JAVASATU.COM- Peringatan Dies Natalis ke-22 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) menjadi momentum penguatan peran sumber daya manusia (SDM) dalam pembangunan daerah. Dalam Sidang Senat Terbuka di Gedung Samantha Krida, Sabtu (2/5/2026), Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur Emil Elistianto Dardak menegaskan pentingnya menjadikan Jawa Timur (Jatim) sebagai gerbang baru Nusantara berbasis kekuatan human capital.

Menurut Emil, Jawa Timur memiliki potensi besar dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 42 juta jiwa. Namun, besarnya populasi tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kualitas SDM agar tidak menjadi beban pembangunan.
“Kita harus melihat manusia bukan sekadar sumber daya, tetapi sebagai modal atau human capital. Dengan jumlah penduduk besar, ini bisa menjadi kekuatan sekaligus tantangan jika tidak dikelola dengan baik,” ujar Emil, dalam orasi ilmiahnya di Dies Natalis ke-22 FISIP UB, sekaligus momen Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.
Ia menjelaskan, posisi strategis Jawa Timur selama ini ditopang sektor industri pengolahan dan perdagangan yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian. Karena itu, Jatim dinilai layak menjadi pusat pertumbuhan baru di Indonesia.
“Jawa Timur adalah center of gravity ekonomi Indonesia. Hampir seperempat industri pengolahan nasional ada di sini, dan perdagangan juga menjadi kekuatan utama,” katanya.
Namun demikian, Emil mengingatkan bahwa ketergantungan pada sektor primer seperti pertanian tidak lagi cukup. Meski menyerap hampir sepertiga tenaga kerja, kontribusi sektor tersebut terhadap ekonomi relatif kecil.
“Sekitar sepertiga angkatan kerja ada di sektor pertanian, tetapi kontribusinya hanya sekitar 11 persen. Ini tantangan besar yang harus kita jawab,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya transformasi menuju industri bernilai tambah serta penguatan rantai pasok agar Jawa Timur mampu bersaing dengan daerah lain, termasuk wilayah di luar Pulau Jawa yang kini mulai mengembangkan industri sendiri.
“Kita harus bergeser dari sekadar mengolah bahan mentah menjadi pusat industri turunan dan inovasi. Itu yang akan menguatkan posisi Jawa Timur sebagai gerbang baru Nusantara,” jelasnya.

Selain itu, Emil juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pendidikan dan daya saing global. Ia mengingatkan bahwa indikator pembangunan manusia (IPM) yang tinggi harus diikuti dengan peningkatan kualitas kompetensi, termasuk literasi dan kemampuan berpikir kritis.
“IPM kita sudah tinggi, tapi kualitas pembelajaran harus terus ditingkatkan. Jangan sampai hanya angka yang naik, tetapi kompetensinya tidak berkembang,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Emil juga menyinggung tantangan era digital, termasuk ketergantungan terhadap teknologi seperti kecerdasan buatan, yang perlu diimbangi dengan kemampuan analisis dan pemahaman dasar yang kuat.
“Teknologi itu membantu, tapi jangan sampai kita bergantung sepenuhnya tanpa memahami dasar ilmunya,” tambahnya.
Dies Natalis ke-22 FISIP UB ini diharapkan memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah dalam menyiapkan SDM unggul menuju Indonesia yang lebih kompetitif. (saf)