JAVASATU.COM- Elemen masyarakat yang tergabung dalam Justicia Networking Forum (JNF) menggelar aksi simpatik di Jalan Raya Narogong, Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026). Dalam aksi tersebut, mereka membagikan bunga mawar merah putih dan stiker kepada pengendara sebagai bentuk dukungan terhadap Badan Gizi Nasional (BGN) sekaligus menyerukan penghentian berbagai tudingan yang dinilai tidak berdasar.

“Kami mengajak semua pihak untuk menghentikan fitnah dan tudingan yang tidak berdasar terhadap BGN, karena lembaga ini sedang menjalankan program strategis nasional,” ujar Koordinator JNF, Anto Yulinanto, di lokasi aksi.
Aksi yang berlangsung di pintu masuk Vida, Jalan Raya Narogong itu mengusung tagar #MasyarakatBersamaBGN dan #HentikanFitnahBGN. Sejumlah aktivis, khususnya dari kalangan perempuan, tampak turun langsung ke jalan membagikan bunga dan stiker kepada pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas.
“Kami ingin menyampaikan pesan damai sekaligus dukungan kepada BGN agar tetap fokus menjalankan program Makan Bergizi Nasional untuk generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045,” tambah Anto.
Selain membagikan bunga, para aktivis juga menempelkan stiker bertuliskan “Hentikan Fitnah BGN” di kendaraan umum dan ojek online. Aksi ini menarik perhatian pengguna jalan dan berlangsung tertib di bawah pengawasan petugas.
Anto menilai, sejumlah pihak terus melontarkan kritik yang dinilai tidak berdasar terhadap BGN, termasuk dari tokoh publik. Ia menegaskan bahwa seluruh proses pengadaan di lembaga tersebut dilakukan secara transparan dan akuntabel.
“Pengadaan di BGN dilakukan secara terbuka dan bisa dipertanggungjawabkan. Jadi jangan asal menuding tanpa dasar yang jelas,” tegasnya.
Lebih lanjut, JNF memastikan aksi serupa akan terus digelar di berbagai daerah sebagai bentuk dukungan terhadap program prioritas pemerintah, khususnya program Makan Bergizi Nasional (MBG) yang menjadi salah satu fokus Presiden Prabowo Subianto.
“Setelah Bekasi, kami akan menggulirkan aksi ini di kota-kota lain agar masyarakat semakin memahami pentingnya program ini dan tidak terpengaruh informasi yang menyesatkan,” pungkas Anto.
Aksi ini menjadi bagian dari gerakan masyarakat sipil dalam mengawal program pemerintah sekaligus merespons dinamika opini publik yang berkembang di tengah masyarakat. (saf)