email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Kamis, 23 April 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Bupati Kediri Gagas Kawasan Budidaya Terpadu, Solusi Lahan Peternak Ayam Petelur

by Fathur Rohman
6 Maret 2026

JAVASATU.COM- Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito menggagas pembentukan kawasan budidaya terpadu sebagai solusi kendala lahan yang dihadapi peternak ayam petelur (layer) di Kabupaten Kediri. Gagasan ini disampaikan saat bertemu pengurus dan anggota Koperasi Produsen Peternak Unggas Kediri (KPPUK), Jumat (6/3/2026).

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. (Credit: Javasatu.com)

Mas Dhito mengatakan, selama ini peternak layer masih kesulitan mengembangkan usaha karena keterbatasan lahan yang sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Untuk itu, ia mendorong kajian pembentukan kawasan budidaya yang lebih luas dari sekadar kawasan industri peternakan.

“DKPP mengajukan kajian kawasan industri peternakan, ini bagus. Tapi kenapa tidak sekalian kawasan budidaya,” ujar Mas Dhito.

Menurutnya, kawasan budidaya terpadu tidak hanya mengakomodasi sektor peternakan ayam petelur, tetapi juga bisa dikembangkan untuk sektor lain seperti perikanan air tawar dan pertanian.

Data per 6 Maret 2026, populasi ayam petelur di Kabupaten Kediri mencapai 7.569.539 ekor dengan produksi telur sekitar 5.917.100 kilogram per bulan. Angka tersebut jauh melampaui kebutuhan daerah yang hanya sekitar 891.700 kilogram per bulan, sehingga terjadi surplus produksi.

Saat ini, jumlah peternak unggas skala besar di Kediri tercatat sekitar 60 orang, sementara pelaku usaha kecil dan mikro mencapai 2.800 orang. Sektor ini juga menyerap tenaga kerja sekitar 1.000 hingga 1.200 orang.

Mas Dhito menilai, persebaran peternak yang belum terpusat menjadi salah satu persoalan utama. Karena itu, pembentukan kawasan budidaya dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi dan pengembangan usaha.

“Peternak masih tersebar, ke depan perlu dijadikan satu kawasan. Tahun 2026 ini kita dorong kajiannya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua KPPUK, Eko Sanjoyo, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) yang selama ini aktif melakukan pendampingan.

BacaJuga :

NasDem Jatim Tutup Bimtek DPRD 2026, 147 Anggota Digembleng Politik Anggaran

Eksekusi Swalayan Dinoyo Malang, PN Kosongkan Aset Lelang, Putusan Inkrah

Ia berharap sinergi antara KPPUK dan pemerintah daerah terus terjaga untuk mendukung program pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Harapannya, KPPUK bisa terus bersinergi dan mendukung program pemerintah daerah demi kesejahteraan masyarakat Kediri,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Kediri menargetkan kajian kawasan budidaya terpadu dapat disusun pada 2026 sebagai langkah awal penataan sektor peternakan dan penguatan ekonomi daerah. (kur/nuh)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: BudidayaBupati KediriHanindhito Himawan PramanaKabupaten KediriMas DhitoPemkab KediriPeternakan

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

NasDem Jatim Tutup Bimtek DPRD 2026, 147 Anggota Digembleng Politik Anggaran

Ketum PBTI Lantik Pengurus Taekwondo Kaltim, Targetkan Prestasi Dunia

Band Asal Malang One More Light Rilis “Save My Heart”, Angkat Kisah Kehilangan di Masa Tersulit

Eksekusi Swalayan Dinoyo Malang, PN Kosongkan Aset Lelang, Putusan Inkrah

Berkedok Pengobatan, Pria di Gedangan Malang Cabuli Pasien Dibekuk Polisi

TMMD 128 di Mimika, Kampung Keakwa Jadi Prioritas Pembangunan

Pengasuh Pesantren Tebuireng Gus Kikin Ajak Jaga Ukhuwah NU

TMMD ke-128 Gresik Dimulai, Fokus Bedah Rumah hingga Pembangunan Jalan Desa

Hari Bumi, Prof Ahmad Barizi Ajak Kembali pada Tatanan Ilahi demi Selamatkan Alam

Kota Kediri Konsisten 5 Tahun di 10 Besar Kota Toleran Nasional

Prev Next

POPULER HARI INI

DPRD Kabupaten Gresik Awasi Ketat Pembangunan Proyek Jalan

Enggak Usah ke Singapura, Cukup ke RS Saiful Anwar Saja

Hari Bumi, Prof Ahmad Barizi Ajak Kembali pada Tatanan Ilahi demi Selamatkan Alam

Eksekusi Swalayan Dinoyo Malang, PN Kosongkan Aset Lelang, Putusan Inkrah

Wali Kota Kediri Lantik PNS, Tekankan Profesionalisme dan Loyalitas

BERITA LAINNYA

NasDem Jatim Tutup Bimtek DPRD 2026, 147 Anggota Digembleng Politik Anggaran

Ketum PBTI Lantik Pengurus Taekwondo Kaltim, Targetkan Prestasi Dunia

Band Asal Malang One More Light Rilis “Save My Heart”, Angkat Kisah Kehilangan di Masa Tersulit

TMMD 128 di Mimika, Kampung Keakwa Jadi Prioritas Pembangunan

Kota Kediri Konsisten 5 Tahun di 10 Besar Kota Toleran Nasional

ASN Yahukimo Tewas Ditembak OPM di Dekai, TNI-Polri Buru Pelaku

Kasum TNI Diapresiasi Pemerintah Selandia Baru atas Pembebasan Pilot KKB

Perwira TNI Jadi Lulusan Terbaik SLC 2026 di Brunei Darussalam

Atlet Muda Taekwondo Indonesia Kalahkan Eropa di Uzbekistan

Analis Apresiasi Gercep Kapolda Banten Tanam Ribuan Pohon Dukung Asta Cita

Prev Next

POPULER MINGGU INI

DPRD Kabupaten Gresik Awasi Ketat Pembangunan Proyek Jalan

Tiga Desa di Kecamatan Manyar Jadi Pilot Project Desa Cantik Gresik 2026

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Keris Presiden Prabowo Dipamerkan di Bakorwil Malang

Enggak Usah ke Singapura, Cukup ke RS Saiful Anwar Saja

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

%d