email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Rabu, 29 Juli 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Tirta Hening, Mata Air yang Bangkit Kembali Berkat Sentuhan Mahasiswa UMM

by Javasatu
28 Juli 2019

JAVASATU.COM- Ketika kaki-kaki mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menapak di Desa Pringgodani, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, yang mereka temui bukan sekadar deretan rumah dan ladang singkong. Tapi juga sumber kehidupan yang hampir dilupakan: Tirta Hening, sebuah mata air yang selama bertahun-tahun menjadi nadi desa, namun kini kusam dan tak terurus.

Mahasiswa Kelompok KKN 44 UMM sedang melukis dinding sumber mata air. (Foto: Istimewa)

Di musim kemarau 2019, teriknya bukan hanya soal panas yang menyengat, tapi juga kekeringan yang mengintai. Di tengah itu, 31 mahasiswa lintas fakultas yang tergabung dalam Kelompok 44 KKN UMM datang bukan sekadar membawa program kerja, tapi juga membawa semangat perubahan dan empati.

“Kami tidak menyangka, sumber air yang jadi tumpuan warga untuk mandi, mencuci, bahkan mengairi desa sebelah, dibiarkan dalam keadaan seperti itu,” tutur Rina S., juru bicara kelompok KKN 44.

Mahasiswa UMM, Rina sedang berdialog dengan Kepala Dusun Sumberbendo Pringgodani. (Foto: Istimewa)

Sumber Kehidupan yang Terabaikan

Sumber air itu dinamai warga Tirta Hening. Namanya indah, tapi kondisinya jauh dari harapan. Dinding sumber ditumbuhi lumut, aliran air tersumbat daun-daun kering, dan lingkungan sekitar gelap tanpa penerangan. Padahal, tempat itu bukan hanya sumber air, tapi juga saksi bisu kegiatan sosial warga: mulai dari syukuran, pertunjukan kuda lumping saat bulan Suro, hingga titik temu anak-anak muda desa.

“Rasanya sedih melihat tempat sepenting itu dibiarkan,” ucap Rina lirih.

Melalui dialog dengan perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga, para mahasiswa mulai menyusun rencana. Bukan hanya ingin ‘membersihkan’, tapi menghidupkan kembali. Tirta Hening harus bersinar lagi.

Kondisi dinding sumber mata air Tirta Hening usai disulap Mahasiswa UMM. (Foto: Istimewa)

Menyulap Tirta Hening: Dari Kumuh Jadi Cantik

Hari-hari berikutnya, warga mulai menyaksikan perubahan. Mahasiswa turun langsung membersihkan area sumber. Lumut di dinding dikikis. Sampah dibersihkan. Lalu dinding polos yang lembap itu perlahan berubah menjadi kanvas warna-warni. Mural karya mahasiswa menghiasi Tirta Hening, seolah memberi nyawa baru.

Tak hanya itu. Mereka memasang lampu penerangan, menyediakan tempat sampah, dan menata jalur akses menuju sumber agar lebih ramah untuk semua usia. Malam hari yang dulu gelap, kini bercahaya. Warga yang tadinya sekadar datang mengambil air, kini bisa singgah lebih lama, ngobrol, bahkan berswafoto.

“Ini bukan cuma tempat ambil air, sekarang seperti taman kecil bagi warga,” kata salah satu warga RT 21 dengan senyum bangga.

Kondisi sumber mata air Tirta Hening sebelum disulap Mahasiswa. (Foto: Istimewa).

Ketika Mahasiswa Tak Sekadar Belajar

Bagi mahasiswa KKN 44 UMM, pengalaman ini bukan hanya soal pengabdian masyarakat, tapi juga pelajaran hidup. Mereka melihat langsung bagaimana akses air bersih bukan sesuatu yang bisa dianggap sepele. Mereka belajar bahwa perubahan bisa dimulai dari hal kecil, asal dilakukan dengan hati.

BacaJuga :

Mahasiswa UNIRA Malang Racik Wisata Sumber Duren Kecopokan Berbasis Potensi Lokal

Mahasiswa Afghanistan Sebut Metode Mengaji di Indonesia Lebih Baik

“Kami belajar makna gotong royong yang sesungguhnya. Warga tak hanya menerima, mereka ikut membantu, ikut menjaga. Itu yang paling berkesan,” ungkap Rina.

