email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Senin, 11 Mei 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Jazilul Fawaid Dorong Pendidikan Tinggi Swasta, Usul 3 Juta Mahasiswa Terima KIP

by Syaiful Arif
4 Mei 2026

JAVASATU.COM- Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI, Jazilul Fawaid, mendorong peningkatan alokasi anggaran untuk pendidikan tinggi, khususnya bagi perguruan tinggi swasta. Hal itu disampaikan saat diwawancarai Javasatu.com usai menjadi keynote speaker dalam sarasehan di Gedung FISIP Universitas Brawijaya (UB), Malang, Senin (4/5/2026).

Jazilul Fawaid (tengah). Ahmad Imron Rozuli, Dekan FISIP UB (ujung kanan). Foto: Javasatu.com/Ist

Gus Jazil, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa komitmen DPR RI terhadap sektor pendidikan mengacu pada amanat konstitusi yang mengharuskan alokasi minimal 20 persen dari APBN untuk pendidikan. Dari total belanja negara sekitar Rp3.800 triliun, sekitar Rp769 triliun dialokasikan untuk sektor tersebut.

“Seluruh anggota DPR dan masyarakat Indonesia harus taat pada mandat konstitusi. Undang-undang memerintahkan 20 persen anggaran untuk pendidikan, dan itu sudah dijalankan,” ujar Gus Jazil.

Meski demikian, ia menilai distribusi anggaran pendidikan masih perlu difokuskan ulang, terutama untuk mendukung penguatan pendidikan tinggi dan riset. Saat ini, menurutnya, alokasi untuk perguruan tinggi, khususnya swasta, masih sangat minim.

“Perguruan tinggi swasta itu negara hampir tidak hadir, kecuali memberi SK. Padahal mereka juga ingin berkembang, tapi dukungan anggaran sangat kecil,” tegasnya.

Gus Jazil juga menyoroti kesenjangan akses pendidikan tinggi di Indonesia, baik antara wilayah barat dan timur maupun antara kelompok ekonomi masyarakat. Kondisi ini membuat banyak lulusan SMA tidak mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

“Indonesia ini masih ada kesenjangan, baik wilayah maupun ekonomi. Banyak yang tidak mampu kuliah, sementara bantuan yang ada masih sangat terbatas,” jelasnya.

Terkait hal itu, ia mengusulkan peningkatan jumlah penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah secara signifikan. Saat ini, penerima KIP hanya sekitar 1,2 juta mahasiswa per tahun, jauh di bawah jumlah lulusan SMA yang mencapai sekitar 6 juta orang.

BacaJuga :

Dosen UM Tembus Forum Pendidikan Dunia, Soroti Ketangguhan Mental Siswa

Mahasiswa KKN Al-Qolam dan Warga NU Kampungbaru Perkuat Ukhuwah

“Kalau mahasiswa kita 6 juta, minimal 3 juta harus di-cover negara. Bahkan idealnya semua bisa mendapatkan akses. Anggaran negara sebenarnya cukup untuk itu,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan akses pendidikan tinggi menjadi kunci dalam menciptakan generasi unggul yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki kapasitas intelektual yang kuat untuk bersaing di masa depan.

“Kalau kita ingin generasi cemerlang, maka negara harus hadir, termasuk dalam memastikan akses kuliah bagi seluruh anak bangsa,” pungkasnya. (saf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: dpr riFISIP UBJazilul FawaidKIPKota MalangpendidikanPerguruan TinggiubUnivesitas Brawijaya

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Wapres Gibran Minta Dukungan Kiai untuk Program Presiden Prabowo di Jombang

Ahli Hukum Soroti PSU Banjararum Belum Diserahkan, Warga Dinilai Bisa Dirugikan

Warga Banjararum Asri, Estate dan View Malang Tagih PSU Fisik Tak Kunjung Rampung

MUI Gresik Ingatkan Daging Kurban Harus ASUH dan Higienis Jelang Iduladha

Kurangi Gadget, Wali Kota Malang Ajak Anak Main Permainan Tradisional

OPINI: Fiscal Space, Peluang dan Tantangan bagi Stabilitas Ekonomi

Dosen UM Tembus Forum Pendidikan Dunia, Soroti Ketangguhan Mental Siswa

OPINI: Evaluasi Transformasi Birokrasi Digital: Efektifkah Pelayanan Publik di Indonesia?

Polisi Gadungan Pemalak Warung di Gresik Ditangkap, Ngaku Anggota Polsek

OPINI: Faktor yang Memengaruhi Pengembangan Smart Office di Era Digital

Prev Next

POPULER HARI INI

Kisah Zubaedah Bertahan di Lorong Pasar Kebalen yang Sunyi

Universitas Al-Qolam Malang dan NU Wujudkan Desa Maslaha di Kampungbaru Kediri

APS Naik Tajam, Pemkot Malang Curigai Data Tak Valid

Relokasi Pasar Gadang Malang Berjalan Lancar, Pedagang Kompak Pindah

Relokasi Pasar Gadang Malang, Pedagang Akui Omzet Sempat Turun

BERITA LAINNYA

Wapres Gibran Minta Dukungan Kiai untuk Program Presiden Prabowo di Jombang

Ahli Hukum Soroti PSU Banjararum Belum Diserahkan, Warga Dinilai Bisa Dirugikan

Warga Banjararum Asri, Estate dan View Malang Tagih PSU Fisik Tak Kunjung Rampung

MUI Gresik Ingatkan Daging Kurban Harus ASUH dan Higienis Jelang Iduladha

Kurangi Gadget, Wali Kota Malang Ajak Anak Main Permainan Tradisional

OPINI: Fiscal Space, Peluang dan Tantangan bagi Stabilitas Ekonomi

Dosen UM Tembus Forum Pendidikan Dunia, Soroti Ketangguhan Mental Siswa

OPINI: Evaluasi Transformasi Birokrasi Digital: Efektifkah Pelayanan Publik di Indonesia?

Polisi Gadungan Pemalak Warung di Gresik Ditangkap, Ngaku Anggota Polsek

OPINI: Faktor yang Memengaruhi Pengembangan Smart Office di Era Digital

Prev Next

POPULER MINGGU INI

APS Naik Tajam, Pemkot Malang Curigai Data Tak Valid

Pengosongan Rumah Dinas di Slipi, 12 Unit Ditertibkan untuk Prajurit TNI Aktif

Kisah Zubaedah Bertahan di Lorong Pasar Kebalen yang Sunyi

PAD Rp 2 Miliar Gagal, LSM Geruduk DPRD Batu Soroti Gate Parkir Pasar Among Tani

Universitas Al-Qolam Malang dan NU Wujudkan Desa Maslaha di Kampungbaru Kediri

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved