email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Kamis, 23 April 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Mas Dwi dan Gus Farih ‘Nandur Dulur’ Bareng Warga Kecamatan Sukun

by Wahyu Eko Setiawan
15 Mei 2024

JAVASATU.COM-MALANG- Selasa (14/05/2024), bertempat di Omah Relawan Keberagaman, Kota Malang, Mas Dwi dan Gus Farih mengadakan kegiatan ‘Nandur Dulur’ Bareng Warga Kecamatan Sukun. Hadir sekitar seratusan orang dari perwakilan 11 (sebelas) kelurahan yang ada di Kecamatan Sukun, Kota Malang. Masing-masing kelurahan diwakili oleh 10 hingga 12 orang. Yang hadir sangat antusias, bahkan melebihi jatah kapasitas undangan yang disediakan oleh Relawan Keberagaman. Namun, keseluruhan acara berjalan lancar, sukses dan meriah.

Mas Dwi dan Gus Farih di tengah-tengah warga kecamatan Sukun. (Foto: Istimewa)

Dwi Hari Cahyono, yang sangat akrab disapa Mas Dwi, mengatakan bahwa kegiatan Nandur Dulur Bareng ini merupakan ikhtiar untuk bersama-sama membangun masa depan Kota Malang secara gotong royong, guyub rukun dan saling menghidupi. Menurutnya, tidak bisa masyarakat hanya dituntut untuk peduli dengan nasib dan masa depan Kota Malang, tanpa perhatian dan kepedulian yang juga harus diberikan secara adil kepada seluruh masyarakat. Artinya, ada hukum timbal balik dan dharma bhakti yang harus benar-benar adil dan berperikemanusiaan.

“Kita bisa saling membantu. Saling menghidupi. Saling tolong menolong. Setiap orang pasti punya persoalan dan permasalahan pribadinya masing-masing. Juga pasti ada masalah yang dihadapi keluarga. Hal itu sangat wajar. Begitulah kehidupan. Namun, jika kita bersatu bersama-sama, saling membantu, menghidupi dan tolong menolong, semua persoalan yang dihadapi pasti terselesaikan dengan baik,” ungkap Mas Dwi dalam sambutannya.

Mas Dwi juga menambahkan, bahwa bisa diduga saat ini banyak persoalan yang berkisar antara ekonomi, hutang piutang, lapangan kerja, pendidikan dan usaha mikro kecil. Yang semuanya itu, sebenarnya telah menjadi problem dasar dari mayoritas masyarakat di Kota Malang. Bahkan juga di seluruh daerah di Kota Malang. Sayangnya, cara menghadapinya selalu parsial dan tambal sulam. Seharusnya, cara menghadapinya dengan menggunakan pola pikir orkestrasi dan harmonisasi. Saling memperkuat, saling menghidupi dan tolong menolong.

“Semuanya, bisa kita mulai dengan inisiatif bersama-sama. Harus ada yang berani memulai dan menjadi teladan. Menjadi suluh. Penerang, sekaligus penunjuk jalan keluar. Bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Itulah kenapa pola pikir orkestrasi itu sangat penting saat ini. Itulah yang hendak kita bangun dalam kegiatan Nandur Dulur Bareng. Mengorkestrasi diri secara kolaboratif dan penuh kesadaran,” sambung Mas Dwi.

Sementara itu, Gus Farih yang menjadi tandem perjuangan Mas Dwi dalam kegiatan Nandur Dulur Bareng, menyampaikan bahwa gagasan Mas Dwi untuk bergerak dengan strategi yang menyontoh Pak Tani Tandur Pari, dengan mengembangkan pola pikir orkestrasi, untuk mengatasi berbagai persoalan sosial kemasyarakatan, merupakan ide brilian yang jitu. Sangat dibutuhkan saat ini. Bisa menjadi solusi. Sekaligus mengembangkan ekosistem guyub rukun dan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari masyarakat seluas-luasnya di Kota Malang. Intinya, saling membantu, menghidupi dan tolong menolong.

“Sebenarnya, sangat banyak solusi yang bertebaran dimana-mana. Namun, mungkin karena terlalu fokus memikirkan diri sendiri, sehingga tidak mampu bahwa sesungguhnya banyak solusi yang justru bisa didapatkan atau diberikan dari orang lain. Bahkan kadang solusi itu gratis. Penuh welas asih. Namun, sekali lagi, karena terlalu sibuk hanya memikirkan kepentingan dirinya sendiri, sehingga tidak mampu mendapatkan solusi-solusi terbaik yang datangnya dari lingkungan sekitarnya,” ungkap Ahmad Farih Sulaiman, yang akrab disapa Gus Farih.

Juga ditambahkan oleh Gus Farih, yang ditanya perihal solusi mengatasi persoalan belitan hutang dari beberapa ibu-ibu yang ikut hadir, sebenarnya bisa diatasi dengan mencari solusi bersama-sama. Dirembug bareng dengan kejujuran dan niat baik. Agar bersama-sama bisa terbebas dari belitan hutang. Hal ini bisa dilakukan, ketiak semuanya bersama-sama menerapkan Strategi Nandur Dulur Bareng. Jadi, persoalan hutan atau persoalan apapun, bisa diatasi bersama-sama secara guyub rukun dan gotong royong. Banyak jalan keluarnya. Banyak solusinya. Tinggal bagaimana komitmen dan konsistensinya menjaga Prinsip Nandur Dulur Bareng.