Mewariskan Kesadaran

Kini, Tirta Hening berdiri dengan wajah baru. Lebih terang, bersih, dan bermakna. Tapi misi KKN 44 belum selesai. Mereka berharap keberadaan mereka meninggalkan warisan yang lebih penting dari sekadar cat warna-warni: kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan, merawat sumber daya lokal, dan memperkuat solidaritas sosial.

“Semoga ini jadi awal, bukan akhir. Semoga warga terus menjaganya, dan anak-anak muda desa melihat Tirta Hening bukan hanya sebagai tempat air mengalir, tapi juga tempat semangat hidup mengalir,” pungkas Rina.

Di ujung kemarau itu, ketika banyak hal mengering, para mahasiswa justru meninggalkan jejak yang membasahi hati—dan sebuah sumber air yang kembali bening, bukan hanya di mata, tapi juga di jiwa. (Arf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Desa PringgodaniKecamatan BanturKKNTirta Heningumm

BERITA TERBARU

Mahasiswa UNIRA Malang Racik Wisata Sumber Duren Kecopokan Berbasis Potensi Lokal

Pemkab Majalengka Dorong Ruang Aman Anak, dari Rumah hingga Dunia Digital

Bakorwil Malang dan Pemkab Malang Percepat Pembangunan Koridor Selatan Jatim

Raih 6 Medali Peparprov, Atlet NPCI Kabupaten Malang Belum Terima Bonus

Pengamat Hukum Soroti Bentrokan Matraman: Konflik Individu Jangan Jadi Konflik Kelompok

Survei DKN: Mayoritas Warga Malang Raya Dukung Trans Jatim Koridor 2, Angkot Feeder Jadi Solusi

Peringati Kudatuli, DPC PDIP Kabupaten Malang: Demokrasi Harus Terus Diperjuangkan

“Warung Pangku” di Gresik Terancam Ditutup, DPRD Segera Panggil Pengelola

The Binals Rilis Single “MOOOOONG!!”, Siap Guncang Kayutangan Malang

Modus Baru Penyelundupan Timah di Belitung, Disamarkan Bersama Oli Bekas dan Burung

Prev Next

POPULER HARI INI

Modus Baru Penyelundupan Timah di Belitung, Disamarkan Bersama Oli Bekas dan Burung

Survei DKN: Mayoritas Warga Malang Raya Dukung Trans Jatim Koridor 2, Angkot Feeder Jadi Solusi

The Binals Rilis Single “MOOOOONG!!”, Siap Guncang Kayutangan Malang

“Warung Pangku” di Gresik Terancam Ditutup, DPRD Segera Panggil Pengelola

Bupati Gresik Terima Penghargaan Nasional atas Perlindungan Anak Pekerja Migran

BERITA LAINNYA

Mahasiswa UNIRA Malang Racik Wisata Sumber Duren Kecopokan Berbasis Potensi Lokal

Pemkab Majalengka Dorong Ruang Aman Anak, dari Rumah hingga Dunia Digital

Bakorwil Malang dan Pemkab Malang Percepat Pembangunan Koridor Selatan Jatim

Raih 6 Medali Peparprov, Atlet NPCI Kabupaten Malang Belum Terima Bonus

Pengamat Hukum Soroti Bentrokan Matraman: Konflik Individu Jangan Jadi Konflik Kelompok

Survei DKN: Mayoritas Warga Malang Raya Dukung Trans Jatim Koridor 2, Angkot Feeder Jadi Solusi

Peringati Kudatuli, DPC PDIP Kabupaten Malang: Demokrasi Harus Terus Diperjuangkan

“Warung Pangku” di Gresik Terancam Ditutup, DPRD Segera Panggil Pengelola

The Binals Rilis Single “MOOOOONG!!”, Siap Guncang Kayutangan Malang

Modus Baru Penyelundupan Timah di Belitung, Disamarkan Bersama Oli Bekas dan Burung

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Guru Besar UIN Malang Prof. Ahmad Barizi Dilantik sebagai Anggota Dewan Pendidikan Kota Malang

Surat Sahabat untuk Siswa SDN Gadang 1 Kota Malang yang Tak Naik Kelas Bikin Haru

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Hari Anak Nasional, Anggota DPRD Kota Malang Suyadi Sekolahkan Siswa SDN Gadang 1 yang Tak Naik Kelas Meski Nilainya Tinggi

Puma Al Aljun FA Wakili Majalengka di Piala Soeratin U-15 Jawa Barat

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved