JAVASATU.COM- Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat meragukan validitas kenaikan Angka Partisipasi Sekolah (APS) di Kota Malang. Hal itu disampaikannya saat diwawancarai awak media, usai Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Malang, Senin (4/5/2026).

Menurutnya, kenaikan APS yang terlihat dalam laporan belum tentu mencerminkan kondisi riil di lapangan. Pemerintah masih menemukan sejumlah indikasi ketidaksesuaian data.
Ia menjelaskan bahwa salah satu penyebabnya adalah adanya siswa yang melanjutkan pendidikan ke pesantren atau madrasah yang tidak masuk dalam sistem pendataan sekolah formal.
“Kita masih cek lagi datanya. Karena ada yang sudah lulus tapi masuk pesantren atau madrasah yang belum terdata. Jadi kenaikannya ini masih abu-abu,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah belum bisa menjadikan data APS sebagai acuan utama dalam menyusun kebijakan pendidikan.
Ia menegaskan bahwa verifikasi ulang akan segera dilakukan dengan melibatkan dinas terkait agar data yang dimiliki lebih akurat dan komprehensif.
Dengan data yang valid, Pemkot Malang berharap intervensi pendidikan, termasuk penanganan anak putus sekolah, bisa lebih tepat sasaran. (dop/nuh)