JAVASATU.COM- Band alternative metal asal Padang, Void Grip, kembali memanaskan geliat musik underground lokal lewat perilisan single terbaru berjudul Alive pada Kamis (14/5/2026). Lagu tersebut menjadi penanda evolusi musik mereka ke arah yang lebih berat, agresif, dan bernuansa industrial.

Kehadiran Alive sekaligus mempertegas posisi Void Grip sebagai salah satu kolektif musik independen yang aktif mendorong perkembangan kancah musik keras di Sumatera Barat.
“Lagu ini bercerita tentang klaustrofobia saat kita tersadar akan keberadaan diri kita sendiri. Ini adalah suara dari sesuatu yang sedang runtuh, dan energi dingin yang muncul dari keruntuhan tersebut,” ujar Void Grip dalam keterangan resminya, Jumat (15/5/2026).
Berbeda dari rilisan debut mereka pada 2025 yang lebih atmosferik, Alive tampil dengan karakter distorsi tebal, tuning rendah repetitif, dan ritme mekanis yang intens. Kombinasi tiga gitar dari Farid Yoelhian, Adan Est, dan Wira Rizki menciptakan lapisan suara padat yang menjadi ciri baru Void Grip.
Sementara itu, vokal Fikri Suljic menghadirkan nuansa emosional yang berpadu dengan ledakan vokal distorsif khas musik heavy-gaze modern.
“Kami ingin musik ini terasa seperti getaran yang merambat melalui lantai,” lanjut pernyataan band tersebut.
Secara lirik, Alive mengangkat tekanan mental, kegelisahan eksistensial, hingga rasa sesak menghadapi realitas hidup modern. Tema tersebut dinilai dekat dengan keresahan generasi muda yang hidup di tengah tekanan sosial dan emosional.
Void Grip sendiri dikenal sebagai kolektif lintas generasi yang lahir dari komunitas musik independen Padang. Mereka memadukan fondasi alternative metal dengan eksplorasi eksperimental yang kini semakin gelap dan tidak terduga.
Band ini diperkuat oleh Farid Yoelhian (lead guitar), Adan Est (rhythm guitar/distorted vocals), Wira Rizki (rhythm guitar/backing vocals), Yoga Utama (bass), serta Rafif Ashraf (drum).
Single Alive sudah tersedia di Spotify dan berbagai platform streaming digital mulai 14 Mei 2026. (nuh)