JAVASATU.COM- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik mulai mematangkan strategi pelaksanaan program kerja tahun 2026 melalui kegiatan worksession yang melibatkan seluruh pimpinan komisi. Forum tersebut digelar untuk memperkuat sinergi internal sekaligus memastikan ketercapaian program prioritas yang terangkum dalam konsep Trisula MUI Kabupaten Gresik.

Kegiatan bertajuk “Eksplorasi Potensi Organisasi untuk Ketercapaian Trisula MUI Kabupaten Gresik 2026” itu berlangsung di Kantor MUI Kabupaten Gresik, Jumat (5/6/2026), sebagai tindak lanjut dari rapat pimpinan yang telah dilaksanakan sebulan sebelumnya.
“Alhamdulillah kita bisa mewujudkan tindak lanjut dari pertemuan pimpinan satu bulan lalu. Ini merupakan eksekusi program yang telah direncanakan MUI Kabupaten Gresik,” ujar Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik, KH. Ainur Rofiq Thoyyib, Jumat (5/6/2026).
Dalam forum tersebut, MUI Gresik menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan berbagai program organisasi meski di tengah tantangan efisiensi yang terjadi di berbagai sektor. Menurut KH. Ainur Rofiq, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi produktivitas maupun menghambat pencapaian target organisasi.
Karena itu, MUI Gresik mendorong penguatan kolaborasi antar komisi serta membangun kemitraan dengan berbagai pihak guna mendukung pelaksanaan program secara lebih efektif dan berkelanjutan.
“Kegiatan ini istilahnya ada kabel yang sebelumnya semrawut dan tidak tersambung. Dengan rapat ini harapan kita semua komisi tersambung, bergerak bersama, sehingga perlu ada kolaborasi antara komisi satu dengan yang lain,” katanya.
KH. Ainur Rofiq juga menekankan pentingnya kemampuan organisasi dalam membaca perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang selama ini menjadi fondasi gerakan MUI. Menurutnya, pengembangan organisasi harus dilakukan secara adaptif dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip yang baik.
“Harus terus menggunakan ushul fiqh dalam pengembangan organisasi. Kita harus terus belajar mengikuti perkembangan zaman, tetapi tidak boleh meninggalkan nilai-nilai lama yang baik,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik, Prof. Dr. H. Abdul Chalik, M.Ag., mengajak seluruh pimpinan komisi untuk membangun budaya inovasi dalam menjalankan program kerja. Menurutnya, inovasi menjadi salah satu kunci agar organisasi tetap mampu berkembang dan menjawab tantangan zaman.
“Kita bicara tentang inovasi. Ide itu memang tidak sempurna, dan kita akan mengetahui ketidaksempurnaan itu ketika kita melakukan sesuatu. Inovasi adalah keberanian untuk melangkah,” ujar Prof. Abdul Chalik.
Ia menjelaskan, salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk menghadapi keterbatasan sumber daya adalah memperkuat kemitraan strategis dengan berbagai pihak. Untuk itu, setiap komisi didorong menyusun gagasan yang sederhana, terukur, dan mudah dikomunikasikan kepada calon mitra melalui proposal atau Terms of Reference (TOR) yang ringkas dan efektif.
Menurutnya, kepercayaan publik dan mitra dapat dibangun melalui komunikasi yang baik serta konsistensi dalam menjalankan program yang telah direncanakan.
“Saatnya kita bergerak bersama menuju Trisula MUI. Caranya adalah dengan komitmen, koordinasi berkelanjutan, dan jangan menunggu waktu untuk melakukan sesuatu. Start for now,” pungkasnya.
Melalui worksession tersebut, MUI Kabupaten Gresik berharap seluruh komisi dapat menyelaraskan langkah dan memperkuat sinergi guna mewujudkan Trisula MUI 2026 yang berfokus pada aspek pelayanan umat, enterprising, dan penguatan academic ecosystem. (bas/arf)