JAVASATU.COM- Polres Gresik memperkuat semangat toleransi antarumat beragama dengan menggelar bakti religi di empat rumah ibadah berbeda dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Jumat (12/6/2026). Kegiatan tersebut dilakukan secara serentak di masjid, gereja, kelenteng, dan pura yang berada di wilayah Kabupaten Gresik.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mempererat tali silaturahmi antara Polri dan seluruh elemen warga tanpa memandang perbedaan,” kata Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution.
Empat rumah ibadah yang menjadi lokasi bakti religi tersebut yakni Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim di Kecamatan Kebomas, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Gresik di Kebomas, Kelenteng Kim Hin Kiong TITD di Bedilan, serta Pura Kerta Bumi di Kecamatan Menganti. Personel Polres Gresik bersama Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan 58 Batalyon Ksatriya Hawin Sarawahita bergotong royong membersihkan area rumah ibadah agar tetap nyaman digunakan masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur Polri dalam menyambut HUT Bhayangkara ke-80 sekaligus sebagai upaya memperkuat kedekatan dengan masyarakat,” ujarnya.
Selain melakukan kerja bakti, Polres Gresik juga menyalurkan bantuan sosial kepada warga sekitar rumah ibadah. Sebanyak 50 paket sembako dibagikan di masing-masing lokasi atau total 200 paket bantuan berisi beras, minyak goreng, gula, teh, mi instan, kopi, hingga kebutuhan pokok lainnya.
“Kami berharap bantuan ini bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan semakin memperkuat kebersamaan yang selama ini sudah terjalin,” tutur Ramadhan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat utama Polres Gresik, di antaranya Kabaglog AKP Alimuddin Nasution, Kasubbag Bekpal Bag Logistik AKP Nasuka, Kapolsek Menganti AKP Arif Rahman, AKP Alimin Tunggal, Kapolsek Gresik Kota Iptu Muhammad Kevin Ramadhan, serta KBO Satreskrim Iptu Hamid Rusdi.
Aksi bakti religi lintas agama itu mendapat apresiasi dari pengurus rumah ibadah dan masyarakat sekitar. Mereka menilai kegiatan tersebut menjadi simbol kebersamaan dan memperkuat nilai toleransi antarumat beragama di Kabupaten Gresik.
Masyarakat berharap kegiatan yang mencerminkan semangat persaudaraan dan gotong royong tersebut dapat terus berlanjut, seiring harapan agar Polri semakin profesional, humanis, dan semakin dicintai masyarakat pada usia Bhayangkara ke-80. (bas/nuh)