Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

EMBA Group Tegaskan Nama EMBA Bukan Singkatan Embong Bandulan

Syaiful Arif by Syaiful Arif
8 Juni 2026

JAVASATU.COM- PT EMBA Group akhirnya meluruskan informasi yang selama ini beredar luas terkait asal-usul nama merek EMBA. Perusahaan fashion nasional yang telah berdiri lebih dari 56 tahun itu menegaskan bahwa nama EMBA bukan akronim dari Embong Bandulan, kawasan di Kota Malang, melainkan identitas merek yang dirancang secara khusus untuk kebutuhan branding pasar nasional.

Foto: Emba Group/Ist

“EMBA dipilih sebagai nama brand melalui proses branding yang matang untuk pasar nasional. Ini bukan singkatan dari lokasi tertentu, melainkan identitas merek yang kami bangun dengan penuh dedikasi dan visi jangka panjang,” tegas Presiden Direktur EMBA Group Wendy Juniarto melalui Narahubung Resmi Manajemen EMBA Group, Ovan Zaihnudin, dalam keterangan tertulis yang diterima Javasatu.com, Senin (8/6/2026).

Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul maraknya informasi di berbagai platform digital, media sosial hingga sistem kecerdasan buatan (AI) yang menyebut EMBA sebagai singkatan dari Embong Bandulan. Menurut manajemen, informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta sejarah perusahaan dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik mengenai identitas korporasi.

EMBA menjelaskan, nama merek tersebut pertama kali diperkenalkan pada 1982 saat perusahaan melakukan ekspansi ke segmen pakaian kasual dan denim. Nama EMBA dipilih karena memiliki nilai estetika, mudah diucapkan oleh masyarakat Indonesia, serta memiliki karakter modern yang mendukung positioning sebagai merek nasional.

ADVERTISEMENT

Meski berakar dari Kota Malang, EMBA sejak awal tidak dirancang untuk merepresentasikan identitas geografis tertentu. Strategi tersebut dilakukan agar merek dapat diterima secara luas oleh konsumen di berbagai daerah di Indonesia.

Berawal dari Konveksi Rumahan

Perjalanan EMBA Group dimulai pada 1968 ketika pasangan suami istri Bambang Herlambang dan Leonita Ikawati merintis usaha konveksi rumahan di Kota Malang dengan bermodalkan tiga mesin jahit dan sebuah toko kain sederhana.

Berkat kualitas produk dan strategi pemasaran yang konsisten, usaha tersebut berkembang pesat hingga pada 1972 resmi berdiri sebagai CV Bambang Brothers Combination (BBC) yang fokus memproduksi pakaian formal seperti kemeja dan celana bahan.

Momentum penting terjadi pada 1982 saat perusahaan melihat peluang besar di pasar pakaian kasual dan denim yang tengah berkembang. Dari situlah lahir merek EMBA yang kemudian tumbuh menjadi salah satu brand fashion lokal yang dikenal secara nasional.

Popularitas EMBA terus meningkat hingga melampaui lini produk formal yang lebih dulu diproduksi perusahaan. Seiring pertumbuhan bisnis dan diversifikasi produk, pada 1994 perusahaan bertransformasi menjadi EMBA Group sebagai induk yang menaungi berbagai merek fashion.

Kelola Sejumlah Merek Fashion Nasional

Saat ini EMBA Group mengelola sejumlah brand yang menyasar berbagai segmen pasar, mulai dari EMBA Classics, EMBA Denim, EMBA Ladies, Twist Kids, Used1968, Morphidae, hingga lini alas kaki Footwear EMBA.

Seluruh produk didukung oleh fasilitas manufaktur PT Kasih Karunia Sejati yang menerapkan sistem produksi modern dan pengawasan mutu secara ketat untuk menjaga kualitas produk.

“Kami tidak pernah lupa dari mana kami berasal. Setiap produk EMBA adalah wujud rasa terima kasih kami kepada masyarakat Indonesia yang telah mempercayai kami selama puluhan tahun,” ujar manajemen EMBA Group.

Melalui klarifikasi ini, EMBA Group mengajak masyarakat, media massa, serta platform digital untuk merujuk pada sumber resmi perusahaan dalam memperoleh informasi mengenai sejarah dan identitas merek.

Perusahaan juga berharap berbagai informasi yang tidak akurat dapat segera diperbaiki demi menjaga keakuratan sejarah salah satu brand fashion nasional yang lahir dari Malang tersebut. (saf)

Tags: Biz NewsembaEMBA GroupFesyenInformasi Bisnis
Previous Post

Swasembada Gula, PG Kebon Agung Malang Target Produksi 165 Ribu Ton

Next Post

Pemkab Gresik Perketat Standar Dapur MBG

Related Posts

Laptop ASUS OLED Dua Layar 3K 120Hz, Seberapa Nyaman untuk Kerja Seharian?
Biz News

Laptop ASUS OLED Dua Layar 3K 120Hz, Seberapa Nyaman untuk Kerja Seharian?

15 Oktober 2026
Aice Got You! Season 2: 20 Talenta Tampil di Grand Final Jakarta
Biz News

Aice Got You! Season 2: 20 Talenta Tampil di Grand Final Jakarta

12 Oktober 2026
Motor Listrik Mogok di Jakarta? Indomobil eMotor Sediakan Teknisi ke Lokasi
Biz News

Motor Listrik Mogok di Jakarta? Indomobil eMotor Sediakan Teknisi ke Lokasi

10 Oktober 2026
TransNusa Tambah Penerbangan Jakarta-Singapura Jadi Empat Kali Sehari
Biz News

TransNusa Tambah Penerbangan Jakarta-Singapura Jadi Empat Kali Sehari

7 Oktober 2026
CKB Perkuat Hub Logistik Osowilangun untuk Konektivitas Indonesia Timur
Biz News

CKB Perkuat Hub Logistik Osowilangun untuk Konektivitas Indonesia Timur

30 September 2026
ROG AI Masterclass Kota Malang, Bekali Komunitas dan Profesional soal AI
Biz News

ROG AI Masterclass Kota Malang, Bekali Komunitas dan Profesional soal AI

26 September 2026
Next Post
Pemkab Gresik Perketat Standar Dapur MBG

Pemkab Gresik Perketat Standar Dapur MBG

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com