JAVASATU.COM- Prosesi Lentera Dalu menjadi penutup penuh makna dalam Festival Dolanan yang digelar di Taman Dolan Batu, Jumat (27/6/2026).
Ratusan peserta bersama keluarga menerbangkan lentera ke langit malam sebagai simbol doa, harapan, kebersamaan, dan komitmen menjaga nilai-nilai budaya yang diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Saat saya berharap di hati dan melihat lentera terbang ke langit, rasanya seperti menitipkan doa agar semua impian bisa terwujud. Momen ini membuat kami sekeluarga semakin dekat dan menjadi kenangan yang akan terus kami ingat,” ujar Emilia, salah seorang peserta.
Prosesi Lentera Dalu menjadi puncak emosional dari rangkaian Festival Dolanan yang diselenggarakan Taman Dolan Batu bersama mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang melalui tim Wavvy Creative.
Dalam suasana alam pedesaan, para peserta diajak menuliskan harapan sebelum menerbangkan lentera secara bersama-sama.
Banyak peserta mengaku momen tersebut memberikan pengalaman berbeda dibandingkan aktivitas wisata pada umumnya.
Selain menjadi hiburan, prosesi itu menghadirkan ruang refleksi untuk mempererat hubungan keluarga dan sejenak melepaskan diri dari kesibukan sehari-hari.
“Biasanya kalau liburan hanya bermain dan berfoto. Di sini kami diajak merenung, berharap, lalu melepaskannya bersama-sama. Rasanya sangat hangat dan penuh makna. Semoga semua harapan yang kami tulis benar-benar dikabulkan,” kata Farelino, peserta lainnya.
Cahaya lentera yang menghiasi langit malam Taman Dolan Batu menjadi simbol optimisme sekaligus memperkuat pesan utama Festival Dolanan, yakni menjaga kebersamaan keluarga serta melestarikan permainan tradisional dan budaya lokal di tengah perkembangan era digital.
Melalui prosesi Lentera Dalu, penyelenggara berharap pengunjung tidak hanya memperoleh pengalaman wisata, tetapi juga membawa pulang kenangan, harapan, dan semangat untuk terus merawat nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari. (nuh)