Diketahui, Dwi Hari Cahyono (Mas Dwi), saat ini memang sedang berikhtiar untuk maju sebagai bakal Calon Wali kota Malang pada Pilkada Kota Malang 2024. Sedangkan Ahmad Farih Sulaiman (Gus Farih), digadang-gadang sebagai bakal Calon Wakil Wali kota Malang. Terlihat keduanya sudah semakin solid, kompak serta satu frekuensi dalam Visi dan Misi Membangun Masa Depan Kota Malang. Tentunya, dengan berbagai Program Kerja Kolaborasi yang konkrit, menjadi solusi dan inovatif. Benar-benar memberikan dampak positif dan manfaat yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kota Malang.

BacaJuga :

Hari Bumi, Prof Ahmad Barizi Ajak Kembali pada Tatanan Ilahi demi Selamatkan Alam

Kalapas Malang Christo Toar Tancap Gas Benahi SDM, Perangi Narkoba dan HP Ilegal

Menurut Mas Dwi dan Gus Farih, yang penting niatnya ditata dengan baik, tulus dan bertujuan mulia. Kemudian, niat tersebut diwujudkan dalam tekad yang kuat disertai perjuangan dan pengorbanan. Langkah-langkah yang dilakukan harus nyata dan benar-benar memberikan dampak yang positif sebesar-besarnya. Pilihan akhirnya, diserahkan sepenuhnya kepada hati nurani dan kesadaran masyarakat masing-masing. Yang penting, tetap guyub rukun, gotong royong dan tolong menolong. Tetap terjaga sedulurane (Persaudaraannya). Semuanya, apapun akhirnya tetap menjadi bersaudara. Itulah prinsip utama dalam kegiatan Nandur Dulur Bareng.

Oleh karena itu, kegiatan Nandur Dulur Bareng ini akan terus dilakukan oleh Mas Dwi dan Gus Farih di Kota Malang. Bersama-sama mencari solusi. Bersama-sama membangun masa depan. Kolaborasi dengan orkestrasi yang mampu memberikan solusi dan manfaat yang sebesar-besarnya bagi siapa saja yang membutuhkannya.

“Saya sangat bersyukur Mas Dwi dan Gus Farih telah sudi menjadi dulurku. Aku wis dadi dulure Mas Dwi dan Gus Farih. Selanjutnya, saya sangat berharap bisa bersama-sama mencari solusi. Bersama-sama saling memberikan manfaat. Bareng membangun masa depan. Saya tunggu kehadiran Mas Dwi dan Gus Farih mampir ke rumah saya,” ungkap Suwarno, salah satu perwakilan warga dari Kelurahan Sukun, yang mengundang Mas Dwi dan Gus Farih untuk hadir ke rumahnya bersama Warga Kelurahan Sukun. (Wes/Arf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Dwi Hari CahyonoGus FarihKecamatan SukunMas DwiPilkadaPilkada Kota Malang

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Hari Bumi, Prof Ahmad Barizi Ajak Kembali pada Tatanan Ilahi demi Selamatkan Alam

ASN Yahukimo Tewas Ditembak OPM di Dekai, TNI-Polri Buru Pelaku

Kalapas Malang Christo Toar Tancap Gas Benahi SDM, Perangi Narkoba dan HP Ilegal

Kasum TNI Diapresiasi Pemerintah Selandia Baru atas Pembebasan Pilot KKB

MUI, BAZNAS dan Rutan Gresik Perkuat Pesantren At-Taubah untuk Warga Binaan

Haji Sulaiman Sayap Mas Rutin Berbagi, dari Sedekah Subuh hingga Bedah Rumah

Bocil Dukun Gresik Dikenalkan Sosok Kartini Lewat Lomba Mewarnai

Enggak Usah ke Singapura, Cukup ke RS Saiful Anwar Saja

Pemkab Gresik Siapkan Obat dan Kursi Roda untuk Jemaah Haji Lansia

Seluruh SPPG di Kota Malang Disidak, Hanya 1 Berizin Lengkap

Prev Next

POPULER HARI INI

DPRD Kabupaten Gresik Awasi Ketat Pembangunan Proyek Jalan

Enggak Usah ke Singapura, Cukup ke RS Saiful Anwar Saja

Hari Bumi, Prof Ahmad Barizi Ajak Kembali pada Tatanan Ilahi demi Selamatkan Alam

ASN Yahukimo Tewas Ditembak OPM di Dekai, TNI-Polri Buru Pelaku

Maling Emas Ngantang Dibekuk, Polisi Sita 16 Keping dan Uang Tunai

BERITA LAINNYA

ASN Yahukimo Tewas Ditembak OPM di Dekai, TNI-Polri Buru Pelaku

Kasum TNI Diapresiasi Pemerintah Selandia Baru atas Pembebasan Pilot KKB

Perwira TNI Jadi Lulusan Terbaik SLC 2026 di Brunei Darussalam

Atlet Muda Taekwondo Indonesia Kalahkan Eropa di Uzbekistan

Analis Apresiasi Gercep Kapolda Banten Tanam Ribuan Pohon Dukung Asta Cita

Wabup Gresik Pimpin IKA Universitas Hang Tuah Surabaya, Perkuat Jejaring Alumni

Perayaan Hari Keris 2026 Trenggalek Meriah, 500 Rampag Barong Pukau Warga

NasDem Kota Malang Ikuti Bimtek Jatim, Perkuat Soliditas dan Kinerja Kader

Hari Jadi ke-27, Lanud Sjamsudin Noor Perkuat Sinergi Dukung Banjarbaru Emas

Polri Bongkar 23 Ton Bawang Ilegal di Pontianak, Analis Apresiasi Satgas Penyelundupan

Prev Next

POPULER MINGGU INI

DPRD Kabupaten Gresik Awasi Ketat Pembangunan Proyek Jalan

Tiga Desa di Kecamatan Manyar Jadi Pilot Project Desa Cantik Gresik 2026

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Keris Presiden Prabowo Dipamerkan di Bakorwil Malang

Enggak Usah ke Singapura, Cukup ke RS Saiful Anwar Saja

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved