JAVASATU.COM- Wakil Bupati (Wabup) Gresik Asluchul Alif menantang 200 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gresik (UNIGRES) untuk menghadirkan solusi nyata atas berbagai persoalan di desa.
Mahasiswa diminta tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga mampu memberikan rekomendasi yang dapat dimanfaatkan pemerintah dalam pembangunan daerah.

Pesan itu disampaikan Alif saat melepas peserta KKN UNIGRES Tahun 2026 di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik, Senin (6/7/2026). Sebanyak 200 mahasiswa akan diterjunkan ke 16 desa di Kecamatan Cerme selama hampir satu bulan.
“Kami berharap hasil KKN ini tidak berhenti sebagai laporan akademik. Jadikan pengalaman selama di desa sebagai bahan untuk memberikan rekomendasi yang bisa membantu pemerintah menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat,” kata Wabup Alif.
Menurut Alif, pelaksanaan KKN merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari kehidupan masyarakat.
Pengalaman tersebut dinilai penting untuk memahami kondisi sosial, ekonomi, budaya, hingga lingkungan yang dihadapi warga di tingkat desa.
“Kalian akan belajar banyak hal di masyarakat, mulai dari budaya, kondisi sosial, ekonomi hingga lingkungan. Yang paling penting adalah belajar mendengarkan masyarakat dan memahami apa yang benar-benar mereka butuhkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, mahasiswa juga diharapkan mampu memetakan persoalan yang ada di desa sekaligus menyusun solusi yang dapat menjadi masukan bagi Pemerintah Kabupaten Gresik dalam merumuskan kebijakan pembangunan.
Selain itu, KKN dinilai menjadi wadah untuk membentuk karakter kepemimpinan, kemampuan bekerja sama, dan kepedulian sosial.
Sementara itu, Rektor Universitas Gresik (UNIGRES) Rian Pramana Suwanda mengatakan Kecamatan Cerme dipilih sebagai lokasi KKN karena memiliki potensi besar di sektor pertanian sekaligus menghadapi tantangan pembangunan, terutama ancaman banjir akibat luapan Kali Lamong.
“Salah satu ancaman di wilayah Cerme adalah banjir Kali Lamong. Yang juga perlu menjadi perhatian adalah second disaster-nya, yaitu dampak setelah banjir seperti munculnya berbagai penyakit. Ini bisa menjadi salah satu fokus pengabdian mahasiswa selama KKN,” ujar Rian.
Rian berharap para mahasiswa dapat membantu pemerintah desa menyusun perencanaan pembangunan yang selaras dengan program Pemerintah Kabupaten Gresik. Selain itu, mahasiswa juga didorong melakukan pemetaan persoalan masyarakat, mulai dari mitigasi bencana hingga upaya peningkatan kesehatan pascabanjir.
“KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik. Kami ingin mahasiswa benar-benar hadir memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan Kabupaten Gresik,” tuturnya.
Sebagai informasi, sebanyak 200 mahasiswa UNIGRES dijadwalkan melaksanakan KKN mulai 13 Juli hingga 7 Agustus 2026. Selama berada di 16 desa di Kecamatan Cerme, mereka akan menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi masing-masing desa. (bas/nuh)