JAVASATU.COM- Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Majalengka periode 2026–2030, Lala Sunara, menghadapi tantangan besar setelah resmi terpilih memimpin organisasi olahraga tersebut. Selain mengejar prestasi atlet, ia dibebani tugas memulihkan kepercayaan publik terhadap KONI Majalengka yang sebelumnya menjadi sorotan akibat dugaan kasus korupsi dana hibah.

Lala Sunara ditetapkan sebagai Ketua Umum KONI Majalengka secara aklamasi dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) yang digelar di Gedung Nyi Rambut Kasih, Senin (27/7/2026). Penetapan dilakukan setelah ia menjadi satu-satunya calon yang memenuhi syarat dengan dukungan 37 pengurus cabang olahraga (pengcab).
“Kami ingin menjadikan KONI Majalengka sebagai organisasi yang profesional, transparan, akuntabel, dan mampu melahirkan prestasi olahraga yang membanggakan,” ujar Lala Sunara.
Sorotan terhadap kepengurusan baru tak lepas dari persoalan hukum yang sempat menimpa pengurus sebelumnya. Karena itu, pemulihan kredibilitas organisasi dinilai menjadi pekerjaan rumah yang sama pentingnya dengan pembinaan atlet menuju berbagai kejuaraan.
Lala menegaskan, kepercayaan masyarakat hanya bisa dikembalikan melalui tata kelola organisasi yang baik, terbuka, dan berorientasi pada prestasi.
“Kami akan membangun sistem organisasi yang lebih profesional dengan mengedepankan transparansi serta akuntabilitas dalam setiap program dan penggunaan anggaran,” katanya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, kepengurusan baru akan memperkuat pembinaan atlet dan pelatih secara berkelanjutan. Program yang disiapkan meliputi kompetisi berjenjang mulai tingkat kecamatan, pembinaan berbasis data, hingga peningkatan kualitas manajemen organisasi melalui pemanfaatan teknologi informasi.
“Pembinaan atlet harus dilakukan secara terencana dan berkesinambungan agar prestasi olahraga Majalengka terus meningkat,” ungkap Lala.
Selain fokus pada pembinaan sumber daya manusia olahraga, Lala juga menargetkan pengembangan sarana dan prasarana olahraga agar lebih representatif. Menurutnya, fasilitas yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam mencetak atlet berprestasi.
Dengan berbagai program tersebut, kepengurusan baru KONI Majalengka diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan insan olahraga, pemerintah, dan masyarakat, sekaligus membawa prestasi olahraga Kabupaten Majalengka kembali bersaing di tingkat provinsi maupun nasional. (eko/arf)