JAVASATU.COM- DPC Partai Gerindra Kota Malang menyembelih 11 ekor sapi dan 15 kambing pada perayaan Iduladha 1447 Hijriah, Kamis (28/5/2026). Ribuan paket daging kurban itu dibagikan kepada warga di lima kecamatan di Kota Malang dengan prioritas kaum duafa dan masyarakat kurang mampu.

Anggota DPRD Kota Malang dari Komisi B, Abu Bakar, mengatakan penyembelihan hewan kurban dilakukan selama dua hari. Satu ekor sapi disembelih sehari sebelumnya, sedangkan 10 sapi lainnya diproses pada Kamis pagi di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Malang.
“Daging sapi yang jumlahnya kira-kira 3.000 sampai 3.500 paket itu akan dikirimkan ke lima kecamatan di Kota Malang. Pembagiannya mudah-mudahan secara proporsional dan adil untuk semua,” ujar Abu Bakar.
Ia menjelaskan, hewan kurban yang disembelih berasal dari kader, pembina, hingga simpatisan Partai Gerindra. Dua sapi terbesar berasal dari Ketua DPC Gerindra Kota Malang Moreno Soeprapto dengan bobot lebih dari satu ton dan sekitar 900 kilogram.
Menurut Abu Bakar, distribusi daging kurban diprioritaskan kepada masyarakat yang membutuhkan sesuai syariat kurban. Bahkan, kader dan anggota Fraksi Gerindra DPRD Kota Malang disebut tidak mengambil bagian dari pembagian daging tersebut.
“Kita mendahulukan kaum dhuafa. Untuk dari fraksi sendiri tidak mengambil bagian karena difokuskan untuk masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Malang Ginanjar Yoni Wardoyo menegaskan momentum Iduladha bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat.
“Ini bukan sekadar perayaan Iduladha, tapi menjadi momentum menanamkan kembali semangat pengorbanan dan pengabdian untuk masyarakat Kota Malang,” ujar Ginanjar, anggota DPRD Kota Malang dari Komisi D.
Ia menyebut seluruh kader Gerindra mendapat instruksi untuk terlibat langsung dalam kegiatan kurban agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas.
Pada pelaksanaan kurban tahun ini, Gerindra Kota Malang kembali memanfaatkan fasilitas RPH Kota Malang. Namun, pihaknya menilai masih ada sejumlah fasilitas yang perlu dibenahi, terutama terkait alat pemotong tulang agar proses penyembelihan lebih cepat dan efisien.
“Salah satu kendalanya ada di alat pemotong tulang. Kalau alatnya lebih modern tentu pekerjaan bisa lebih cepat dan petugas tidak terlalu kelelahan,” jelasnya.
Selain alat, Ginanjar juga menyoroti fasilitas umum dan kebersihan di area RPH yang dinilai perlu ditingkatkan untuk menunjang kenyamanan masyarakat dan panitia kurban. (dop/arf)