JAVASATU.COM- Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Mizan, Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, mendorong para santri untuk berani menghadapi tantangan masa depan. Santri dinilai tidak cukup hanya memiliki pengetahuan agama, tetapi juga perlu membangun karakter, optimisme, dan keberanian mengambil peran di tengah masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Spiritual Motivation bertajuk “Pesona Generasi Al-Mizan Hiasi Langit Nusantara” yang diikuti ratusan santri dan santriwati di Gedung Pendopo Pondok Pesantren Al-Mizan, Jumat (4/9/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan motivator sekaligus Master of Ceremony (MC) kenegaraan, Heppy Chandrayana. Para santri diajak membangun keyakinan diri dan tidak menjadikan status sebagai santri sebagai penghalang untuk meraih kesuksesan.
Heppy menekankan pentingnya keberanian melangkah dan optimisme dalam menentukan masa depan. Kesuksesan, menurutnya, tidak datang secara instan, tetapi dibangun melalui proses, kerja keras, dan keberanian mengambil setiap kesempatan.
Pengasuh sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Al-Mizan KH Maman Imanulhaq mengatakan, pembekalan motivasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW keluarga besar Al-Mizan.
“Kita ingin anak-anak sekolah mendapatkan pola Maulid Nabi atau ceramah yang berbeda. Bukan hanya keagamaan, tetapi lebih kepada motivasi bagaimana karakter Nabi Muhammad dihadirkan secara interaktif dan juga fun,” ujar KH Maman.
Menurut KH Maman, pendekatan tersebut dipilih agar nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW tidak berhenti pada penyampaian materi keagamaan. Nilai tersebut diharapkan dapat diterjemahkan menjadi karakter dan sikap yang relevan dengan kehidupan generasi muda.
Rangkaian Maulid Nabi Al-Mizan sebelumnya telah digelar di sejumlah lembaga dan tempat para santri, termasuk di Cirebon, Purwakarta, dan Bogor. Puncak kegiatan dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Mizan, Jatiwangi.
Pada malam harinya, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan kitab Barzanji dan ceramah keagamaan. Agenda tersebut dijadwalkan menghadirkan Abuya Muhyiddin dari Sumedang dan Gus Heru dari Tambakberas, Jombang.
Sekitar 3.000 jemaah diperkirakan menghadiri kegiatan malam tersebut. Mereka berasal dari sejumlah daerah, di antaranya Majalengka, Cirebon, Indramayu, Sumedang, Bandung, Purwokerto hingga Jombang.
KH Maman mengatakan rangkaian kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat silaturahmi keluarga besar pesantren dari berbagai daerah.
“Alhamdulillah pada hari ini Keluarga Besar Al-Mizan mengadakan puncak acara Maulid Nabi Muhammad SAW,” kata KH Maman.
Di tengah berbagai persoalan nasional, KH Maman menilai generasi muda perlu memiliki optimisme agar tidak mudah kehilangan harapan. Santri juga diharapkan mampu melihat tantangan sebagai ruang untuk berkembang dan memberikan kontribusi.
“Berdasarkan persoalan nasional, kita ingin mengatakan bahwa optimisme harus terus dibangun. Optimisme adalah sebuah harapan yang dimiliki oleh Al-Mizan sehingga kita bisa terus maju mencintai Indonesia,” tuturnya.
Ia berharap para santri Al-Mizan kelak tidak hanya dikenal karena kemampuan keagamaannya. Mereka juga diharapkan memiliki karakter kuat, kepedulian terhadap masyarakat, serta keberanian mengambil peran dalam kehidupan berbangsa.
Bagi Al-Mizan, semangat Maulid Nabi menjadi momentum untuk menghadirkan kembali keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan generasi muda. Nilai tersebut diterjemahkan dalam bentuk optimisme, keberanian, kepedulian, dan semangat untuk terus maju menghadapi tantangan masa depan. (eko/arf)