JAVASATU.COM- Rekaman kamera pengawas atau CCTV menjadi salah satu petunjuk polisi dalam mengungkap rangkaian peristiwa seorang mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) berinisial RR (19) yang jatuh dari gedung Fakultas Pertanian UB, Jalan Veteran, Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Kamis (10/9/2026).

Dari hasil pemeriksaan rekaman CCTV, RR diketahui masuk ke gedung Fakultas Pertanian sekitar pukul 08.26 WIB. Mahasiswa Fakultas Kedokteran semester 3 itu kemudian terlihat bergerak menuju area jendela di lantai 6.
Sekitar 24 menit kemudian, tepatnya pukul 08.50 WIB, seorang staf berinisial DST (48) yang berada di lantai pertama mendengar suara benda jatuh dari arah luar gedung.
DST kemudian mengecek area parkir dan mendapati RR telah berada di bawah gedung dalam kondisi mengalami luka. Sebelum mencapai area parkir, tubuh korban sempat mengenai kendaraan yang sedang terparkir.
Kasihumas Polresta Malang Kota Ipda Lukman Sobhikin mengatakan, polisi bergerak setelah menerima laporan adanya dugaan percobaan bunuh diri di gedung Fakultas Pertanian UB.
“Setelah menerima laporan, anggota Polsek Lowokwaru langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan TKP dan melakukan pemeriksaan bersama Inafis,” kata Lukman.
Petugas Polsek Lowokwaru bersama tim Inafis Polresta Malang Kota kemudian melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Area parkir diamankan dan dipasang garis polisi. Polisi juga memeriksa jendela lantai 6 yang menjadi bagian dari lokasi kejadian.
Saat ditemukan, RR masih dalam kondisi hidup. Petugas kemudian mengevakuasi korban ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk mendapatkan penanganan medis.
“Korban masih dalam penanganan medis dan belum bisa dimintai keterangan. Polisi masih melakukan pendalaman berdasarkan hasil olah TKP, keterangan saksi, dan rekaman CCTV,” jelas Lukman.
RR diketahui merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran UB semester 3. Ia tercatat lahir di Medan dan berdomisili di Cikeas Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
Polisi hingga kini masih mendalami penyebab dan rangkaian lengkap peristiwa tersebut. Selain memeriksa rekaman CCTV, penyidik mengumpulkan keterangan saksi dan hasil olah tempat kejadian perkara.
“Tujuan utama kami memastikan korban segera mendapat pertolongan dan mengungkap secara jelas rangkaian peristiwa berdasarkan fakta di lapangan,” pungkas Lukman. (dop/arf)