JAVASATU.COM- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menargetkan nilai kelulusan rata-rata 9 di seluruh satuan pendidikan pada tahun 2026. Target tersebut ditegaskan Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M. saat meninjau sejumlah sekolah di Kecamatan Kepanjen, Senin (12/1/2026).
“Pemkab Malang akan berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan. Target nilai kelulusan rata-rata 9 harus tercapai secara merata di seluruh sekolah, bukan hanya sekolah tertentu, dan harus mencapai 100 persen pada 2026,” tegas Sanusi.

Peninjauan dilakukan di SDN Panggungrejo 4, SMP Negeri 4 Kepanjen, dan SMP Negeri 3 Kepanjen sebagai bagian dari evaluasi kualitas pembelajaran, program pendidikan, serta kesiapan sarana dan prasarana sekolah.
Bupati Malang juga meninjau SDN Jatirejoyoso Kepanjen, sekolah dengan jumlah peserta didik relatif sedikit. Berdasarkan data, jumlah siswa di sekolah tersebut menunjukkan tren peningkatan, dari 53 siswa pada tahun ajaran 2023–2024, menjadi 56 siswa pada 2024–2025, dan kembali naik menjadi 61 siswa pada 2025–2026.
Dalam kunjungan itu, Sanusi meninjau langsung proses pembelajaran dari kelas I hingga kelas VI, sekaligus berdialog dengan kepala sekolah, guru, dan siswa untuk menyerap aspirasi serta kendala yang dihadapi dalam kegiatan belajar mengajar.
Di SMPN 4 Kepanjen, Bupati Malang meninjau pameran lukisan kelas digital 9K dengan beragam tema dan meresmikan ICT Center sebagai penguatan pembelajaran berbasis teknologi.
Sementara di SMPN 3 Kepanjen, ia meninjau kolam budidaya ikan lele dan nila, menyaksikan kegiatan ekstrakurikuler olahraga serta talkshow bahasa Inggris, dan ikut menendang bola saat latihan sepak bola siswa.
Kunjungan berlanjut ke SDN Panggungrejo 4, di mana Bupati Malang melihat langsung praktik membatik ecoprint, kegiatan karawitan, serta proses pembelajaran Pendidikan Agama Hindu, Kristen, dan Katolik.
“Fokus evaluasi hari ini adalah sistem pembelajaran di jenjang SD dan SMP. Perbaikan metode belajar mengajar menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” ujar Sanusi.
Selain evaluasi pendidikan, Pemkab Malang juga menggelar santunan anak yatim di sekolah-sekolah yang dikunjungi sebagai bentuk kepedulian sosial. Bupati Malang turut menyerahkan bantuan bibit pohon buah dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang untuk mendorong kepedulian lingkungan di lingkungan sekolah.
Melalui langkah ini, Pemkab Malang berharap satuan pendidikan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berperan dalam pembentukan karakter, kepedulian sosial, dan kesadaran lingkungan bagi peserta didik. (arf)