Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

Kupatan Ngasbuntung Tulungagung Tetap Lestari, Jaga Tradisi dan Edukasi

Ichwan Efendi by Ichwan Efendi
27 Maret 2026

JAVASATU.COM- Tradisi kupatan tetap lestari di Dusun Ngasbuntung, Desa Banjarsari, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung. Warga setempat menggelar perayaan kupatan sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus mempererat kebersamaan usai Hari Raya Idulfitri, Kamis (26/3/2026) malam.

Credit: Ichwan Efendi

Kegiatan ini diikuti seluruh elemen masyarakat, mulai dari RT/RW hingga para pemuda yang aktif bergotong royong menyukseskan acara. Antusiasme warga terlihat dalam setiap rangkaian kegiatan yang berlangsung meriah dan penuh kebersamaan.

Ketua paguyuban, Suprapto, mengatakan tradisi kupatan merupakan warisan leluhur yang terus dijaga secara turun-temurun. Selain menjadi ajang silaturahmi, kupatan juga menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda.

“Tradisi ini tidak hanya mempererat hubungan antarwarga, tapi juga mengenalkan nilai-nilai budaya agar tetap dicintai generasi muda,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Dikutip dari berbagai sumber, Kupatan sendiri memiliki makna filosofis mendalam dalam budaya Jawa. Kata “kupat” dimaknai sebagai “ngaku lepat” atau mengakui kesalahan, serta “laku papat” yang mencerminkan empat tindakan, yakni Lebaran, Luberan, Leburan, dan Laburan. Nilai-nilai tersebut menjadi pengingat pentingnya saling memaafkan, rendah hati, dan menjaga hubungan baik.

Perwakilan warga, Kasiono, mengaku bersyukur tradisi ini masih bisa dilaksanakan secara rutin. Ia berharap kupatan tetap menjadi agenda tahunan sebagai simbol kekompakan masyarakat.

“Semoga tradisi ini terus dilestarikan dan tidak hilang, karena ini bagian dari identitas kita,” katanya.

Sebagai kearifan lokal, kupatan di Dusun Ngasbuntung menjadi bukti bahwa masyarakat masih menjaga budaya di tengah perkembangan zaman. Tradisi ini sekaligus menegaskan pentingnya mempertahankan jati diri, sebagaimana pepatah Jawa, “wong Jawa aja nganti ilang Jawane.” (ich/nuh)

Tags: IdulfitriKabupaten TulungagungKupatanTradisi
Previous Post

Panglima TNI Beri KPLB ke Prajurit Juara Hafalan 30 Juz di Libya

Next Post

Lapas Malang-TNI Tanam 250 Pohon di SAE Ngajum, Perkuat Mitigasi Bencana

Related Posts

Ginofest 2026 Gresik Ditutup, 205 Inovasi Dipamerkan dan Dikompetisikan
Berita

Ginofest 2026 Gresik Ditutup, 205 Inovasi Dipamerkan dan Dikompetisikan

8 November 2026
Kapolresta Malang Kota Gandeng UB Lestarikan Budaya Lokal, Boso Walikan Dibukukan
Berita

Kapolresta Malang Kota Gandeng UB Lestarikan Budaya Lokal, Boso Walikan Dibukukan

8 November 2026
Polres Malang Mediasi Sopir Angkot soal Rambu Trans Jatim yang Dicopot
Berita

Polres Malang Mediasi Sopir Angkot soal Rambu Trans Jatim yang Dicopot

8 November 2026
TNI Temukan Black Box Helikopter MI-17 yang Jatuh di Seruyan
Berita

TNI Temukan Black Box Helikopter MI-17 yang Jatuh di Seruyan

8 November 2026
Wabup Gresik Tinjau Rumah Pompa, Siapkan Antisipasi Banjir
Berita

Wabup Gresik Tinjau Rumah Pompa, Siapkan Antisipasi Banjir

7 November 2026
Koops TNI Habema Amankan 7 Senjata Api dalam Operasi di Yahukimo
Berita

Koops TNI Habema Amankan 7 Senjata Api dalam Operasi di Yahukimo

7 November 2026
Next Post
Lapas Malang-TNI Tanam 250 Pohon di SAE Ngajum, Perkuat Mitigasi Bencana

Lapas Malang-TNI Tanam 250 Pohon di SAE Ngajum, Perkuat Mitigasi Bencana

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com