JAVASATU.COM- TransNusa membuka rute penerbangan langsung Lampung–Kuala Lumpur mulai 24 Agustus 2026. Maskapai tersebut juga menambah layanan Jakarta–Lampung hingga tiga kali sehari untuk memperkuat konektivitas dari Bandar Udara Internasional Radin Inten II.

Rute Lampung (TKG)–Kuala Lumpur (KUL) menjadi penerbangan internasional langsung baru dari Lampung. TransNusa menyebut layanan tersebut menjadi penerbangan langsung satu-satunya pada rute Lampung–Kuala Lumpur, sehingga masyarakat Lampung tidak perlu lebih dulu terbang ke Jakarta untuk menuju Malaysia.
Chief Executive Officer TransNusa Group, Datuk Bernard Francis, mengatakan pembukaan dua rute tersebut merupakan bagian dari strategi memperluas jaringan penerbangan sekaligus membuka akses yang lebih mudah bagi masyarakat Lampung menuju jaringan domestik dan internasional.
“Pembukaan rute Lampung–Kuala Lumpur menjadi langkah penting dalam memperluas akses masyarakat Lampung terhadap konektivitas internasional. Dengan adanya penerbangan langsung setiap hari, masyarakat kini memiliki pilihan perjalanan yang lebih mudah dan efisien untuk terhubung dengan Malaysia maupun berbagai destinasi lainnya melalui Kuala Lumpur,” ujar Datuk Bernard, melalui keteragnan tertulis diterima Redaksi Javasatu.com, Kamis (30/7/2026).
Penerbangan langsung Lampung–Kuala Lumpur akan beroperasi setiap hari dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 45 menit. Layanan ini sekaligus menandai dimulainya penerbangan internasional reguler dari Bandara Internasional Radin Inten II.
Kehadiran rute internasional tersebut diharapkan memperluas akses wisatawan mancanegara menuju Lampung. Sejumlah destinasi unggulan yang dapat menjadi daya tarik wisata antara lain Taman Nasional Way Kambas, Teluk Kiluan, Pulau Pahawang, dan Pantai Tanjung Setia.
Jakarta-Lampung Terbang 3 Kali Sehari
Selain rute internasional, TransNusa memperkuat konektivitas domestik melalui rute Jakarta (CGK)–Lampung (TKG). Penerbangan ini akan dilayani hingga tiga kali sehari dengan waktu tempuh sekitar 45–60 menit.
Datuk Bernard mengatakan peningkatan frekuensi penerbangan Jakarta–Lampung melengkapi akses internasional yang dibuka melalui rute Kuala Lumpur.
“Dengan membuka kedua rute ini secara bersamaan, kami ingin memberikan pilihan konektivitas yang lebih lengkap bagi masyarakat Lampung. Rute Lampung–Kuala Lumpur menghadirkan akses langsung ke jaringan internasional, sementara rute Jakarta–Lampung memperkuat hubungan Lampung dengan pusat aktivitas nasional,” katanya.
Dari Jakarta, penerbangan tersedia pada pukul 07.10, 10.10, dan 17.50 WIB. Sementara penerbangan dari Lampung menuju Jakarta dijadwalkan pada pukul 08.55, 16.35, dan 19.05 WIB.
Jakarta juga menjadi salah satu hub TransNusa yang menghubungkan penumpang dari Lampung dengan sejumlah destinasi lain. Dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, penumpang dapat melanjutkan perjalanan menuju Yogyakarta, Denpasar, Lombok, dan Singkawang.
Untuk rute internasional, jaringan penerbangan TransNusa dari Jakarta juga mencakup sejumlah destinasi seperti Singapura, Guangzhou, dan Bangkok.
Jadwal dan Harga Tiket Lampung-Kuala Lumpur
Kedua rute baru tersebut dilayani menggunakan pesawat COMAC C909 berkapasitas 95 kursi.
Untuk rute Lampung–Kuala Lumpur, penerbangan berangkat dari Radin Inten II pukul 11.40 WIB dan tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur pukul 14.25 waktu setempat.
Penerbangan kembali dari Kuala Lumpur dijadwalkan berangkat pukul 15.00 waktu setempat dan tiba di Lampung pukul 15.45 WIB.
Tiket rute Lampung–Kuala Lumpur mulai dijual sejak 24 Juli 2026. Harga tiket tersedia mulai Rp1.599.000 sekali perjalanan. Sementara tiket Kuala Lumpur–Lampung dibanderol mulai MYR399.
Adapun tiket Jakarta–Lampung tersedia mulai Rp699.000 sekali perjalanan. Tiket dapat dibeli melalui situs resmi TransNusa dan berbagai mitra agen perjalanan daring.
TransNusa juga menawarkan sejumlah fasilitas bagi penumpang, antara lain bagasi tercatat gratis hingga 20 kilogram, kursi dengan ruang kaki lebih lega atau extra legroom, serta diskon 10 persen untuk tiket anak.
Datuk Bernard mengatakan Lampung memiliki potensi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus destinasi wisata. Menurutnya, peningkatan konektivitas udara dapat membuka peluang bagi masyarakat, pelaku usaha, dan sektor pariwisata.
“Kami melihat Lampung memiliki potensi yang sangat besar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan destinasi pariwisata. Dengan hadirnya penerbangan langsung ke Kuala Lumpur dan peningkatan frekuensi menuju Jakarta, kami berharap konektivitas yang lebih baik ini dapat membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat, dunia usaha, maupun sektor pariwisata untuk terus berkembang,” pungkasnya. (saf)