email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Sabtu, 13 Juni 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Kisah Zubaedah Bertahan di Lorong Pasar Kebalen yang Sunyi

by Julian Sukrisna
8 Mei 2026

JAVASATU.COM- Sebelumnya, di luar gedung Pasar Kebalen, Kota Malang, aspal jalanan riuh oleh tawar-menawar. Sejak subuh, kaki lima meluber, klakson bersahut-sahut, dan transaksi bergerak cepat di atas jalur lambat.

Namun, begitu melangkah masuk ke dalam gedung pasar, suasananya mendadak berubah drastis. Sunyi dan senyap.

Di salah satu sudut lapak yang sepi itu, Zubaedah duduk menanti pembeli. Sejak tahun 2016, ia setia menjaga lapak warisan almarhumah ibunya di dalam gedung.

Saat ratusan pedagang lain memilih meluber ke jalan demi menjemput bola, Zubaedah memilih bertahan di bawah atap beton pasar.

Lapak Zubaedah (jilbab coklat muda) di tengah-tengah lapak kosong di dalam Pasar Kebalen, Kota Malang. (Foto: Julian Sukrisna/Javasatu.com)

“Pertama yang jualan itu ibu saya, kemudian beliau meninggal dan saya meneruskan. Dari awal, saya memang enggak ada niatan untuk jualan di luar,” kata Zubaedah, Jumat (8/5/2026).

Takut Kehilangan Pelanggan

Gedung Pasar Kebalen sebenarnya sudah direnovasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang agar lebih layak. Namun, bangunan ini justru sepi aktivitas.

Lantai dua kosong melompong sejak awal diresmikan. Di lantai satu, hanya sebagian kecil lapak yang terisi, sementara bagian belakang kosong tak bertuan.

Kondisi lantai dua Pasar Kebalen, Kota Malang. (Foto: Julian Sukrisna/Javasatu.com)

Zubaedah bercerita, upaya mengajak pedagang luar masuk ke dalam gedung bukannya tidak pernah ada. Pemkot Malang berulang kali memberi imbauan, namun selalu gagal.

Pedagang di luar enggan masuk karena satu alasan klasik yang logis bagi urusan perut: takut sepi.

“Mereka tidak berkenan masuk karena takut kehilangan pelanggan,” ungkapnya.

Ketakutan kolektif itulah yang akhirnya memicu masalah baru. Karena semua pedagang memilih bertahan di pinggir jalan, pembeli pun enggan masuk ke dalam gedung.

Komunikasi “Surat-suratan” yang Mentah

Realitas di lapak Zubaedah menjadi pembenaran atas kritik tajam dari Anggota Komisi C DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi.

Menurut Arief, kegagalan penataan pasar selama ini terjadi karena Pemkot Malang kerap berkomunikasi menggunakan kacamata birokrasi, bukan pendekatan persuasif.

“Ajak komunikasi mereka. Selama ini komunikasi kan seolah-olah hanya memakai surat. Jangan lah,” kritik Arief saat ditemui usai sidak di kawasan Gadang, Kamis (07/05/2026).

Bagi legislator tersebut, mengirim surat edaran yang berisi instruksi jam buka-tutup atau perintah pindah secara mendadak hanya akan memicu penolakan pedagang.

BacaJuga :

Saat Efisiensi, Perjalanan Dinas DPKCPK Kabupaten Malang Membengkak

10 Ribu Pil Koplo dan Sabu Disita, 5 Pengedar Dibekuk Polisi Gresik

Pedagang kecil butuh jaminan bahwa saat mereka bersedia masuk ke dalam pasar, pendapatan mereka tidak mati.

“Jangan tiba-tiba lah. Kemarin perubahan jadwal di Pasar Kebalen itu kan tiba-tiba, sehingga pedagang ngedumel (menggerutu). Kalau begitu, sebulan dua bulan mereka pasti kembali lagi ke jalan,” tambah Arief.

Ia mendorong Pemkot Malang melakukan dialog tatap muka dan memberikan gambaran tata ruang yang menjanjikan di tempat relokasi yang baru.

“Kalau diajak ngomong dan diberi gambaran terbaik, saya yakin namanya manusia pasti bisa mengerti,” imbuhnya.

Asa di Balik Penertiban

Bagi Zubaedah, penertiban jalan di depan pasar Kebalen dan pedagang yang ada di luar bangunan pasar oleh Pemkot Malang justru membawa harapan baru.

