG, SPPG Tlogowaru Malang Justru Jadi Percontohan

BMT Mandiri Sejahtera Jatim dan NH Bangun Rumah Layak Huni untuk Warga Gresik

Fun Run Rektor Cup UMM 2026, Libatkan Ribuan Massa di Helipad Kampus

Pengamat: Tuduhan ke Yasonna Laoly Tak Sesuai Fakta dan Data

Diduga Tipu Sejumlah Pemasok, Perempuan di Singosari Malang Diamankan Polisi

Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan Saat Liburan Bersama Keluarga

Pendaki Semeru Jatuh ke Jurang 800 Meter di Jalur Ilegal Purbakala Berhasil Dievakuasi

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Bangunan Tutup Sungai Kadalpang Disetop Pemkot Malang

Pembangunan Jembatan Aramco Blora Masuk Tahap Akhir

Titans Tennis Tournament, Bukan Sekadar Adu Skill tapi Tempa Mental Juara

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Kasus Eks Kepala BGN Menjalar, DPRD Kabupaten Malang Soroti Potensi Jual Beli Titik SPPG

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved