email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Sabtu, 17 Oktober 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Kelas Ramai, Prestasi Surut? Urgensi Penataan Ergonomis di Sekolah Indonesia

by Javasatu
18 Januari 2025
Miftah Aria Kusuma – Mahasiswa Doktor Rekayasa Industri Universitas Islam Indonesia

Kelas Ramai, Prestasi Surut? Urgensi Penataan Ergonomis di Sekolah Indonesia

Oleh: Miftah Aria Kusuma – Mahasiswa Doktor Rekayasa Industri Universitas Islam Indonesia

 

Di Indonesia, masalah kelas yang terlalu ramai masih menjadi tantangan signifikan dalam bidang pendidikan. Sebuah kelas yang dirancang secara optimal untuk mengajar dan dapat menampung 20-30 siswa kadang-kadang dipenuhi hingga kapasitas maksimalnya lebih dari 50 siswa. Angka dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi menunjukkan bahwa hanya sekitar 60% kelas di Indonesia yang memenuhi standar, sementara 40% sisanya menghadapi masalah kepadatan yang berlebihan. Situasi seperti itu membuat guru kesulitan mengatur kelas dan juga menimbulkan ancaman besar bagi kesejahteraan psikologis dan produktivitas siswa.

Ketika kelas mulai menjadi sesak, anak-anak mulai kehilangan ruang yang tersedia untuk bergerak, sehingga membuat mereka tidak nyaman. Sebuah penelitian oleh World Health Organization (WHO) mengungkapkan bahwa lingkungan belajar yang dirancang buruk dapat menyebabkan stres, kelelahan, dan defisit perhatian. Dalam jangka panjang, stres ini dapat mempengaruhi kesejahteraan mental peserta didik yang mengarah pada penurunan motivasi untuk terus belajar dan kemudian mencapai prestasi akademik yang lebih rendah.

Ergonomi dan Produktifitas Anak

Ergonomi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara manusia dan elemen lain dalam sebuah sistem, termasuk ruang belajar. Lingkungan kelas yang ergonomis mencakup tata letak meja dan kursi yang sesuai, sirkulasi udara yang baik, pencahayaan yang memadai, serta jumlah siswa yang ideal. Dalam kelas yang terlalu penuh, semua aspek ini menjadi kompromi. Kursi dan meja yang tidak memadai dapat menyebabkan nyeri otot dan gangguan postur, sementara kebisingan dari banyaknya siswa membuat konsentrasi terganggu.

Satu laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencacat tentang 35% sekolah di daerah kota dan 50% di wilayah desa atau pedesaan masih memiliki kendala ruang kelas. Baik UNESCO (2023) melakukan penelitian juga menemukan hal yang sama , siswa di ruang pendidikan yang memiliki perbandingan guru-siswa yang banyak memiliki skor tes yang lebih rendah di banding siswa yang di dalam ruang pendidikan dengan rasio ideal.

Efek pada Kesehatan Mental

Selain dampak fisik, kelas yang terlalu padat juga berpengaruh besar pada kesehatan mental siswa. Siswa merasa tertekan oleh kurangnya ruang pribadi, sehingga muncul rasa cemas dan ketidaknyamanan yang terus-menerus. Hal ini membuat mereka lebih sulit berpartisipasi aktif dalam kelas dan cenderung menarik diri.

Upaya Pemerintah: Sudah Cukupkah?

Pemerintah sebenarnya telah berupaya mengatasi permasalahan ini melalui program pembangunan sekolah baru dan perbaikan infrastruktur. Misalnya, pada 2022, Kemendikbudristek meluncurkan Program Sekolah Penggerak yang salah satu tujuannya adalah meningkatkan kualitas ruang belajar. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan, seperti keterbatasan anggaran dan distribusi yang tidak merata. Di beberapa daerah terpencil, kondisi kelas yang terlalu penuh masih menjadi pemandangan sehari-hari.

BacaJuga :

Di Balik Dugaan Korupsi MBG: Antara Administrasi Negara dan Akuntabilitas Demokrasi

OPINI: Membaca Ulang Makna Kekuasaan

Apa yang Bisa Dilakukan?

Selain meningkatkan pembangunan infrastruktur, penting juga untuk melibatkan komunitas lokal dan pihak swasta dalam mendukung pendidikan. Sekolah dapat mengadopsi strategi seperti pembelajaran bergilir (shift learning) untuk mengurangi jumlah siswa dalam satu kelas. Di sisi lain, pelatihan guru untuk menciptakan metode pengajaran yang lebih efektif dalam ruang terbatas juga perlu diperhatikan.

Kelas yang nyaman dan mendukung adalah hak setiap anak. Dengan komitmen yang lebih kuat dari semua pihak, kita dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik bagi generasi penerus bangsa.

Referensi
  • WHO. (2021). Environmental Factors and Learning Outcomes.
  • UNESCO. (2023). Education Report: Classroom Density in Developing Countries.
  • Badan Pusat Statistik (BPS). (2023). Laporan Statistik Pendidikan Indonesia.
  • Kemendikbudristek. (2022). Data Sekolah Indonesia.

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Kapolri Minta Dukungan MUI soal Fatwa Vape, Analis: Langkah Strategis Lindungi Generasi Muda dari Narkoba

Panglima TNI Pimpin Sertijab, Maruli Jadi Wakil Panglima dan Tandyo Budi KSAD

FIPT Desak Kadishub Jatim Sidak Trans Jatim Koridor 2 Malang dan Terminal Arjosari

DPRD Majalengka Temukan Genteng Revitalisasi Sekolah Lebih Buruk dari yang Lama

LFI Sukabumi Ancam Turun ke Jalan, Desak Penindakan Prostitusi Online

GMNI Sukabumi Raya Soroti Pengelolaan Dana BOSP Kesetaraan

APBD Kota Batu 2027 Capai Rp1,07 Triliun, Ini Rincian Anggarannya

Gekrafs dan KBRI Ankara Promosikan Kuliner Indonesia di Turki Jelang Hekrafnas 2026

Laptop ASUS OLED Dua Layar 3K 120Hz, Seberapa Nyaman untuk Kerja Seharian?

Film Melawan Stigma Karya Herlambang Hashemi dari Malang Tembus Festival Internasional

Prev Next

POPULER HARI INI

Pemotor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang Malang, Tiga Orang Terluka

Jelang Mudik Lebaran, Polres Malang Perketat Pengamanan Stasiun dan Terminal

DPR Ingatkan Pembatasan Kuota PTN: Jangan Bikin Kampus Negeri Eksklusif

Hiswana Migas Malang Pastikan Stok BBM dan LPG 3 Kg Aman Jelang Lebaran 2026

Ansor Tebuwung Tutup Ramadan dengan Khatmil Quran dan Aksi Sosial

BERITA LAINNYA

Kapolri Minta Dukungan MUI soal Fatwa Vape, Analis: Langkah Strategis Lindungi Generasi Muda dari Narkoba

Panglima TNI Pimpin Sertijab, Maruli Jadi Wakil Panglima dan Tandyo Budi KSAD

FIPT Desak Kadishub Jatim Sidak Trans Jatim Koridor 2 Malang dan Terminal Arjosari

DPRD Majalengka Temukan Genteng Revitalisasi Sekolah Lebih Buruk dari yang Lama

LFI Sukabumi Ancam Turun ke Jalan, Desak Penindakan Prostitusi Online

GMNI Sukabumi Raya Soroti Pengelolaan Dana BOSP Kesetaraan

APBD Kota Batu 2027 Capai Rp1,07 Triliun, Ini Rincian Anggarannya

Gekrafs dan KBRI Ankara Promosikan Kuliner Indonesia di Turki Jelang Hekrafnas 2026

Laptop ASUS OLED Dua Layar 3K 120Hz, Seberapa Nyaman untuk Kerja Seharian?

Film Melawan Stigma Karya Herlambang Hashemi dari Malang Tembus Festival Internasional

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

Hujan Deras Picu Tanah Ambles di Tajinan Malang, Dapur Rumah Warga Rusak

Mahasiswa Unesa Angkat Kisah Wandu Ludruk Lewat Film Dokumenter ‘Panggung Wandu’

IPNU-IPPNU Tambakrejo Gresik Santuni Anak Yatim, Tutup Rangkaian Kegiatan Ramadan

Jelang Lebaran, BRI Ingatkan Nasabah Waspada Penipuan Modus File APK

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved