JAVASATU.COM- Misteri kematian bayi perempuan yang ditemukan di dalam kardus di area perkebunan tebu Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, masih diselidiki polisi. Untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban, penyidik Polres Malang telah mengajukan autopsi.

Bayi tanpa identitas itu ditemukan warga yang tengah mencari rumput di sekitar lokasi pada Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tidak bergerak dan berada di dalam kardus yang diletakkan di samping kebun tebu.
Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengatakan, penemuan bayi tersebut pertama kali diketahui seorang warga yang hendak mencari rumput di sekitar rumahnya.
“Saksi saat itu hendak mencari rumput di area sekitar rumahnya. Ketika berada di dekat perkebunan tebu, saksi melihat sebuah kardus dan mendapati seorang bayi perempuan dalam kondisi tidak bergerak di dalamnya,” kata Bambang, Rabu (10/6/2026).
Temuan itu kemudian dilaporkan kepada warga sekitar, perangkat desa, dan kepolisian. Personel Polsek Gondanglegi bersama tim medis dan Unit Inafis Polres Malang langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Saat ditemukan, bayi perempuan tersebut terbungkus kain tekstil berwarna cokelat hitam dan mengenakan jaket merah. Polisi juga mengamankan sejumlah barang yang ditemukan bersama korban untuk kepentingan penyelidikan.
“Korban ditemukan terbungkus kain dan berada di dalam kardus. Sejumlah barang yang ditemukan di lokasi telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.
Hingga kini, polisi masih berupaya mengungkap identitas korban dan memastikan penyebab kematiannya. Untuk itu, penyidik berkoordinasi dengan tim Inafis serta tenaga medis dan mengajukan permohonan autopsi agar hasil pemeriksaan dapat diketahui secara ilmiah.
“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan telah berkoordinasi dengan tim Inafis serta tenaga medis. Untuk memastikan penyebab kematian, penyidik juga mengajukan permohonan autopsi sehingga hasilnya dapat diketahui secara ilmiah dan objektif,” jelas Bambang.
Berdasarkan pemeriksaan awal dan keterangan saksi di lokasi, polisi belum menemukan tanda-tanda kekerasan yang tampak secara kasat mata pada tubuh korban. Meski demikian, penyidik belum dapat menarik kesimpulan sebelum hasil autopsi selesai dilakukan.
“Kami belum dapat berspekulasi mengenai penyebab kematian. Semua kemungkinan masih didalami dan menunggu hasil autopsi serta pemeriksaan lebih lanjut,” tegasnya. (agb/arf)