JAVASATU.COM- Setelah dilakukan pencarian selama sekitar 29 jam, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan Irsad Rivai Musslih (19), pemuda yang tenggelam di Sungai Bengawan Solo, Desa Gawan, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (20/7/2026) malam.

Korban ditemukan sekitar pukul 20.20 WIB setelah warga melaporkan adanya sesosok tubuh mengapung di aliran Sungai Bengawan Solo. Tim SAR bersama personel gabungan langsung menuju lokasi dan mengevakuasi korban ke Posko SAR sebelum dibawa ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen untuk proses identifikasi.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas berenang di Sungai Bengawan Solo, terutama pada lokasi yang memiliki arus bawah kuat dan kedalaman yang sulit diperkirakan. Keselamatan harus menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” kata Kapolsek Tanon Iptu Priyatno.
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar yang dilakukan Tim Inafis Satreskrim Polres Sragen bersama dokter RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban dipastikan meninggal dunia akibat tenggelam.
Operasi pencarian melibatkan Basarnas Surakarta, BPBD Kabupaten Sragen, Tim SAR WKO Kedungombo, Damkar, TRC, personel Pamapta Polres Sragen, Tim Inafis, tenaga medis, relawan, dan masyarakat.
Selama proses pencarian, tim melakukan penyisiran menggunakan perahu karet di aliran Bengawan Solo serta pencarian darat di sepanjang bantaran sungai.
Peristiwa bermula pada Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu korban bersama dua rekannya berada di tepian Sungai Bengawan Solo di Dukuh Ngipang, Desa Gawan. Karena cuaca terik, korban memutuskan turun ke sungai untuk berendam meski diketahui tidak memiliki kemampuan berenang.
Tak lama kemudian korban terpeleset dan terseret derasnya arus sungai. Seorang rekannya sempat berusaha menolong, namun ikut terbawa arus. Beruntung warga yang berada di sekitar lokasi segera melempar pelampung darurat sehingga rekan korban berhasil diselamatkan, sedangkan korban hilang di bawah permukaan air.
Sekitar pukul 21.00 WIB, jenazah korban berhasil dievakuasi dari lokasi penemuan. Setelah proses identifikasi selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Keluarga korban juga telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menyatakan menolak dilakukan autopsi melalui surat pernyataan resmi.
“Kami mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian, mulai dari Basarnas, BPBD, Tim SAR, Damkar, relawan, masyarakat hingga personel Polres Sragen yang bekerja tanpa henti sampai korban berhasil ditemukan,” ujar Iptu Priyatno. (wan/arf)