JAVASATU.COM- Ketua Pimpinan Pusat (PP) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), Prof. Dr. KH Asep Syaifuddin Chalim, mengukuhkan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pergunu Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik. Dalam kesempatan itu, para guru Nahdlatul Ulama (NU) diminta terus meningkatkan kompetensi agar mampu menjawab tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.

“Peran guru NU sangat vital dan penting. Guru harus menjaga integritas, meningkatkan kompetensi, serta jangan sampai terlibat dalam hal-hal negatif yang dapat merusak kepercayaan masyarakat,” tegas Prof. KH Asep Syaifuddin Chalim.
Dalam pidatonya, Prof. KH Asep juga mengulas sejarah lahirnya Nahdlatul Ulama beserta peran para ulama pendiri organisasi. Ia menekankan bahwa guru memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter generasi muda sehingga profesionalisme dan akhlak harus berjalan beriringan.
“Pergunu Panceng diharapkan mampu melahirkan guru-guru NU yang semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Gresik,” ujarnya.
Pelantikan yang dirangkai dengan rapat kerja (Raker) dan peringatan Muharram 1448 Hijriah tersebut digelar di Pondok Pesantren Al Ikhlas, Mulyorejo, Panceng, Gresik, Kamis (2/7/2026). Kegiatan itu menjadi penanda dimulainya masa khidmat pengurus baru Pergunu Panceng untuk lima tahun ke depan.
Ketua PAC Pergunu Panceng, Moh. Ali Sya’ban, mengatakan kepengurusan baru berkomitmen meningkatkan kualitas guru NU melalui berbagai program pengembangan sumber daya manusia.
“Keberhasilan Pergunu tidak lepas dari dukungan seluruh pengurus dan stakeholder. Melalui pelantikan dan rapat kerja ini kami ingin memperkuat kualitas guru agar semakin profesional dan siap menghadapi perkembangan dunia pendidikan,” ujar Ali Sya’ban.
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah program prioritas yang akan dijalankan, yakni memperkuat kesadaran bahwa guru merupakan teladan bagi peserta didik, meningkatkan kompetensi melalui pendidikan dan pelatihan, siap mengimplementasikan kurikulum terbaru, serta meningkatkan kemampuan di bidang teknologi informasi.
Menurutnya, guru NU tidak boleh tertinggal dalam peningkatan kualitas maupun inovasi pembelajaran.
“Guru NU harus terus meng-upgrade kemampuan, aktif mengikuti seluruh program Pergunu, serta melek teknologi agar mampu bersaing dan memberikan pendidikan terbaik bagi peserta didik,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pergunu Kabupaten Gresik, Syamsul Anam, S.Pd., M.M., M.Pd., menegaskan peningkatan kompetensi guru menjadi tugas utama organisasi.
“Pergunu harus memastikan guru NU menguasai berbagai metode pembelajaran, memahami konsep pendidikan dengan baik, dan tidak merasa minder dengan lembaga pendidikan lainnya,” ujar Syamsul Anam.
Pelantikan dan rapat kerja tersebut dihadiri unsur pendidikan mulai KBM, TKM, RA, MI/SDNU, MTs/SMP, SMK/SMA hingga MA se-Kecamatan Panceng. Hadir pula Pengasuh Ponpes Al Ikhlas KH Alfin Shonhaji Shohibul Ma’had, jajaran PW Pergunu Jawa Timur, PCNU Gresik, PC Pergunu Gresik, MWCNU Panceng, serta badan otonom NU seperti Muslimat NU, Fatayat NU, ISNU, IPNU, dan IPPNU.
Kegiatan juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Kementerian Agama Gresik, Baznas Gresik, PKDI, Kopsyah MUI, BMT Mandiri Jatim, KBSU, SPPG Petung 1, serta sejumlah mitra lainnya. (hoo/nuh)