email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Rabu, 7 Januari 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Mata Pelajaran PMP dan Kuliah Pancasila Kembali Wajib di Era Jokowi

by Redaksi Javasatu
24 Oktober 2019

JAVASATU.COM- Mata Pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) dan mata kuliah Pancasila kembali diwajibkan di sekolah dan perguruan tinggi di era Presiden Joko Widodo. Kebijakan ini diharapkan menjadi benteng bagi generasi muda dalam mencegah masuknya paham komunis, Khilafah, dan liberal kapitalis.

Profesor Dr. H. Suko Wiyono, SH. MH, Rektor Universitas Wisnuwardhana Malang. (Foto: Javasatu.com)

Rektor Universitas Wisnuwardhana Malang, Prof. Dr. H. Suko Wiyono, SH MH, menyatakan pemberlakuan kembali PMP dan mata kuliah Pancasila penting untuk menanamkan nilai-nilai moral dan kewarganegaraan yang baik. Menurutnya, selama era reformasi, penghilangan mata kuliah dan PMP membuat masyarakat jauh meninggalkan nilai Pancasila, yang berimbas pada meningkatnya konflik antar suku dan agama.

“Kerusuhan sosial saat ini menunjukkan warga negara telah jauh meninggalkan nilai-nilai Pancasila. Dengan kembali diajarkannya PMP dan kuliah Pancasila, kita berharap persoalan kompleks bisa diminimalkan,” ujarnya, Kamis (24/10/2019).

Pemberlakuan ini didukung Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) serta diperkuat oleh Menteri Pendidikan, agar kurikulum Pancasila wajib diterapkan di seluruh lembaga pendidikan. Prof. Suko juga menekankan perlunya integrasi nilai Pancasila dari tingkat TK hingga perguruan tinggi agar generasi muda memiliki pemahaman moral dan sosial yang kuat.

Dwi Soetjipto, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Malang, menambahkan, pengajaran PMP akan membantu meredam konflik berbasis Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (SARA).

Ia menilai program Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) yang kembali digalakkan di sekolah akan merekatkan persatuan bangsa.

“Pancasila diajarkan mulai TK sampai perguruan tinggi sangat penting, agar anak-anak paham toleransi dan tidak saling membully,” kata Dwi.

BacaJuga :

718 Mahasiswa KKN-BBK UNAIR Diterjunkan di Gresik, Usung Program SDGs

Diskopindag Kota Malang Fasilitasi Sertifikasi ISO Pabrik Rokok

Kebijakan ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam menyiapkan generasi yang berkarakter, berintegritas, dan mampu menghadapi tantangan sosial-politik di era modern. (yon/jos)

Bagikan ini:

  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: Mata PelajaranPancasilaPMPUniversitas Wisnuwardhana Malangvideo

BERITA TERBARU

Jagung Jadi Andalan Gresik Utara, Panceng Disiapkan Jadi Lumbung Pangan

Sidang Gugatan Wanprestasi Developer Perumahan di Kediri, Kuasa Hukum Tegaskan Tidak Cari Untung

Dualisme Yayasan STM Turen Memanas, Ribuan Siswa Terancam Kehilangan Hak Belajar

Babinsa di Blora Latih PBB Siswa SDN 5 Jepon, Tanamkan Disiplin Sejak Dini

718 Mahasiswa KKN-BBK UNAIR Diterjunkan di Gresik, Usung Program SDGs

Diskopindag Kota Malang Fasilitasi Sertifikasi ISO Pabrik Rokok

Tower Telekomunikasi Tak Berizin di Parengan Tuban Disegel Satpol PP

Bupati Pasuruan Temui Pedagang Eks Pasar Gondanglegi, Ini Responsnya

Pemkab Bojonegoro Tata Ulang Kota, Ini Rencana Besarnya

Wabup Malang Jemput Bola ke Bappenas, Amankan Program Strategis 2026

Prev Next

POPULER HARI INI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

18 Januari 2026 Legenda Sepak Bola Indonesia akan “Bentrok” di Malang

Diskopindag Kota Malang Fasilitasi Sertifikasi ISO Pabrik Rokok

Puisi Esai Denny JA ‘Rahasia yang Dibawa Mati’

Musisi Asal Gunung Kawi Matoha Mino Luruskan Stigma Mistis Lewat Lagu “Gunung Kawi”

BERITA LAINNYA

Sidang Gugatan Wanprestasi Developer Perumahan di Kediri, Kuasa Hukum Tegaskan Tidak Cari Untung

Babinsa di Blora Latih PBB Siswa SDN 5 Jepon, Tanamkan Disiplin Sejak Dini

Tower Telekomunikasi Tak Berizin di Parengan Tuban Disegel Satpol PP

Bupati Pasuruan Temui Pedagang Eks Pasar Gondanglegi, Ini Responsnya

Dandim 0721/Blora Lepas 34 Prajurit Purna Tugas

Apresiasi Tokoh Lintas Agama Warnai Sukses Operasi Lilin Candi 2025 di Jateng

Musisi Asal Gunung Kawi Matoha Mino Luruskan Stigma Mistis Lewat Lagu “Gunung Kawi”

Single Debut Thalia Gunawan “Kamu yang di Bangku Depan” Rilis, Cerita Cinta Remaja di Kelas

Pemkab Kediri Alokasikan Rp58,5 Miliar Lanjutkan Pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati

Petani Lereng Gunung Sindoro Kompak Jaga Hutan Lewat Syukuran Panen

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Puisi Esai Denny JA ‘Rahasia yang Dibawa Mati’

Viral Truk Tabrak Pagar SMK Turen Malang, YPTT Berikan Klarifikasi

Mayat Pria Mengapung di Sungai Molek Malang Teridentifikasi

Strategi Disdik Jatim di 2026: Jamin Anggaran Pendidikan 20% Tetap Jadi Prioritas Utama

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

%d