JAVASATU.COM- SMK Al-Karimi Gresik membekali siswa dengan keterampilan menjadi konten kreator melalui kegiatan pengembangan kompetensi bertema “Eksplore dan Capture The Moment”. Kegiatan tersebut digelar di Aula Ummu Kultsum Pondok Pesantren Al-Karimi, Tebuwung, Kecamatan Dukun, Gresik.

Pembekalan ini tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis membuat dan mengunggah konten. Siswa juga diarahkan mampu mengabadikan momen, mengolah informasi, serta menyampaikan gagasan melalui media digital secara positif, kreatif, dan beretika.
Kepala SMK Al-Karimi Gresik Hilmatul Rosyidah mengatakan perkembangan dunia digital menuntut siswa memiliki kemampuan membuat konten sekaligus memahami tanggung jawab atas informasi yang disebarkan.
“Saat ini dunia digital berkembang sangat cepat dan pesat. Menjadi konten kreator bukan sekadar soal membuat rekaman atau mengunggah, melainkan kemampuan untuk menjelajah hal-hal baik, mengabadikan momen berharga, dan menyampaikannya dengan pesan yang mendidik, membangun, serta menjunjung tinggi nilai kebenaran dan kebaikan,” kata Hilmatul, Sabtu (5/9/2025).
Menurut Hilmatul, tema kegiatan tersebut mengajak siswa lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan mampu melihat berbagai hal positif yang dapat diolah menjadi karya digital.
“Kami berharap melalui kegiatan ini siswa SMK dan unit pendidikan lainnya tidak hanya mahir dalam keterampilan teknis pembuatan konten, tetapi juga memahami tanggung jawab besar bahwa apa yang kita buat dan sebarkan haruslah sesuatu yang menambah ilmu,” ujarnya.
Hilmatul juga mendorong siswa menghasilkan konten yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat serta membawa nama baik sekolah dan keluarga.
“Jadilah konten kreator yang menjadi cahaya, yang karyanya membawa berkah, menginspirasi, dan membanggakan sekolah, keluarga serta masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, narasumber kegiatan Achmad Nashruddin alias Adek menjelaskan, kemampuan menjadi konten kreator dimulai dari kepekaan melihat berbagai hal positif di lingkungan sekitar.
“Hal yang bisa kita eksplor adalah bagaimana kita menjelajahi hal-hal baik di sekitar kita, mengabadikannya, lalu menyampaikannya kepada orang lain dengan cara yang indah, benar, dan bermanfaat,” kata Adek.
Ia memberikan sejumlah tips kepada siswa, antara lain memilih konten yang bernilai dan positif, merencanakan materi dengan baik, serta memahami teknik mengabadikan momen.
“Capture the moment artinya kita harus peka melihat hal berharga di sekeliling kita,” jelasnya.
Adek menekankan pentingnya penggunaan bahasa yang baik, santun, mudah dipahami, serta penyampaian informasi secara jujur. Menurutnya, keberhasilan seorang konten kreator tidak semata diukur dari jumlah penonton atau popularitas.
“Menjadi konten kreator bukan sekadar terkenal atau banyak penonton, tetapi menjadi saluran kebaikan. Melalui karya kalian, ilmu bisa tersebar, persaudaraan makin erat, dan nama baik sekolah serta keluarga bisa terangkat,” tuturnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pengasuh Pondok Pesantren Al-Karimi KH Abdul Muhshi dan delegasi unit pendidikan serta tim media se-Yayasan Pondok Pesantren Al-Karimi.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan penyusunan rencana tindak lanjut (RTL) sebagai upaya menerapkan keterampilan yang telah diperoleh siswa dalam pembuatan konten digital. (hoo/arf)