Ia tidak cemas. Sebaliknya, ia berharap ketegasan pemerintah kali ini bisa membuat gedung pasar yang ditempatinya kembali bernyawa.

“Senang kalau semua pedagang akhirnya mau masuk ke dalam. Insyaallah, kalau di dalam ramai pedagang, pembeli juga otomatis pasti ikut ramai masuk ke sini,” harap Zubaedah. (jup)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Kota MalangPasar Kebalen

Comments 3

  1. Khaidir Saleh says:
    4 minggu ago

    Pak dewan hanya pencitraan, pedagang pkl kalau tidak dipaksa tidak akan mereka mau pindah, paksa dan awasi setiap hari itu baru bisa.

    Memuat...
    Reply
  2. ui. sty says:
    1 bulan ago

    InsyaaAllah lbh berkah dg tidak melanggar peraturan

    Memuat...
    Reply
  3. Wali murid Marcello Gilbert says:
    1 bulan ago

    Pemikiran yang waras buk Dah, selamat beruang.

    Memuat...
    Reply

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Saat Efisiensi, Perjalanan Dinas DPKCPK Kabupaten Malang Membengkak

DOR Kepanjen, ASN Tak Lapor Cerai Terancam Kembalikan Tunjangan Puluhan Juta

10 Ribu Pil Koplo dan Sabu Disita, 5 Pengedar Dibekuk Polisi Gresik

Polres Gresik Rawat Toleransi di Empat Rumah Ibadah

Syahravi Cerita Pengalaman Pribadi di Lagu “Salah Paham (Lagi)” Bareng Rinni

Pemeriksaan di Polres Malang Kini Terekam Audio-Video

Istri Wafat, Petugas Haji Asal Malang Tetap Bertugas, Wamenhaj Beri Penghormatan

Mbak Wali Ingin Pramuka Garuda Kota Kediri Cetak Generasi Tangguh

1.022 Atlet Ramaikan Kejurnas Tenis Piala Ketua MA RI 2026 di Malang

Mbak Wali Tegaskan Kediri Kota Agamis, Tak Toleransi Miras Ilegal

Prev Next

POPULER HARI INI

Dispendik Kabupaten Malang Tekankan Guru Berintegritas, Sekolah Harus Punya Branding

Mbak Wali Tegaskan Kediri Kota Agamis, Tak Toleransi Miras Ilegal

1.022 Atlet Ramaikan Kejurnas Tenis Piala Ketua MA RI 2026 di Malang

10 Ribu Pil Koplo dan Sabu Disita, 5 Pengedar Dibekuk Polisi Gresik

DOR Kepanjen, ASN Tak Lapor Cerai Terancam Kembalikan Tunjangan Puluhan Juta

BERITA LAINNYA

Saat Efisiensi, Perjalanan Dinas DPKCPK Kabupaten Malang Membengkak

DOR Kepanjen, ASN Tak Lapor Cerai Terancam Kembalikan Tunjangan Puluhan Juta

10 Ribu Pil Koplo dan Sabu Disita, 5 Pengedar Dibekuk Polisi Gresik

Polres Gresik Rawat Toleransi di Empat Rumah Ibadah

Syahravi Cerita Pengalaman Pribadi di Lagu “Salah Paham (Lagi)” Bareng Rinni

Pemeriksaan di Polres Malang Kini Terekam Audio-Video

Istri Wafat, Petugas Haji Asal Malang Tetap Bertugas, Wamenhaj Beri Penghormatan

Mbak Wali Ingin Pramuka Garuda Kota Kediri Cetak Generasi Tangguh

1.022 Atlet Ramaikan Kejurnas Tenis Piala Ketua MA RI 2026 di Malang

Mbak Wali Tegaskan Kediri Kota Agamis, Tak Toleransi Miras Ilegal

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Titans Tennis Tournament, Bukan Sekadar Adu Skill tapi Tempa Mental Juara

Prof. Ahmad Barizi Tegaskan PTKI Harus Menjadi “Nur” Moderasi Beragama di Indonesia

Dispendik Kabupaten Malang Tekankan Guru Berintegritas, Sekolah Harus Punya Branding

Rumah Dua Lantai di Pendem Batu Terbakar Saat Ditinggal Kerja dan Sekolah

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

%d