JAVASATU.COM- Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri melalui Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) menggelar kegiatan Akselerasi Karang Taruna bertajuk Optimalisasi Inovasi dan Branding Organisasi di Pasar Setono Betek Lantai 2, Sabtu (11/4/2026). Kegiatan ini menjadi langkah konkret memperkuat peran strategis pemuda sekaligus mendorong organisasi Karang Taruna lebih adaptif dan inovatif dalam pembangunan daerah.

Diskusi menghadirkan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Adi Sutrisno, Ketua Karang Taruna Kota Kediri Ronggo Nagoro, serta pegiat media sosial dan film Harianto. Fokus utama kegiatan ini adalah penguatan sinergi, inovasi, dan strategi branding organisasi pemuda di era digital.
“Media sosial harus dihidupkan kembali. Dari sana aktivitas organisasi bisa terlihat, dikenal, dan menginspirasi lebih banyak orang. Ini penting untuk membangun citra organisasi sekaligus memperluas jangkauan program,” tegas Adi Sutrisno.
Ia menambahkan, Pemkot Kediri berkomitmen mendukung program kepemudaan agar berjalan optimal dan tepat sasaran. Menurutnya, kepemimpinan baru di Karang Taruna harus menjadi momentum percepatan inovasi.
“Kepemimpinan muda ini harus jadi momentum akselerasi. Penguatan branding organisasi harus segera diwujudkan. Ke depan juga akan ada proyek film kolaboratif sebagai percontohan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kota Kediri Ronggo Nagoro menyatakan siap mengemban amanah dan membawa energi baru bagi organisasi. Ia mengajak seluruh anggota untuk aktif berinovasi dan melek teknologi.
“Amanah ini tanggung jawab bersama. Saya mengajak seluruh pengurus untuk terus semangat, menghadirkan inovasi, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi agar organisasi semakin relevan,” ungkapnya.
Ronggo juga menegaskan kesiapan Karang Taruna untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Kediri dalam mendukung visi pembangunan daerah.
“Kami siap bersinergi dengan pemerintah untuk mewujudkan Kota Kediri MAPAN,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Karang Taruna diharapkan semakin kuat sebagai organisasi kepemudaan yang kolaboratif, inovatif, dan berdaya saing, sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan di tingkat masyarakat. (kur/arf)