JAVASATU.COM- Sebanyak 260 pesilat pelajar SD hingga SMA dari 21 perguruan turun gelanggang dalam Kejuaraan Pencak Silat antar pelajar se-Kabupaten Malang yang digelar pada 2-3 Mei 2026 di SMAN 1 Sumberpucung. Di tengah tingginya antusiasme peserta, ajang ini tidak hanya menjadi arena adu teknik, tetapi juga ujian karakter bagi generasi muda.

Komposisi peserta didominasi sejumlah perguruan besar, seperti Perisai Diri dengan 61 atlet, Pagar Nusa 50 atlet, dan PSHT 29 atlet. Ketatnya persaingan diprediksi terjadi sejak babak awal, mengingat banyaknya pesilat potensial yang turun di berbagai kelas. Pesilat perempuan 117, laki-laki 143.
Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Malang, Zia’ul Haq, S.Sos, SH, M.Ap menegaskan bahwa kejuaraan ini harus menjadi panggung prestasi, bukan ajang rivalitas yang berujung konflik.
“Salam pencak silat! Saat ini kita buktikan bahwa pelajar Kabupaten Malang tidak hanya cerdas di kelas, tapi juga tangguh di gelanggang,” ujar Zia’ul Haq, Minggu (3/5/2026),
Ia secara tegas mengingatkan para peserta untuk menjaga nilai-nilai luhur pencak silat di tengah persaingan yang ketat.
“Jadikan gelanggang ini sebagai tempat mengukir prestasi, bukan permusuhan. Tunjukkan teknik terbaik kalian, mental juara, dan yang paling penting tunjukkan bahwa pesilat itu beradab,” tegasnya.

Menurutnya, peran pelatih, sekolah, dan orang tua menjadi kunci dalam membentuk pesilat yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga matang secara mental.
“Terima kasih untuk semua pelatih, orang tua, dan sekolah yang terus mendukung anak-anak kita. Tanpa kalian, tidak ada generasi penerus pencak silat,” pungkasnya. (arf)