JAVASATU.COM- Suhu udara di berbagai wilayah Indonesia belakangan ini terasa sangat menyengat. Meski indikator termometer menunjukkan angka di bawah 40 derajat Celcius, tingginya tingkat kelembaban membuat suhu yang dirasakan tubuh bisa menyamai atau bahkan melampaui angka tersebut.

Merespons kondisi cuaca ekstrem ini, dr Husnul Muarif, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang mengeluarkan panduan tegas bagi masyarakat agar tetap aman saat harus beraktivitas di luar rumah. Ia menekankan bahwa kegiatan luar ruangan tidak dilarang, melainkan harus diatur dengan manajemen waktu yang ketat.
“Ya, boleh keluar ruangan, namun diperhatikan. Satu waktunya kalau pagi gitu, di bawah jam 10 masih aman, tapi kalau sudah di atas jam 10, itu kan peningkatan suhunya tajam,” jelas Kadinkes, Senin (4/5/2026).
Selain membatasi aktivitas pada pagi hari, ia juga menyarankan masyarakat untuk menggeser jadwal kegiatan ke sore hari saat intensitas matahari mulai menurun.
“Nah kalau sudah ada memang prioritas tadi itu, ya upayakan di bawah jam 10 aktivitasnya atau mungkin sore ya, setengah lima dan lain bisa. Itu lebih mengurangi pamparan daripada panas,” tambahnya.
Panduan kedua dari Dinas Kesehatan berkaitan dengan manajemen prioritas harian. Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam memilih kegiatan mana yang mutlak membutuhkan kehadiran fisik di luar ruangan.
“Yang kedua, upayakan kalau aktivitas itu prioritas lah, artinya ini saya harus keluar, ini tidak harus saya keluar,” tegasnya.
Terakhir, bagi warga yang tidak memiliki pilihan selain beraktivitas di tengah terik matahari karena tuntutan pekerjaan atau hal mendesak lainnya, perlindungan fisik menjadi kewajiban yang tidak bisa ditawar. Masyarakat diminta tidak abai terhadap paparan langsung sinar ultraviolet.
“Yang ketiga tadi itu, kalau bisa melindungi tubuh kita, kalau keluar bisa dengan pelindung kayak payung dan lain sebagainya,” ujarnya.
Ia kembali menegaskan bahwa langkah paling sederhana namun berdampak besar dalam mencegah sengatan panas adalah memutus durasi kontak dengan sinar matahari secara langsung.
“Sehingga tadi itu paling mudah itu hindari paparan sinar matahari yang terlalu lama, kalaupun terpaksa maka harus memakai pelindung misalnya payung atau yang lainnya,” tutup Kadinkes. (jup)