email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Kamis, 30 Juli 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Mas Dwi dan Gus Farih ‘Nandur Dulur’ Bareng Warga Kecamatan Sukun

by Wahyu Eko Setiawan
15 Mei 2024

JAVASATU.COM-MALANG- Selasa (14/05/2024), bertempat di Omah Relawan Keberagaman, Kota Malang, Mas Dwi dan Gus Farih mengadakan kegiatan ‘Nandur Dulur’ Bareng Warga Kecamatan Sukun. Hadir sekitar seratusan orang dari perwakilan 11 (sebelas) kelurahan yang ada di Kecamatan Sukun, Kota Malang. Masing-masing kelurahan diwakili oleh 10 hingga 12 orang. Yang hadir sangat antusias, bahkan melebihi jatah kapasitas undangan yang disediakan oleh Relawan Keberagaman. Namun, keseluruhan acara berjalan lancar, sukses dan meriah.

Mas Dwi dan Gus Farih di tengah-tengah warga kecamatan Sukun. (Foto: Istimewa)

Dwi Hari Cahyono, yang sangat akrab disapa Mas Dwi, mengatakan bahwa kegiatan Nandur Dulur Bareng ini merupakan ikhtiar untuk bersama-sama membangun masa depan Kota Malang secara gotong royong, guyub rukun dan saling menghidupi. Menurutnya, tidak bisa masyarakat hanya dituntut untuk peduli dengan nasib dan masa depan Kota Malang, tanpa perhatian dan kepedulian yang juga harus diberikan secara adil kepada seluruh masyarakat. Artinya, ada hukum timbal balik dan dharma bhakti yang harus benar-benar adil dan berperikemanusiaan.

“Kita bisa saling membantu. Saling menghidupi. Saling tolong menolong. Setiap orang pasti punya persoalan dan permasalahan pribadinya masing-masing. Juga pasti ada masalah yang dihadapi keluarga. Hal itu sangat wajar. Begitulah kehidupan. Namun, jika kita bersatu bersama-sama, saling membantu, menghidupi dan tolong menolong, semua persoalan yang dihadapi pasti terselesaikan dengan baik,” ungkap Mas Dwi dalam sambutannya.

Mas Dwi juga menambahkan, bahwa bisa diduga saat ini banyak persoalan yang berkisar antara ekonomi, hutang piutang, lapangan kerja, pendidikan dan usaha mikro kecil. Yang semuanya itu, sebenarnya telah menjadi problem dasar dari mayoritas masyarakat di Kota Malang. Bahkan juga di seluruh daerah di Kota Malang. Sayangnya, cara menghadapinya selalu parsial dan tambal sulam. Seharusnya, cara menghadapinya dengan menggunakan pola pikir orkestrasi dan harmonisasi. Saling memperkuat, saling menghidupi dan tolong menolong.

“Semuanya, bisa kita mulai dengan inisiatif bersama-sama. Harus ada yang berani memulai dan menjadi teladan. Menjadi suluh. Penerang, sekaligus penunjuk jalan keluar. Bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Itulah kenapa pola pikir orkestrasi itu sangat penting saat ini. Itulah yang hendak kita bangun dalam kegiatan Nandur Dulur Bareng. Mengorkestrasi diri secara kolaboratif dan penuh kesadaran,” sambung Mas Dwi.

Sementara itu, Gus Farih yang menjadi tandem perjuangan Mas Dwi dalam kegiatan Nandur Dulur Bareng, menyampaikan bahwa gagasan Mas Dwi untuk bergerak dengan strategi yang menyontoh Pak Tani Tandur Pari, dengan mengembangkan pola pikir orkestrasi, untuk mengatasi berbagai persoalan sosial kemasyarakatan, merupakan ide brilian yang jitu. Sangat dibutuhkan saat ini. Bisa menjadi solusi. Sekaligus mengembangkan ekosistem guyub rukun dan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari masyarakat seluas-luasnya di Kota Malang. Intinya, saling membantu, menghidupi dan tolong menolong.

