Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Gus Kikin Jadi Ketum PBNU, Pesan Damai Gus Thoriq dari Tongkat Zaitun

Agung Baskoro by Agung Baskoro
31 Agustus 2026
0

JAVASATU.COM- Tongkat komando berbahan pohon zaitun pemberian Inisiator Hari Santri Nasional, KH Thoriq Bin Ziyad atau Gus Thoriq, kepada KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) menjadi simbol pesan perdamaian di tengah konflik internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Gus Thoriq menyerahkan tongkat zaitun kepada Gus Kikin, Ketua Umum PBNU hasil Muktamar ke-35 di Tambakberas, Jombang. (Foto: ist)

Tongkat tersebut diberikan Gus Thoriq kepada Gus Kikin pada Jumat petang, 5 Desember 2025, di kediamannya di Pondok Pesantren Babussalam, Desa Banjarejo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. Saat itu, Gus Kikin masih menjabat Ketua PWNU Jawa Timur periode 2024-2029 hasil Muktamar ke-34 di Lampung.

Kini, Gus Kikin yang merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng dan Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, terpilih sebagai Ketua Umum PBNU hasil Muktamar ke-35.

Gus Thoriq mengaku telah meyakini sejak jauh hari bahwa Gus Kikin dapat menjadi sosok pemersatu untuk meredam konflik internal di tubuh PBNU.

ADVERTISEMENT

“Gus Kikin ini kan cicitnya KH Hasyim Asy’ari ya, kami berbincang bahwa PBNU menjadi kekuatan besar di Indonesia karena ada tiga momentum. Pertama, kemenangan awal sebagai partai politik di era Orde Lama, kedua penumpasan paham komunisme serta ketiga munculnya Hari Santri Nasional yang kita peringati setiap tahunnya,” ujar Gus Thoriq, Senin (31/8/2026).

Menurut Gus Thoriq, pertemuan dengan Gus Kikin berlangsung ketika konflik internal PBNU sedang memanas. Gus Kikin datang bersilaturahmi ke kediamannya pada Jumat selepas Ashar.

Gus Thoriq kemudian berpesan agar Gus Kikin ikut meredam persoalan internal PBNU. Pesan tersebut disampaikan bersamaan dengan penyerahan tongkat zaitun yang telah disiapkan sebelumnya.

“Mendamaikan itu tugas yang mulia, jangan sampai konflik internal PBNU menjadi konflik yang meluas di umat,” tegas Gus Thoriq.

Ia menilai warga NU seharusnya menjadikan momentum organisasi sebagai ruang berlomba menuju kebaikan bagi umat, bukan memperpanjang konflik internal.

“Jangan sampai dengan berlarutnya konflik, akan semakin membuat NU keluar dari pondasi awal pembentukan organisasi ini. Sebab NU dibentuk sebagai benteng aqidah bagi umat,” ujar Gus Thoriq.

Tongkat Zaitun Dibuat Santri

Tongkat komando tersebut dibuat oleh santri Gus Thoriq selama sekitar satu minggu. Tongkat sepanjang 45 sentimeter itu berasal dari pohon zaitun yang tumbuh di lingkungan Pondok Pesantren Babussalam dan telah diberi asma’.

Di lingkungan pesantren tersebut terdapat 12 pohon zaitun. Rata-rata pohon itu berusia 7-10 tahun dan tumbuh subur.

Gus Thoriq mengatakan pemberian tongkat tersebut dimaksudkan sebagai penanda sekaligus pesan agar konflik internal PBNU dapat segera diselesaikan secara baik.

“Mudah-mudahan tongkat komando ini mampu mendamaikan PBNU. Karena sejatinya pohon zaitun adalah alat pemersatu perbedaan seperti yang terjadi di wilayah Syam (Jordania, Syiria, Palestina dan Lebanon-red),” ucapnya.

Gus Thoriq juga mengisyaratkan adanya kaitan simbolik antara pemberian tongkat tersebut dengan kisah pemberian tongkat serupa dari Syaikhona Kholil Bangkalan kepada KH Hasyim Asy’ari ketika organisasi Nahdlatul Ulama dibentuk.

