JAVASATU.COM- Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang (FK UM) kembali menunjukkan taringnya di kancah nasional. Nada Balqis MY Wulan bersama timnya berhasil menciptakan dua inovasi teknologi medis yang dirancang untuk menjadi solusi deteksi dini penyakit mematikan secara mandiri dan terjangkau.

Inovasi pertama yang diperkenalkan adalah CHITO-CRISPR. Alat ini merupakan biosensor berbasis portable molecular detector yang difokuskan untuk mendeteksi kanker serviks, salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia.
Uniknya, CHITO-CRISPR memungkinkan deteksi secara non-invasif hanya melalui sampel urin. Kehadiran alat ini bertujuan mengatasi hambatan sosial seperti rasa malu saat pemeriksaan, sekaligus memberikan akses bagi wilayah yang minim fasilitas laboratorium kompleks.
“Kami ingin meningkatkan kesadaran perempuan untuk skrining sejak dini dengan cara yang lebih mudah dan nyaman,” ujar Nada dalam sesi wawancara pada Kamis (16/4/2026).
Tak berhenti di situ, tim mahasiswa FK UM juga mengembangkan inovasi kedua bernama IMUNO-SENSE PATCH. Teknologi ini menargetkan deteksi dini penyakit autoimun yang selama ini seringkali sulit diidentifikasi pada tahap awal.
Alat ini menggunakan sistem smart hollow microneedle yang terintegrasi dengan aplikasi pemantauan di ponsel pintar. Dengan mendeteksi biomarker tertentu melalui sistem tersebut, risiko gangguan imun dapat diketahui lebih cepat dan akurat.
Kedua teknologi ini dirancang khusus agar adaptif untuk digunakan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Sifatnya yang sederhana dan praktis diharapkan mampu memangkas angka keterlambatan diagnosis penyakit di daerah-daerah terpencil.

Berkat dedikasi dalam riset dan kolaborasi bersama dosen pembimbing, karya ini berhasil meraih prestasi di dua ajang bergengsi nasional, yakni Festival Science Competition Neuroglia (FASCIA) 2026 dan Bandung Essay Competition 3.
Pencapaian ini mempertegas komitmen FK UM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ketiga mengenai kehidupan sehat dan kesejahteraan. Inovasi ini diharapkan tidak hanya menjadi konsep, namun segera diproduksi secara luas untuk masyarakat. (jup)