email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Selasa, 20 Januari 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Mas Dwi dan Gus Farih ‘Nandur Dulur’ Bareng Warga Kecamatan Sukun

by Wahyu Eko Setiawan
15 Mei 2024

JAVASATU.COM-MALANG- Selasa (14/05/2024), bertempat di Omah Relawan Keberagaman, Kota Malang, Mas Dwi dan Gus Farih mengadakan kegiatan ‘Nandur Dulur’ Bareng Warga Kecamatan Sukun. Hadir sekitar seratusan orang dari perwakilan 11 (sebelas) kelurahan yang ada di Kecamatan Sukun, Kota Malang. Masing-masing kelurahan diwakili oleh 10 hingga 12 orang. Yang hadir sangat antusias, bahkan melebihi jatah kapasitas undangan yang disediakan oleh Relawan Keberagaman. Namun, keseluruhan acara berjalan lancar, sukses dan meriah.

Mas Dwi dan Gus Farih di tengah-tengah warga kecamatan Sukun. (Foto: Istimewa)

Dwi Hari Cahyono, yang sangat akrab disapa Mas Dwi, mengatakan bahwa kegiatan Nandur Dulur Bareng ini merupakan ikhtiar untuk bersama-sama membangun masa depan Kota Malang secara gotong royong, guyub rukun dan saling menghidupi. Menurutnya, tidak bisa masyarakat hanya dituntut untuk peduli dengan nasib dan masa depan Kota Malang, tanpa perhatian dan kepedulian yang juga harus diberikan secara adil kepada seluruh masyarakat. Artinya, ada hukum timbal balik dan dharma bhakti yang harus benar-benar adil dan berperikemanusiaan.

“Kita bisa saling membantu. Saling menghidupi. Saling tolong menolong. Setiap orang pasti punya persoalan dan permasalahan pribadinya masing-masing. Juga pasti ada masalah yang dihadapi keluarga. Hal itu sangat wajar. Begitulah kehidupan. Namun, jika kita bersatu bersama-sama, saling membantu, menghidupi dan tolong menolong, semua persoalan yang dihadapi pasti terselesaikan dengan baik,” ungkap Mas Dwi dalam sambutannya.

Mas Dwi juga menambahkan, bahwa bisa diduga saat ini banyak persoalan yang berkisar antara ekonomi, hutang piutang, lapangan kerja, pendidikan dan usaha mikro kecil. Yang semuanya itu, sebenarnya telah menjadi problem dasar dari mayoritas masyarakat di Kota Malang. Bahkan juga di seluruh daerah di Kota Malang. Sayangnya, cara menghadapinya selalu parsial dan tambal sulam. Seharusnya, cara menghadapinya dengan menggunakan pola pikir orkestrasi dan harmonisasi. Saling memperkuat, saling menghidupi dan tolong menolong.

“Semuanya, bisa kita mulai dengan inisiatif bersama-sama. Harus ada yang berani memulai dan menjadi teladan. Menjadi suluh. Penerang, sekaligus penunjuk jalan keluar. Bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Itulah kenapa pola pikir orkestrasi itu sangat penting saat ini. Itulah yang hendak kita bangun dalam kegiatan Nandur Dulur Bareng. Mengorkestrasi diri secara kolaboratif dan penuh kesadaran,” sambung Mas Dwi.

Sementara itu, Gus Farih yang menjadi tandem perjuangan Mas Dwi dalam kegiatan Nandur Dulur Bareng, menyampaikan bahwa gagasan Mas Dwi untuk bergerak dengan strategi yang menyontoh Pak Tani Tandur Pari, dengan mengembangkan pola pikir orkestrasi, untuk mengatasi berbagai persoalan sosial kemasyarakatan, merupakan ide brilian yang jitu. Sangat dibutuhkan saat ini. Bisa menjadi solusi. Sekaligus mengembangkan ekosistem guyub rukun dan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari masyarakat seluas-luasnya di Kota Malang. Intinya, saling membantu, menghidupi dan tolong menolong.

“Sebenarnya, sangat banyak solusi yang bertebaran dimana-mana. Namun, mungkin karena terlalu fokus memikirkan diri sendiri, sehingga tidak mampu bahwa sesungguhnya banyak solusi yang justru bisa didapatkan atau diberikan dari orang lain. Bahkan kadang solusi itu gratis. Penuh welas asih. Namun, sekali lagi, karena terlalu sibuk hanya memikirkan kepentingan dirinya sendiri, sehingga tidak mampu mendapatkan solusi-solusi terbaik yang datangnya dari lingkungan sekitarnya,” ungkap Ahmad Farih Sulaiman, yang akrab disapa Gus Farih.

BacaJuga :

Gowes Kemanusiaan di Malang Galang Dana untuk Korban Bencana

Emba Jetbus Run 2026 Malang Diikuti 3.600 Pelari, Target 4.000 Tahun Depan

Juga ditambahkan oleh Gus Farih, yang ditanya perihal solusi mengatasi persoalan belitan hutang dari beberapa ibu-ibu yang ikut hadir, sebenarnya bisa diatasi dengan mencari solusi bersama-sama. Dirembug bareng dengan kejujuran dan niat baik. Agar bersama-sama bisa terbebas dari belitan hutang. Hal ini bisa dilakukan, ketiak semuanya bersama-sama menerapkan Strategi Nandur Dulur Bareng. Jadi, persoalan hutan atau persoalan apapun, bisa diatasi bersama-sama secara guyub rukun dan gotong royong. Banyak jalan keluarnya. Banyak solusinya. Tinggal bagaimana komitmen dan konsistensinya menjaga Prinsip Nandur Dulur Bareng.

