JAVASATU.COM- Pergantian Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas I Malang resmi berlangsung. Teguh Pamuji berpamitan dari jabatannya dan digantikan oleh Christo Victor Nixon Toar dalam acara pisah sambut yang digelar khidmat, Jumat (17/4/2026).

“Pergantian kepemimpinan adalah hal yang wajar dalam organisasi. Saya berharap saudara Christo mampu membawa Lapas Kelas I Malang semakin maju, menjaga profesionalitas, serta memperkuat sinergi antar instansi dan pihak ketiga,” ujar Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kadiyono.
Acara yang digelar di Aula Museum Pendjara Lowokwaroe itu dihadiri jajaran pejabat pemasyarakatan se-Korwil Malang. Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan pejabat lama dan baru, diiringi tarian tradisional serta prosesi pengalungan bunga sebagai simbol penghormatan.
Dalam sambutan perpisahannya, Teguh Pamuji menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran atas dukungan selama masa kepemimpinannya. Ia menyoroti sejumlah capaian, seperti pembangunan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan peningkatan fasilitas dapur.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga besar Lapas Malang yang telah mendukung saya dalam melaksanakan tugas. Banyak kenangan dan capaian yang kita raih bersama,” ungkap Teguh.
Ia juga menilai Lapas Malang memiliki potensi besar untuk terus berkembang, termasuk keberadaan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) seluas 20,5 hektare.
“Lapas Malang ini adalah tempat yang luar biasa, saya yakin di bawah kepemimpinan yang baru akan semakin berkembang dan maju,” tambahnya.
Diketahui, Teguh Pamuji selanjutnya mendapat penugasan baru sebagai Pembina Keamanan Pemasyarakatan Ahli Madya di Kantor Wilayah. Suasana haru menyelimuti momen perpisahan yang dihadiri seluruh jajaran.
Sementara itu, Kalapas Malang yang baru, Christo Victor Nixon Toar, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program yang telah berjalan serta meningkatkan kinerja lembaga.
“Menjadi Kalapas Malang adalah amanah yang luar biasa bagi saya. Saya mohon dukungan dari seluruh jajaran agar dapat melanjutkan program strategis yang sudah berjalan dengan baik,” ujar Christo.
Ia berharap dapat segera beradaptasi dan memperkuat sinergi internal guna menjaga kesinambungan program pemasyarakatan di Lapas Kelas I Malang.
Prosesi pisah sambut ditutup dengan tradisi pedang pora yang mengiringi langkah perpisahan Teguh Pamuji. Barisan petugas membentuk lorong kehormatan sebagai simbol penghargaan atas dedikasi dan pengabdian selama menjabat.
Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya kepemimpinan Teguh Pamuji sekaligus awal babak baru di bawah kepemimpinan Christo Toar di Lapas Kelas I Malang. (dop/arf)