“Sebenarnya, sangat banyak solusi yang bertebaran dimana-mana. Namun, mungkin karena terlalu fokus memikirkan diri sendiri, sehingga tidak mampu bahwa sesungguhnya banyak solusi yang justru bisa didapatkan atau diberikan dari orang lain. Bahkan kadang solusi itu gratis. Penuh welas asih. Namun, sekali lagi, karena terlalu sibuk hanya memikirkan kepentingan dirinya sendiri, sehingga tidak mampu mendapatkan solusi-solusi terbaik yang datangnya dari lingkungan sekitarnya,” ungkap Ahmad Farih Sulaiman, yang akrab disapa Gus Farih.

Juga ditambahkan oleh Gus Farih, yang ditanya perihal solusi mengatasi persoalan belitan hutang dari beberapa ibu-ibu yang ikut hadir, sebenarnya bisa diatasi dengan mencari solusi bersama-sama. Dirembug bareng dengan kejujuran dan niat baik. Agar bersama-sama bisa terbebas dari belitan hutang. Hal ini bisa dilakukan, ketiak semuanya bersama-sama menerapkan Strategi Nandur Dulur Bareng. Jadi, persoalan hutan atau persoalan apapun, bisa diatasi bersama-sama secara guyub rukun dan gotong royong. Banyak jalan keluarnya. Banyak solusinya. Tinggal bagaimana komitmen dan konsistensinya menjaga Prinsip Nandur Dulur Bareng.

Diketahui, Dwi Hari Cahyono (Mas Dwi), saat ini memang sedang berikhtiar untuk maju sebagai bakal Calon Wali kota Malang pada Pilkada Kota Malang 2024. Sedangkan Ahmad Farih Sulaiman (Gus Farih), digadang-gadang sebagai bakal Calon Wakil Wali kota Malang. Terlihat keduanya sudah semakin solid, kompak serta satu frekuensi dalam Visi dan Misi Membangun Masa Depan Kota Malang. Tentunya, dengan berbagai Program Kerja Kolaborasi yang konkrit, menjadi solusi dan inovatif. Benar-benar memberikan dampak positif dan manfaat yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kota Malang.

BacaJuga :

Farah Puteri Dorong PAN Majalengka Fokus pada Politik yang Berdampak bagi Masyarakat

Garda Pemuda NasDem Kota Malang Hadiri Kongres II, Suyadi Dorong Restorasi Nyata Menuju Pemilu 2029

Menurut Mas Dwi dan Gus Farih, yang penting niatnya ditata dengan baik, tulus dan bertujuan mulia. Kemudian, niat tersebut diwujudkan dalam tekad yang kuat disertai perjuangan dan pengorbanan. Langkah-langkah yang dilakukan harus nyata dan benar-benar memberikan dampak yang positif sebesar-besarnya. Pilihan akhirnya, diserahkan sepenuhnya kepada hati nurani dan kesadaran masyarakat masing-masing. Yang penting, tetap guyub rukun, gotong royong dan tolong menolong. Tetap terjaga sedulurane (Persaudaraannya). Semuanya, apapun akhirnya tetap menjadi bersaudara. Itulah prinsip utama dalam kegiatan Nandur Dulur Bareng.

Oleh karena itu, kegiatan Nandur Dulur Bareng ini akan terus dilakukan oleh Mas Dwi dan Gus Farih di Kota Malang. Bersama-sama mencari solusi. Bersama-sama membangun masa depan. Kolaborasi dengan orkestrasi yang mampu memberikan solusi dan manfaat yang sebesar-besarnya bagi siapa saja yang membutuhkannya.