Diketahui, Dwi Hari Cahyono (Mas Dwi), saat ini memang sedang berikhtiar untuk maju sebagai bakal Calon Wali kota Malang pada Pilkada Kota Malang 2024. Sedangkan Ahmad Farih Sulaiman (Gus Farih), digadang-gadang sebagai bakal Calon Wakil Wali kota Malang. Terlihat keduanya sudah semakin solid, kompak serta satu frekuensi dalam Visi dan Misi Membangun Masa Depan Kota Malang. Tentunya, dengan berbagai Program Kerja Kolaborasi yang konkrit, menjadi solusi dan inovatif. Benar-benar memberikan dampak positif dan manfaat yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kota Malang.

Menurut Mas Dwi dan Gus Farih, yang penting niatnya ditata dengan baik, tulus dan bertujuan mulia. Kemudian, niat tersebut diwujudkan dalam tekad yang kuat disertai perjuangan dan pengorbanan. Langkah-langkah yang dilakukan harus nyata dan benar-benar memberikan dampak yang positif sebesar-besarnya. Pilihan akhirnya, diserahkan sepenuhnya kepada hati nurani dan kesadaran masyarakat masing-masing. Yang penting, tetap guyub rukun, gotong royong dan tolong menolong. Tetap terjaga sedulurane (Persaudaraannya). Semuanya, apapun akhirnya tetap menjadi bersaudara. Itulah prinsip utama dalam kegiatan Nandur Dulur Bareng.

Oleh karena itu, kegiatan Nandur Dulur Bareng ini akan terus dilakukan oleh Mas Dwi dan Gus Farih di Kota Malang. Bersama-sama mencari solusi. Bersama-sama membangun masa depan. Kolaborasi dengan orkestrasi yang mampu memberikan solusi dan manfaat yang sebesar-besarnya bagi siapa saja yang membutuhkannya.

“Saya sangat bersyukur Mas Dwi dan Gus Farih telah sudi menjadi dulurku. Aku wis dadi dulure Mas Dwi dan Gus Farih. Selanjutnya, saya sangat berharap bisa bersama-sama mencari solusi. Bersama-sama saling memberikan manfaat. Bareng membangun masa depan. Saya tunggu kehadiran Mas Dwi dan Gus Farih mampir ke rumah saya,” ungkap Suwarno, salah satu perwakilan warga dari Kelurahan Sukun, yang mengundang Mas Dwi dan Gus Farih untuk hadir ke rumahnya bersama Warga Kelurahan Sukun. (Wes/Arf)

Bagikan ini:

  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Dwi Hari CahyonoGus FarihKecamatan SukunMas DwiPilkadaPilkada Kota Malang

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Musorkablub KONI Kabupaten Malang, Eryk Tekankan Wajib Bentuk Tim Formatur

KKGMI Dukun Genjot Profesionalisme Guru MI Lewat Pelatihan PKB

Hari Ketiga Pencarian ATR 42-500, TNI AU Kembali Kerahkan Helikopter Caracal

Aktivis Akhera Soroti Framing Berita soal Fuad Maktour di Kasus Kuota Haji

LAKSI Apresiasi BNN Usai Bongkar Pabrik Vape Narkoba Jaringan Internasional

Kapolres Batu AKBP Aris Purwanto Pimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional

ArumtaLa Rilis Lagu “Salam Sehat”, Angkat Fenomena Gila Olahraga di Indonesia

Gowes Kemanusiaan di Malang Galang Dana untuk Korban Bencana

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution Pimpin Apel Perdana, Tekankan Pelayanan Humanis

Wali Kota Semarang Tegaskan bersama Warga Dorong Penanganan Banjir Terowongan Tol

Prev Next

POPULER HARI INI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Puisi Esai Denny JA ‘Rahasia yang Dibawa Mati’

Atlet Sepeda Kota Batu Syafira El Zahra Meninggal Dunia Kecelakaan Lalu Lintas

Gowes Kemanusiaan di Malang Galang Dana untuk Korban Bencana

Aktivis Akhera Soroti Framing Berita soal Fuad Maktour di Kasus Kuota Haji

BERITA LAINNYA

Hari Ketiga Pencarian ATR 42-500, TNI AU Kembali Kerahkan Helikopter Caracal

Aktivis Akhera Soroti Framing Berita soal Fuad Maktour di Kasus Kuota Haji

LAKSI Apresiasi BNN Usai Bongkar Pabrik Vape Narkoba Jaringan Internasional

ArumtaLa Rilis Lagu “Salam Sehat”, Angkat Fenomena Gila Olahraga di Indonesia

Wali Kota Semarang Tegaskan bersama Warga Dorong Penanganan Banjir Terowongan Tol

TNI Temukan Lokasi Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Maros

Kapolres dan Ketua DPRD Pekalongan Terjun Langsung ke Banjir Sipait

Polresta Pati Salurkan 1.000 Paket MBG untuk Korban Banjir

Polisi di Jatiroto Wonogiri Amankan Penerimaan PIP untuk 500 Siswa

Helikopter Caracal dan Boeing Skadron 5 Identifikasi Titik Jatuh Pesawat ATR-42

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Atlet Sepeda Kota Batu Syafira El Zahra Meninggal Dunia Kecelakaan Lalu Lintas

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Puisi Esai Denny JA ‘Rahasia yang Dibawa Mati’

Dua Dugaan Penyerobotan Tanah oleh Pemkot Malang Diadukan ke DPRD

Ayu Gembirowati Fransisca Latih Calon Wali Desa Dukung Indonesia Emas

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved