JAVASATU.COM- Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Letjen TNI Richard Tampubolon, resmi melantik jajaran Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia Maluku Utara masa bakti 2026-2030. Pelantikan yang digelar di Gamalama Ballroom Bela Hotel Ternate, Kamis (28/5/2026), menjadi momentum kebangkitan olahraga taekwondo di Maluku Utara sekaligus langkah awal mencetak atlet berprestasi hingga level internasional.

Berdasarkan Surat Keputusan PBTI Nomor 14/PBTI/2026, kepengurusan baru dipimpin Asadul Usud Boyratan sebagai Ketua Umum dan Handoko sebagai Sekretaris Umum Pengprov Taekwondo Indonesia Maluku Utara.
Ketua Umum PBTI Letjen TNI Richard Tampubolon mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan jajaran Forkopimda yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam memajukan olahraga di daerah.
“Dukungan penuh dari pemerintah daerah menjadi variabel paling penting dalam pembinaan olahraga. Saya melihat peluang taekwondo di Maluku Utara sangat besar karena ada kepedulian luar biasa dari Ibu Gubernur, Pak Wakil Gubernur, Pangdam, Kapolda, dan seluruh Forkopimda,” ujar Richard Tampubolon.
Pelantikan tersebut juga dirangkaikan dengan penyematan sabuk hitam kehormatan kepada Gubernur Maluku Utara sebelum pembukaan Kejuaraan Gubernur Cup North Moluccas. Kegiatan itu menjadi simbol kuat dukungan pemerintah daerah terhadap perkembangan olahraga bela diri di wilayah tersebut.
Richard mengaku optimistis kepengurusan baru mampu membawa Taekwondo Maluku Utara menjadi organisasi yang lebih maju dan berprestasi. Menurutnya, susunan pengurus yang baru memiliki semangat, visi, dan komitmen besar untuk mengangkat nama Maluku Utara di tingkat nasional maupun internasional.
“Saya melihat aura optimisme yang besar dari pengurus yang baru dilantik. Ini menjadi modal penting untuk membangun organisasi yang solid dan melahirkan atlet-atlet berprestasi,” katanya.
Meski demikian, Richard menegaskan bahwa tujuan utama taekwondo bukan semata mengejar medali. Olahraga bela diri asal Korea Selatan tersebut juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda.
“Nilai utama taekwondo adalah membangun sikap saling menghormati, disiplin, semangat juang, dan kebersamaan. Saya berharap Taekwondo Maluku Utara menjadi organisasi yang bersatu, solid, dan mampu mencetak prestasi,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Richard juga menyampaikan kabar menggembirakan bagi dunia taekwondo nasional. Indonesia berhasil meloloskan tiga atlet taekwondo ke Asian Games, jumlah terbanyak sepanjang sejarah partisipasi Indonesia dalam cabang olahraga tersebut.
“Dengan segala kerja keras dan keterbatasan yang ada, Indonesia berhasil mencetak rekor dengan meloloskan tiga atlet taekwondo ke Asian Games. Kami berharap capaian ini menjadi jembatan menuju Olimpiade di masa mendatang,” ungkapnya.
Ketum PBTI menekankan pentingnya pembinaan atlet secara berjenjang mulai dari kelompok usia pre-cadet, cadet, hingga junior. Menurutnya, sistem pembinaan yang baik akan menjadi fondasi lahirnya atlet-atlet potensial yang mampu bersaing di tingkat dunia.
“Saya berharap ada atlet asli Maluku Utara yang nantinya bisa tampil dan berprestasi di level internasional. Bangun organisasi yang sehat, solid, dan segera susun program kerja terbaik. Pengurus Pusat siap memberikan dukungan penuh,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengprov Taekwondo Indonesia Maluku Utara, Asadul Usud Boyratan, berkomitmen menjalankan amanah organisasi dengan fokus pada penguatan pembinaan atlet dan pengembangan prestasi taekwondo di seluruh wilayah Maluku Utara.
Pelantikan tersebut dihadiri Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, Wakil Gubernur sekaligus Ketua Umum KONI Maluku Utara Sarbin Sehe, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, Kapolda Maluku Utara Brigjen Pol Arif Budiman, Danrem 152/Babullah Brigjen TNI Enoh Solehudin, serta Master Taekwondo Kukkiwon asal Korea Selatan, Mr. Kwak Youngmin.
Kehadiran tokoh-tokoh daerah dan perwakilan organisasi taekwondo internasional itu menjadi sinyal kuat dukungan terhadap pengembangan prestasi taekwondo Maluku Utara menuju level nasional dan internasional. (arf)