“Saya sangat bersyukur Mas Dwi dan Gus Farih telah sudi menjadi dulurku. Aku wis dadi dulure Mas Dwi dan Gus Farih. Selanjutnya, saya sangat berharap bisa bersama-sama mencari solusi. Bersama-sama saling memberikan manfaat. Bareng membangun masa depan. Saya tunggu kehadiran Mas Dwi dan Gus Farih mampir ke rumah saya,” ungkap Suwarno, salah satu perwakilan warga dari Kelurahan Sukun, yang mengundang Mas Dwi dan Gus Farih untuk hadir ke rumahnya bersama Warga Kelurahan Sukun. (Wes/Arf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Dwi Hari CahyonoGus FarihKecamatan SukunMas DwiPilkadaPilkada Kota Malang

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

IKA Unair Gresik Dilantik, Siap Jadi Mitra Strategis Pemkab

Industrialisasi Gresik Melesat, Identitas Kota Santri Jadi Sorotan

Malang Jadi Ruang Belajar 330 Siswa SMK Telkom Purwokerto Banyumas soal AI hingga Startup

Tiga Jalan Protokol Kota Batu Ditutup Minggu 2 Agustus 2026, Ini Rinciannya

Pemkab Gresik Cetak Tenaga Konstruksi Bersertifikat, Bidik Pasar Kerja Global

AKBP Rulian Syauri Resmi Jabat Kapolres Malang, Gantikan AKBP Taat Resdi

Bupati Majalengka Minta KONI Berbenah dan Fokus Cetak Atlet Berprestasi

Harlah ke-4 Sholawat Janur Aji di Sanankulon Blitar, Pererat Kerukunan Warga

14,95 Ton Timah Ilegal Digagalkan di Pangkal Balam, Potensi Kerugian Rp9,76 Miliar

Komjen Karyoto Disebut Masuk Bursa Calon Kapolri, JNF: Penolakan Malah Bikin Namanya Meroket

Prev Next

POPULER HARI INI

Survei DKN: Mayoritas Warga Malang Raya Dukung Trans Jatim Koridor 2, Angkot Feeder Jadi Solusi

Tiga Jalan Protokol Kota Batu Ditutup Minggu 2 Agustus 2026, Ini Rinciannya

14,95 Ton Timah Ilegal Digagalkan di Pangkal Balam, Potensi Kerugian Rp9,76 Miliar

Mahasiswa UNIRA Malang Racik Wisata Sumber Duren Kecopokan Berbasis Potensi Lokal

Komjen Karyoto Disebut Masuk Bursa Calon Kapolri, JNF: Penolakan Malah Bikin Namanya Meroket

BERITA LAINNYA

IKA Unair Gresik Dilantik, Siap Jadi Mitra Strategis Pemkab

Industrialisasi Gresik Melesat, Identitas Kota Santri Jadi Sorotan

Malang Jadi Ruang Belajar 330 Siswa SMK Telkom Purwokerto Banyumas soal AI hingga Startup

Tiga Jalan Protokol Kota Batu Ditutup Minggu 2 Agustus 2026, Ini Rinciannya

Pemkab Gresik Cetak Tenaga Konstruksi Bersertifikat, Bidik Pasar Kerja Global

AKBP Rulian Syauri Resmi Jabat Kapolres Malang, Gantikan AKBP Taat Resdi

Bupati Majalengka Minta KONI Berbenah dan Fokus Cetak Atlet Berprestasi

Harlah ke-4 Sholawat Janur Aji di Sanankulon Blitar, Pererat Kerukunan Warga

14,95 Ton Timah Ilegal Digagalkan di Pangkal Balam, Potensi Kerugian Rp9,76 Miliar

Komjen Karyoto Disebut Masuk Bursa Calon Kapolri, JNF: Penolakan Malah Bikin Namanya Meroket

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Guru Besar UIN Malang Prof. Ahmad Barizi Dilantik sebagai Anggota Dewan Pendidikan Kota Malang

Survei DKN: Mayoritas Warga Malang Raya Dukung Trans Jatim Koridor 2, Angkot Feeder Jadi Solusi

Surat Sahabat untuk Siswa SDN Gadang 1 Kota Malang yang Tak Naik Kelas Bikin Haru

Tiga Jalan Protokol Kota Batu Ditutup Minggu 2 Agustus 2026, Ini Rinciannya

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved