JAVASATU.COM- Menjelang berakhirnya tahun pelajaran 2025–2026, Yayasan Pondok Pesantren (YPP) Al-Karimi Tebuwung, Dukun, Gresik menggelar ziarah masyayikh, doa bersama, dan istighosah. Kegiatan ini melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari kepala sekolah, guru, hingga pengurus yayasan sebagai bentuk evaluasi dan ikhtiar spiritual.

Ketua YPP Al-Karimi, KH Murtadlo Abdullah, mengatakan kegiatan ini menjadi momentum muhasabah sekaligus memperkuat kebersamaan dalam membangun lembaga pendidikan.
“Kegiatan ini adalah bentuk ikhtiar bersama untuk evaluasi serta memohon doa agar diberikan kekuatan dan semangat dalam pengabdian serta perbaikan lembaga,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah ke makam pendiri Ponpes Al-Karimi, KH Abdul Karim, di Tebuwung. Selanjutnya rombongan melanjutkan perjalanan ke makam Sunan Sendang di Paciran, Lamongan, serta makam KH Musthofa, pendiri Ponpes Tarbiyatut Tholabah Kranji.
Ziarah ditutup di kawasan makam Sunan Drajat yang menjadi puncak kegiatan, dilanjutkan dengan istighosah di Astana Kasepuhan Sunan Drajat sebagai bentuk munajat bersama.
KH Murtadlo menegaskan, kegiatan ini tidak hanya menjadi tradisi, tetapi juga sarana menyatukan niat dan langkah seluruh elemen yayasan.
“Melalui istighosah dan wasilah kepada para masyayikh, kami berharap seluruh program di akhir tahun ajaran ini dapat terselesaikan dengan baik dan diberi kemudahan oleh Allah SWT,” tambahnya.
Sementara itu, Pengasuh Ponpes Al-Karimi, KH Abdul Muhshi, mengajak seluruh stakeholder untuk meningkatkan semangat menghadapi tahun ajaran baru 2026–2027 dengan memaksimalkan potensi sumber daya yang ada.
“Kita harus kompak dan memaksimalkan potensi yang dimiliki, termasuk dalam pengembangan unit pendidikan dan rekrutmen siswa,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara usaha dan doa dalam mencapai kemajuan lembaga.
“Ini butuh kerja sama dan ikhtiar, baik secara lahir maupun batin melalui doa dan munajat,” ungkapnya.
Kegiatan ditutup dengan ramah tamah bersama dzuriyah Sunan Drajat serta doa bersama yang dipimpin Raden Zainul Azis. (hoo/nuh)