
Peserta kegiatan dibatasi hanya 50 orang dengan sejumlah fasilitas pelatihan dan materi pengembangan bisnis digital. Di antaranya framework peningkatan performa bisnis, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk monetisasi, pelatihan dasar digital marketing, penggunaan WhatsApp Business, Canva, dan CapCut, hingga akses lebih dari 80 kelas e-course senilai lebih dari Rp10 juta serta peluang menjadi mitra umrah M2B.
Kepala Divisi Riset Pengembangan Wirausaha Digital Akwindo, Wahyu Eko Setiawan, mengatakan program ini dirancang untuk memperkuat ekosistem wirausaha digital berbasis perempuan yang mandiri dan kolaboratif, bukan sekadar slogan pemberdayaan.
“Bunda Naik Kelas ini diharapkan mampu memperkuat daya dukung ekosistem wirausaha digital di Indonesia, khususnya yang digerakkan oleh ibu-ibu yang berdaya, mandiri, dan berkolaborasi. Ini bukan hanya emansipasi, tapi program nyata yang berdampak pada kesejahteraan keluarga,” ujar Wahyu, Jumat (15/5/2026).
Ia menegaskan bahwa perempuan memiliki potensi besar dalam dunia usaha karena kemampuan multitasking dan daya juang yang tinggi dalam menopang ekonomi keluarga.
“Ibu sudah pasti potensinya multitasking. Apalagi daya juangnya untuk menghidupi keluarga sangat besar. Kita hanya perlu mengarahkan dan memberikan jalannya dengan tepat melalui Akwindo,” tambahnya.

Wahyu juga menyebut program “Bunda Naik Kelas” pertama kali digagas di Kota Malang karena ekosistem UMKM di wilayah tersebut dinilai sudah kuat dan siap berkembang ke level lebih tinggi.
“Jejaring kita di Malang Raya sudah cukup kuat dan potensial. Sekarang tinggal memperkuat kolaborasinya. Secara sistem teknologi dan manajemen bisnis, kita sudah siap untuk scale up dari Kota Malang,” pungkasnya.
Pendaftaran peserta dilakukan secara daring melalui tautan resmi yang telah disediakan panitia. Informasi lengkap dapat diakses melalui: Daftar Bunda Naik Kelas. (arf)