JAVASATU.COM- Analis kebijakan publik dan politik nasional, Nasky Putra Tandjung, mendukung langkah strategis Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo dalam mempersiapkan pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran melalui Operasi Ketupat 2026.

Dukungan tersebut disampaikan Nasky terhadap kebijakan yang dijalankan melalui Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., yang menyiapkan berbagai inovasi kampanye keselamatan bagi para pemudik.
Alumnus INDEF School of Political Economy Jakarta itu menyoroti sejumlah kreativitas kampanye keselamatan serta pendekatan humanis yang dilakukan Polri dalam menyambut Operasi Ketupat 2026 guna melayani, mengamankan, dan mengawal arus mudik serta arus balik Lebaran agar berjalan lancar dan tertib.
Menurut Nasky, kampanye keselamatan yang digagas Korlantas Polri tahun ini terasa berbeda karena lebih menyentuh sisi emosional masyarakat. Salah satunya melalui lagu kampanye keselamatan berjudul “Mudik Tertib Ojo Kesusu”.
Ia menilai, pendekatan tersebut menunjukkan bahwa Korps Bhayangkara tidak hanya memberikan instruksi teknis, tetapi juga menyampaikan pesan kemanusiaan kepada para pemudik.
“Melalui lagu itu, Polri menyisipkan pesan bahwa keluarga tercinta sedang menanti kehadiran pemudik di kampung halaman,” kata Nasky, Sabtu (7/3/2026).
Lagu yang mulai viral di berbagai platform media sosial itu bahkan dinilai dapat menjadi “teman perjalanan” bagi jutaan pemudik yang akan memadati jalur-jalur nasional menuju kampung halaman.
Nasky menilai lagu tersebut bukan hanya sarana hiburan, tetapi juga mengandung pesan keselamatan bagi para pemudik yang sedang melakukan perjalanan.
Menurutnya, lirik dalam lagu tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu mengedepankan keselamatan selama perjalanan mudik.
“Lewat lagu tersebut masyarakat dapat terhibur dalam perjalanan mudik. Liriknya juga mengingatkan pemudik agar tetap mengutamakan keselamatan di jalan raya. Mudah-mudahan ini menambah suasana psikologis yang riang dan membuat pemudik ingat bahwa mereka akan bertemu keluarga sehingga keselamatan harus diutamakan,” ujarnya.
Selain itu, Nasky juga menyoroti tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” yang diusung dalam Operasi Ketupat 2026. Ia menilai slogan tersebut mencerminkan komitmen Polri dalam memastikan perjalanan mudik berlangsung aman dan nyaman.
Menurutnya, pesan utama dari kampanye tersebut adalah menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama agar perayaan Idulfitri tidak ternoda oleh insiden di jalan raya.
Di sisi lain, Polri juga menegaskan bahwa tilang manual ditiadakan selama Operasi Ketupat 2026 yang berlangsung pada 13–25 Maret 2026. Penindakan pelanggaran lalu lintas hanya dilakukan melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).
Dengan kebijakan tersebut, fokus kepolisian selama masa mudik adalah memberikan pelayanan, pengaturan lalu lintas, serta memastikan keselamatan para pemudik.
Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil (civil society), Nasky menilai kampanye kreatif serta langkah humanis yang dilakukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menunjukkan komitmen kuat Polri dalam menjamin keselamatan masyarakat selama momentum mudik.
Founder Nasky Milenial Center itu menyebut Operasi Ketupat merupakan operasi kemanusiaan yang mencerminkan kehadiran negara dan Polri dalam melayani masyarakat selama Ramadan, arus mudik, Idulfitri hingga arus balik.
“Operasi Ketupat 2026 adalah operasi kemanusiaan. Operasi Ketupat bukan hanya operasi di bidang lalu lintas, bukan hanya mengamankan arus mudik dan balik, tetapi negara hadir, Polri hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memastikan rangkaian bulan suci Ramadan dan Idulfitri berjalan dengan aman, tertib, kondisi kriminalitas terkendali, dan lalu lintas tetap lancar,” ujar Nasky dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (7/3/2026).
Nasky yang juga menjabat sebagai Ketua Indonesia Youth Epicentrum memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras dan dedikasi Kapolri serta Kakorlantas Polri beserta seluruh jajarannya dalam mengawasi dan mengamankan arus mudik.
Ia menilai komitmen tersebut penting untuk mewujudkan lalu lintas yang aman, selamat, tertib, dan lancar (Kamseltibcarlantas), sekaligus memastikan keamanan masyarakat selama arus mudik, Idulfitri hingga arus balik.
Di akhir keterangannya, Nasky menegaskan kehadiran Polri selama Operasi Ketupat merupakan bukti bahwa negara hadir untuk menjaga keselamatan perjalanan masyarakat.
“Tugas Polri adalah melayani, melindungi, dan mengayomi. Mudik bukan hanya soal perjalanan, tetapi soal pulang dengan selamat,” tegasnya.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi memperkenalkan tagline pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, yakni “Mudik Aman, Keluarga Bahagia.” Ia juga menginstruksikan seluruh jajaran Polri untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Tagline kita kali ini adalah ‘Mudik Aman dan Keluarga Bahagia’. Tentunya yang kita kedepankan adalah langkah preemtif dan preventif. Penegakan hukum kita upayakan seminimal mungkin sehingga ini betul-betul menjadi pelayanan kemanusiaan,” ujar Jenderal Sigit dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral di Auditorium Mutiara STIK-PTIK, Jakarta, Senin (2/3/2026).
Sementara itu, Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho sebelumnya juga meluncurkan tagline Operasi Ketupat 2026 “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” serta memperkenalkan lagu kampanye keselamatan berjudul “Mudik Tertib Ojo Kesusu.”
Peluncuran tagline dan lagu tersebut digelar di Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (3/3/2026), sebagai bagian dari komitmen Polri dalam mengamankan arus mudik dan arus balik Lebaran selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. (arf)