JAVASATU.COM- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang mulai mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur X Tahun 2027 yang akan digelar di Surabaya. Sebanyak 700 atlet dan 200 pelatih disiapkan melalui program Pra Pemusatan Latihan Kota (Pra Puslatkot) sebagai langkah awal memburu prestasi sekaligus mempertahankan posisi runner-up.

Sekretaris Umum KONI Kota Malang, Joko Purwosusanto, mengatakan proses seleksi akan dimulai pada Agustus 2026. Ribuan atlet dari berbagai cabang olahraga akan disaring untuk mendapatkan atlet terbaik yang akan memperkuat Kota Malang di ajang Porprov.
“Pada Agustus nanti kami mulai melaksanakan Pra Puslatkot. Dari sekitar 2.000 atlet yang ada di 67 cabang olahraga, kami akan menyeleksi sekitar 700 atlet dan 200 pelatih sebagai persiapan menuju Porprov 2027,” kata Joko dalam podcast Mbois Sport KONI Kota Malang bersama Javasatu.com, Selasa (30/6/2026).
Joko menjelaskan, setelah Pra Puslatkot, KONI Kota Malang akan melanjutkan program Puslatkot mulai Januari 2027 hingga pelaksanaan Porprov Jatim pada Juli 2027.
“Pra Puslatkot menjadi tahapan seleksi. Atlet yang benar-benar memenuhi standar akan masuk Puslatkot dan dipersiapkan secara intensif sampai Porprov berlangsung,” ujarnya.
Menurut Joko, target utama Kota Malang pada Porprov Jatim 2027 adalah mempertahankan posisi runner-up seperti yang diraih pada Porprov IX 2025. Selain itu, KONI juga membidik perolehan minimal 200 medali untuk menjaga konsistensi prestasi olahraga Kota Malang.
“Target kami tetap runner-up setelah Kota Surabaya. Raihan medali juga harus kami pertahankan, minimal sekitar 200 medali seperti capaian sebelumnya,” tegasnya.
Ia mengakui persaingan dengan Kota Surabaya akan kembali menjadi tantangan terbesar. Namun, rivalitas tersebut justru menjadi motivasi tambahan bagi para atlet Kota Malang untuk tampil maksimal.
“Kalau Malang bertemu Surabaya, suasananya selalu berbeda. Tidak hanya di sepak bola, tetapi hampir di semua cabang olahraga. Itu menjadi motivasi atlet-atlet kami untuk memberikan yang terbaik,” katanya.
Untuk mencapai target tersebut, KONI Kota Malang telah meminta seluruh cabang olahraga menggelar program try in dan try out di berbagai kejuaraan tingkat kota maupun provinsi. Hasil dari berbagai kompetisi tersebut akan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar menentukan atlet yang layak masuk pemusatan latihan.
Selain memaksimalkan atlet yang sudah ada, KONI juga menyiapkan strategi menambah perolehan medali melalui optimalisasi nomor pertandingan yang selama ini belum diikuti serta mempersiapkan cabang olahraga baru yang berpotensi menyumbang medali.
“Masih banyak nomor pertandingan yang belum kami ikuti. Itu menjadi peluang untuk menambah medali. Kami juga berupaya mengirim cabang olahraga yang sebelumnya belum tampil agar peluang prestasi semakin besar,” jelas Joko.
Sejumlah cabang olahraga diproyeksikan kembali menjadi andalan Kota Malang, di antaranya biliar, wushu, hapkido, renang, sepatu roda, dan ski air. Cabang-cabang tersebut selama ini menjadi penyumbang medali terbanyak bagi kontingen Kota Malang.
Di sisi lain, KONI Kota Malang juga mulai membangun regenerasi atlet untuk menjaga prestasi jangka panjang. Pembinaan atlet usia muda terus dilakukan agar Kota Malang tetap memiliki stok atlet berkualitas pada Porprov berikutnya.
Joko menambahkan, dukungan Pemerintah Kota Malang menjadi modal penting dalam persiapan menuju Porprov 2027. Namun, ia berharap dunia usaha juga ikut berpartisipasi melalui program Bapak Asuh untuk membantu pembinaan atlet.
“Alhamdulillah pemerintah kota sangat mendukung. Tetapi kebutuhan pembinaan olahraga sangat besar sehingga kami juga mengajak para pengusaha menjadi Bapak Asuh agar prestasi olahraga Kota Malang terus meningkat,” pungkasnya. (saf)