JAVASATU.COM- Setelah sekitar 15 tahun menghadapi keterisolasian, masyarakat Distrik Ugimba, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, kembali merasakan kehadiran negara. Prajurit Koops TNI Habema menembus medan pegunungan ekstrem untuk membuka akses sekaligus memastikan kondisi keamanan di wilayah tersebut.

Ugimba berada di kawasan pegunungan dengan akses transportasi terbatas, hutan lebat, cuaca yang cepat berubah, serta suhu yang dapat mencapai 4 derajat Celsius. Kondisi geografis dan dinamika keamanan membuat mobilitas warga, pendidikan, pelayanan kesehatan hingga aktivitas ekonomi selama bertahun-tahun berjalan dalam keterbatasan.
Kondisi keamanan juga dipengaruhi aktivitas kelompok bersenjata OPM yang memanfaatkan wilayah terpencil sebagai ruang pergerakan. Situasi tersebut turut membatasi hubungan masyarakat Ugimba dengan wilayah lain dan akses terhadap pelayanan pemerintahan.
Kehadiran prajurit Koops TNI Habema menjadi bagian dari upaya pengamanan sekaligus membuka kembali ruang aktivitas masyarakat. Prajurit menempuh operasi selama tujuh hari sejak titik pendaratan helikopter hingga mencapai Distrik Ugimba dengan menghadapi medan pegunungan yang berat dan suhu dingin.
“Tugas kami bukan hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi memastikan masyarakat dapat menjalankan kehidupan secara aman dan normal. Keamanan menjadi fondasi agar pendidikan, pelayanan kesehatan, serta aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan. Kami hadir untuk membangun komunikasi, memperkuat kepercayaan, dan memastikan masyarakat merasakan kehadiran negara,” ujar Pangkoops TNI Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga, Senin (17/8/2026), dalam keterangan tertulis.
Selain pengamanan, Koops TNI Habema juga membawa bantuan kemanusiaan untuk warga Ugimba. Pangkoops TNI Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga bersama Dansatgas Habema Brigjen TNI Persada Alam dan Dansatgas Banmin Brigjen TNI Zamril Philiang menyerahkan 200 kilogram sembako, tiga ekor babi, 50 kilogram ayam, serta berbagai mainan untuk anak-anak.
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian sekaligus sarana memperkuat komunikasi antara prajurit dan masyarakat. Kehadiran TNI diharapkan tidak hanya menciptakan keamanan, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Masyarakat Papua Pegunungan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kehadiran TNI merupakan wujud tanggung jawab negara untuk melindungi seluruh masyarakat hingga pelosok negeri,” tegas Yudha.
Kepala Distrik Ugimba Penias Kogoya menyambut kedatangan Pangkoops TNI Habema bersama rombongan. Menurutnya, kedatangan pejabat dan prajurit TNI ke Ugimba menjadi momentum penting bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pemerintahan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Tuhan dan kepada negara. Selama ini Ugimba merupakan daerah yang jauh dari pemerintahan dan memiliki banyak keterbatasan, namun hari ini TNI telah hadir dan rombongan Pangkoops TNI Habema dapat sampai ke wilayah kami. Kami masyarakat dan pemerintah Distrik Ugimba sangat bangga menerima kehadiran ini sebagai bentuk nyata perhatian negara,” ujar Penias.
Ia juga mengapresiasi bantuan sembako dan tiga ekor babi yang diberikan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Penembusan akses menuju Ugimba menjadi momentum bagi pemerintah dan aparat keamanan untuk kembali memperkuat pelayanan serta aktivitas masyarakat di wilayah yang selama bertahun-tahun terisolasi. Kehadiran TNI diharapkan menjadi pijakan awal bagi terbukanya akses keamanan, sosial, pendidikan, kesehatan dan ekonomi masyarakat Ugimba. (saf)