“Dalam firman-Nya Allah SWT bersumpah menggunakan buah tin dan pohon zaitun. Semoga melalui tongkat komando ini, Gus Kikin bisa menjadi penengah dan mendamaikan konflik internal dalam PBNU,” tuturnya.

Harap Gus Kikin Satukan Warga NU

Setelah Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Thoriq berharap kepemimpinannya dapat memperkuat persatuan, bukan hanya di internal NU tetapi juga di tengah masyarakat Indonesia.

“Kami berharap NU menjadi pemersatu, menjadi agen Bhinneka Tunggal Ika,” terang Gus Thoriq.

Menurut dia, PBNU juga memiliki peran penting dalam menjaga empat pilar kebangsaan di tengah dinamika politik internasional.

“Kemerdekaan Republik Indonesia adalah amanah yang sangat besar, satu-satunya negara yang mampu merdeka dengan perjuangannya sendiri yang lama adalah Indonesia. Sehingga, Pancasila dan pesantren, harus manunggal,” ucap Gus Thoriq.

Gus Thoriq juga mengajak warga Nahdliyin yang tengah merayakan kemenangan maupun menghadapi kegagalan dalam Muktamar ke-35 agar tidak larut dalam euforia. Ia mengajak seluruh warga NU memperbanyak zikir dan selawat kepada Nabi Muhammad SAW.

“Bulan ini masuk bulan Maulid Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal. Semoga dengan ini semua persatuan, perdamaian dan kemakmuran bisa segera terwujud dan dirasakan oleh umat muslim dari ormas NU, dan semua umat di NKRI,” pungkas Gus Thoriq. (agb/arf)

Tags: Hari Santri NasionalNahdlatul Ulama
Previous Post

Mulai 1 September, Penerbangan TransNusa Singapura Beroperasi di Changi Terminal 4

Next Post

Pikap Bawa 439 Botol Arak Bali Melintas di Gresik, Polisi Bertindak

Related Posts

Peziarah Makam Sunan Gresik Meningkat di Hari Santri
Berita

Peziarah Makam Sunan Gresik Meningkat di Hari Santri

23 Oktober 2026
Danrem 083 Gagas Malang Kota Pejuang, Angkat Sejarah TRIP dan Laskar Sabilillah
Berita

Danrem 083 Gagas Malang Kota Pejuang, Angkat Sejarah TRIP dan Laskar Sabilillah

23 Oktober 2026
Kapolresta Malang Kota Ajak Warga Cegah Hoaks dan Kejahatan
Berita

Kapolresta Malang Kota Ajak Warga Cegah Hoaks dan Kejahatan

23 Oktober 2026
Kejari Kabupaten Malang Tetapkan 6 Tersangka KUR Fiktif BRI, Kerugian Rp 2,7 Miliar
Berita

Kejari Kabupaten Malang Tetapkan 6 Tersangka KUR Fiktif BRI, Kerugian Rp 2,7 Miliar

23 Oktober 2026
BNPB Ungkap Perkembangan dan Penanganan Bencana di Indonesia
Berita

BNPB Ungkap Perkembangan dan Penanganan Bencana di Indonesia

23 Oktober 2026
Pemkot Kediri Ajak Masyarakat Laporkan Peredaran Rokok Ilegal
Info Publik

Pemkot Kediri Ajak Masyarakat Laporkan Peredaran Rokok Ilegal

23 Oktober 2026
Next Post
Pikap Bawa 439 Botol Arak Bali Melintas di Gresik, Polisi Bertindak

Pikap Bawa 439 Botol Arak Bali Melintas di Gresik, Polisi Bertindak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Peziarah Makam Sunan Gresik Meningkat di Hari Santri
  • Danrem 083 Gagas Malang Kota Pejuang, Angkat Sejarah TRIP dan Laskar Sabilillah
  • HAIRUL Rilis Lagu “Dibuat Kamu”, Angkat Kisah Cinta Bertepuk Sebelah Tangan
  • Kapolresta Malang Kota Ajak Warga Cegah Hoaks dan Kejahatan
  • Kejari Kabupaten Malang Tetapkan 6 Tersangka KUR Fiktif BRI, Kerugian Rp 2,7 Miliar
  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com