email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Senin, 12 Januari 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Analis Nilai Langkah Nyata Pendidikan Berkeadilan

by Redaksi Javasatu
12 Januari 2026

JAVASATU.COM- Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di seluruh Indonesia. Peresmian dipusatkan di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).

Presiden RI, Prabowo Subianto saat memberikan tanda tangan kepada murid-murid sekolah rakyat dalam acara Peresmian 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi yang berlangsung di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin (12/1/2026). (Foto: Istimewa)

Program Sekolah Rakyat menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif, merata, dan berkeadilan, khususnya bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.

Analis kebijakan publik dan politik nasional, Nasky Putra Tandjung, menilai peluncuran Sekolah Rakyat (SR) merupakan langkah strategis pemerintahan Presiden Prabowo dalam mencetak generasi unggul yang berkarakter, berbudi luhur, dan cinta tanah air demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Kehadiran Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi adalah bentuk komitmen nyata Presiden Prabowo dalam memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia. Anak bangsa, khususnya dari keluarga miskin ekstrem, kini memiliki peluang yang sama untuk memperoleh pendidikan bermutu, berkualitas, dan layak,” ujar Nasky dalam keterangan tertulisnya, Senin (12/1/2026).

Menurut Nasky yang akrab disapa NPT, Sekolah Rakyat merupakan wujud keadilan sosial yang nyata. Program ini bertujuan memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui akses pendidikan berkualitas di seluruh pelosok Indonesia.

“Ini adalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Program ini sangat baik dan harus terus dilanjutkan, siapapun pemimpinnya,” katanya.

Ia menegaskan, keberadaan Sekolah Rakyat merupakan perwujudan visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam menghadirkan pemerataan akses pendidikan dan keadilan sosial.

BacaJuga :

Eksplor Jogja, Siswa SMP YPI Darussalam 1 Cerme Study Tour Sambil Belajar Vlog Digital

Wabup Gresik Minta Guru Ubah Cara Mengajar Matematika Agar Tak Menakutkan

“Sekolah Rakyat ini adalah mimpi besar Presiden Prabowo. Tujuannya membentuk karakter anak, mengasah kecerdasan, dan membuka masa depan yang lebih baik,” ucapnya.

Nasky juga menilai program tersebut sebagai bukti keseriusan pemerintah dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, Sekolah Rakyat membuka akses pendidikan formal dan nonformal bagi anak-anak dari wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Kami mengapresiasi kerja nyata Presiden Prabowo dalam menjalankan visi Asta Cita, mengentaskan kemiskinan, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat menuju Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaulat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran Sekolah Rakyat menjadi harapan baru sekaligus jalan keluar bagi anak-anak bangsa untuk meraih cita-cita dan masa depan yang lebih baik.

Lebih lanjut, alumnus INDEF School of Political Economy Jakarta itu menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 31, yang menyatakan setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan dan pemerintah wajib membiayainya.

“Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi Presiden Prabowo merupakan langkah tepat, berkeadilan, dan mampu meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan, khususnya bagi keluarga miskin ekstrem, terutama di daerah terpencil,” tegasnya.

Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil, Nasky menyatakan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program Sekolah Rakyat.

Founder Nasky Milenial Center itu menilai, program ini merupakan strategi konkret dan alternatif pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem sekaligus membangun generasi anak bangsa yang sehat, cerdas, dan berakhlak.

“Ini menunjukkan negara hadir secara nyata di tengah masyarakat. Kehadiran Sekolah Rakyat sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh rakyat Indonesia,” katanya.

Meski demikian, Nasky mengingatkan adanya tantangan dalam pelaksanaan program tersebut, khususnya terkait penentuan sasaran penerima manfaat.

“Tantangannya adalah memastikan peserta didik benar-benar berasal dari keluarga miskin ekstrem yang berhak,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kesiapan tenaga pendidik yang akan ditempatkan di Sekolah Rakyat, mengingat latar belakang sosial dan psikologis peserta didik yang beragam.

“Guru dan pengelola harus memahami dinamika psikologi anak, berpengalaman mendampingi anak-anak marjinal, serta mampu merancang pembelajaran yang relevan karena ini berbasis asrama,” pungkasnya. (arf)

Bagikan ini:

  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: PendidikaPrabowo SubiantoPresiden IndonesiaPresiden RISekolah Rakyat

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

SPPG Rampal Celaket Malang Gagas Wisata Dapur MBG untuk Siswa

SPPG Rampal Celaket Malang Wacanakan MBG Prasmanan, Pertama di Indonesia

Eksplor Jogja, Siswa SMP YPI Darussalam 1 Cerme Study Tour Sambil Belajar Vlog Digital

Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Analis Nilai Langkah Nyata Pendidikan Berkeadilan

Operasi Senyap TNI Selamatkan 18 Pekerja Freeport dari Ancaman OPM di Papua

Wabup Gresik Minta Guru Ubah Cara Mengajar Matematika Agar Tak Menakutkan

AKBP Ramadhan Nasution Resmi Jabat Kapolres Gresik, Gantikan AKBP Rovan Richard Mahenu

AKBP Muhammad Taat Resdi Resmi Jabat Kapolres Malang, Gantikan AKBP Danang Setiyo

KKN Tematik Unira Malang Live-In di 15 Desa Wisata, Fokus Penguatan Ekosistem Berkelanjutan

Jumlah Desa Mandiri di Blora Naik Dua Kali Lipat dalam Setahun

Prev Next

POPULER HARI INI

Jumlah Desa Mandiri di Blora Naik Dua Kali Lipat dalam Setahun

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Puisi Esai Denny JA ‘Rahasia yang Dibawa Mati’

KKN Tematik Unira Malang Live-In di 15 Desa Wisata, Fokus Penguatan Ekosistem Berkelanjutan

Operasi Senyap TNI Selamatkan 18 Pekerja Freeport dari Ancaman OPM di Papua

BERITA LAINNYA

Eksplor Jogja, Siswa SMP YPI Darussalam 1 Cerme Study Tour Sambil Belajar Vlog Digital

Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Analis Nilai Langkah Nyata Pendidikan Berkeadilan

Operasi Senyap TNI Selamatkan 18 Pekerja Freeport dari Ancaman OPM di Papua

Jumlah Desa Mandiri di Blora Naik Dua Kali Lipat dalam Setahun

TNI dan Warga Gotong Royong Pulihkan Polindes Pascabencana di Aceh Tengah

OPINI: KIP Inovatif, Pendidikan Cerdas untuk yang Salah Sasaran

PWI Jatim Siapkan Lomba Karya Jurnalistik di HPN 2026, Hadiah Piala Prapanca

Atlet Taekwondo Emas SEA Games 2025, Alfi Kusuma Naik Pangkat Jadi Letnan Satu

Ifan Seventeen Rilis “Jangan Paksa Rindu (Beda)”, Kisah Cinta yang Tak Lagi Sama

Second Semester Rilis Single “:)”, Curhat Emosional tentang Dighosting

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Puisi Esai Denny JA ‘Rahasia yang Dibawa Mati’

Konflik Dualisme Yayasan, 1.600 Siswa STM Turen Malang Terpaksa Libur Sekolah

Dualisme Yayasan STM Turen Memanas, Ribuan Siswa Terancam Kehilangan Hak Belajar

Jumlah Desa Mandiri di Blora Naik Dua Kali Lipat dalam Setahun

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

%d