Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

OMC Karhutla Jambi: 8 Ton Garam Disebar, Hujan Belum Maksimal

Yondi Ari by Yondi Ari
5 September 2026
0

JAVASATU.COM- Upaya pemerintah mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) belum memberikan hasil maksimal. Sebanyak 8.000 kilogram atau 8 ton natrium klorida (NaCl) telah disebar dari udara, tetapi terbatasnya awan potensial menjadi kendala untuk memicu hujan.

Foto: BNPB

OMC di Provinsi Jambi berlangsung pada 26 Agustus hingga 2 September 2026. Selama operasi tersebut, tim melakukan delapan sortie penerbangan dengan total waktu penerbangan mencapai 15 jam 32 menit.

“Operasi modifikasi cuaca di Jambi telah dilakukan sebanyak delapan sortie dengan total waktu penerbangan 15 jam 32 menit dan menggunakan 8.000 kilogram natrium klorida,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, Jumat (4/9/2026, melalui keterangan tertulis.

Penyemaian NaCl dilakukan dengan memanfaatkan awan yang berpotensi menghasilkan hujan. Namun, OMC tidak bisa bekerja hanya dengan menyebarkan garam dari udara. Keberadaan awan potensial menjadi salah satu faktor penting dalam pelaksanaan operasi tersebut.

“Keberhasilan operasi modifikasi cuaca untuk mendatangkan hujan masih terbatas karena keberadaan awan potensial di Jambi juga terbatas,” ujar Berton.

Kondisi tersebut menjadi tantangan di tengah ancaman karhutla yang masih berlangsung. Berdasarkan data BNPB hingga Kamis (3/9/2026), luas lahan yang terbakar di Provinsi Jambi mencapai 1.879,31 hektare.

Pada hari yang sama, estimasi area terbakar mencapai 47,5 hektare. Sebanyak 37 hektare berhasil dipadamkan, sedangkan 11,5 hektare masih dalam penanganan melalui operasi darat, water bombing, dan operasi gabungan.

Pemantauan juga mencatat 182 titik hot spot di Jambi. Sebanyak 34 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi dan 148 titik berada pada tingkat kepercayaan rendah.

Dari estimasi 47,5 hektare area terbakar pada Kamis (3/9), terdapat 20 fire spot. Tiga di antaranya merupakan titik lama yang masih dalam proses pemadaman.

Kondisi cuaca membuat pemerintah tidak bisa sepenuhnya mengandalkan OMC. Satgas darat tetap memperkuat pemadaman, pendinginan, patroli, serta pembuatan sekat bakar untuk membatasi penyebaran api.

Lahan gambut menjadi salah satu tantangan terbesar. Di sejumlah lokasi, alat berat tidak dapat masuk sehingga pembuatan sekat bakar tidak bisa dilakukan secara maksimal.

“Kalau hari ini ada perkembangan dari Satgas Udara, mungkin ada pelebaran sedikit saja area terbakarnya. Karena kondisinya memang gambut, semalam sudah kita lakukan upaya membuat sekat. Namun, ada daerah yang tidak bisa kita sekat karena alat berat tidak bisa masuk,” kata Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah.

Selain sekat bakar dan pendinginan, satgas darat juga diarahkan membuat kanal air. Kanal tersebut disiapkan sebagai sumber air untuk mendukung pemadaman dan pendinginan di area yang masih berpotensi terbakar.

Operasi udara melalui water bombing juga terus dilakukan untuk menjangkau lokasi yang sulit ditangani dari darat. Dari 37 hektare lahan yang berhasil dipadamkan pada Kamis (3/9), sebanyak 31 hektare ditangani satgas darat dan enam hektare melalui operasi water bombing.

Sebelumnya, OMC sempat menghasilkan hujan di sejumlah wilayah Jambi. Namun, kondisi atmosfer setelah periode operasi menjadi tantangan baru. Berdasarkan pemantauan BMKG, hingga 10 September 2026 diperkirakan belum terdapat pertumbuhan awan yang mendukung pelaksanaan OMC secara optimal.

Karena itu, satgas mengintensifkan patroli dan pemantauan cuaca sembari menunggu kondisi atmosfer yang memungkinkan penyemaian awan kembali dilakukan.

Di tengah keterbatasan OMC, penanganan karhutla Jambi tetap bertumpu pada operasi gabungan darat dan udara. Pemerintah harus mengejar pemadaman sekaligus mencegah bara di lahan gambut kembali memicu kebakaran.

Dengan luas karhutla yang telah mencapai 1.879,31 hektare dan puncak musim kemarau diprediksi berlangsung pada September, kondisi cuaca dalam beberapa hari ke depan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan efektivitas penanganan karhutla di Jambi. (dop/arf)

Tags: BNPBKarhutla
Previous Post

Vikrian Akbar, Produk Akademi Arema yang Kini Berseragam RANS

Next Post

Ladji Malle, Eks Timnas Mali U-23 Gabung RANS Nusantara FC

Related Posts

Kapolresta Malang Kota Turun ke Jalan, Pantau Lalu Lintas di Zona Sekolah
Berita

Kapolresta Malang Kota Turun ke Jalan, Pantau Lalu Lintas di Zona Sekolah

20 Oktober 2026
Ziarah KH Faqih Maskumambang, ISNU Dukun Perkuat Sinergi NU
Berita

Ziarah KH Faqih Maskumambang, ISNU Dukun Perkuat Sinergi NU

20 Oktober 2026
DPRD Kabupaten Malang Usulkan Rp3,2 Miliar untuk PMI pada 2027
Berita

DPRD Kabupaten Malang Usulkan Rp3,2 Miliar untuk PMI pada 2027

20 Oktober 2026
Gugatan Hamzah terhadap PDIP Majalengka Tak Diterima PN
Berita

Gugatan Hamzah terhadap PDIP Majalengka Tak Diterima PN

20 Oktober 2026
DMI Gresik Salurkan Air Bersih ke Masjid dan Musala
Berita

DMI Gresik Salurkan Air Bersih ke Masjid dan Musala

20 Oktober 2026
Jaringan Sabu di Menganti Gresik Terbongkar, 5 Tersangka Ditahan
Berita

Jaringan Sabu di Menganti Gresik Terbongkar, 5 Tersangka Ditahan

20 Oktober 2026
Next Post
Ladji Malle, Eks Timnas Mali U-23 Gabung RANS Nusantara FC

Ladji Malle, Eks Timnas Mali U-23 Gabung RANS Nusantara FC

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Kapolresta Malang Kota Turun ke Jalan, Pantau Lalu Lintas di Zona Sekolah
  • Ziarah KH Faqih Maskumambang, ISNU Dukun Perkuat Sinergi NU
  • DPRD Kabupaten Malang Usulkan Rp3,2 Miliar untuk PMI pada 2027
  • Gugatan Hamzah terhadap PDIP Majalengka Tak Diterima PN
  • Spencer Green Hotel Batu Gelar Olimpiade Matematika Anak 29 November 2026
  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com