JAVASATU.COM- Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin menghadiri kegiatan halalbihalal bersama jajaran Kecamatan Kota di Kantor Kecamatan Kota, Selasa (14/4/2026). Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat silaturahmi sekaligus mendorong kolaborasi dalam pelayanan publik dan keamanan lingkungan.

“Alhamdulillah Kecamatan Kota ini lulus dalam ujian Ramadan kemarin, dengan aksi nyata berupa solidaritas membantu warga dan musala yang terdampak bencana,” ujar Gus Qowim, sapaan akrab Wakil Wali Kota Kediri.
Ia menilai kepedulian sosial yang ditunjukkan jajaran kecamatan saat bencana angin puting beliung di wilayah Manisrenggo dan Kaliombo menjadi contoh nyata semangat gotong royong. Bantuan dihimpun secara sukarela oleh berbagai elemen, mulai dari kelurahan hingga PKK.
“Semangat kebersamaan ini bukan hanya membantu warga terdampak, tapi juga menjadi ladang amal bagi kita semua,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Qowim juga menegaskan bahwa pengabdian aparatur pemerintah tidak sekadar menjalankan tugas administratif, tetapi memiliki nilai ibadah.
“Apa yang kita lakukan ini bukan hanya pekerjaan, tetapi juga menjadi amal yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT,” tegasnya.
Selain aspek sosial, ia turut mengapresiasi langkah Kecamatan Kota dalam memperkuat keamanan lingkungan melalui integrasi CCTV di seluruh kelurahan. Program ini dinilai mampu meningkatkan rasa aman masyarakat, terutama di waktu rawan.
“Dengan cakupan 17 kelurahan, saya harap pemasangan CCTV ini segera rampung dan memberi manfaat luas. Apalagi akan dilombakan dalam Siskampling, ini langkah yang luar biasa,” jelasnya.
Menurutnya, program tersebut dapat melengkapi sistem keamanan berbasis ronda yang selama ini sudah berjalan, sekaligus mendorong partisipasi aktif warga dalam menjaga lingkungan.
“Semoga lomba ini menumbuhkan rasa memiliki dan kebiasaan baik masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungannya,” tambahnya.
Di akhir kegiatan, juga diserahkan bantuan berupa dana dan sembako kepada warga Kecamatan Kota yang terdampak bencana sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah.
“Kebersamaan adalah kunci keberhasilan pembangunan. Tanpa kolaborasi, program tidak akan berjalan optimal,” pungkasnya. (kur/nuh)