Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Apa itu Angina Pictoris? Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Sudasir Al Ayyubi by Sudasir Al Ayyubi
24 Februari 2021
0

Javasatu,Gresik- Angina Pictoris atau masyarakat sering menyebut Angin Duduk, ini penjelasan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, dr Ummi Khoiroh. (Foto: Sudasir Al Ayyubi/Javasatu.com)

Kepala Dinas Kesehatan Gresik, dr Saifudin Ghozali melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr Ummi Khoiroh menjelaskan, serangan jantung atau angin duduk disebabkan karena aliran oksigen ke jantung berkurang akibat darah yang terlalu kental.

“Darah yang mengental tersebut di sebabkan karena adanya kolesterol yang tinggi dalam darah yang di sebabkan karena pola makan yang tidak sehat, serta kurang olahraga” tutur dr Ummi, Senin (22/2/2021).

dr Ummi menjelaskan, sejumlah penyebab seperti, pola makan yang tidak sehat, makan makanan yang kurang mengandung serat (sayur dan buah) sering mengkonsumsi makanan instan (junk food) serta mengandung banyak perasa.

“Sedangkan Angina Pectoris, orang-orang kita dulu biasa menyebutnya sebagai penyakit angin duduk. Angina Pectoris gejalanya memang mirip masuk angin biasa, hanya sedikit berat, tak mengherankan, penyakit ini cenderung di sepelekan, masuk angin yang satu ini ternyata bukanlah masuk angin biasa” papar dr Ummi.

Menurut dr Ummi, yang biasa disebut angin duduk sesungguhnya adalah salah satu gejala penyakit jantung koroner, yang jika tidak segera ditangani penderitanya bisa langsung meninggal hanya dalam waktu 15-30 menit setelah serangan pertama.

“Keluhan biasanya nyeri di dada bagian atas, nyeri pada bahu sampai lengan serta tubuh menjadi lemas dan nyeri pada seluruh tubuh” terang dr Ummi.

Selanjutnya, dikatakan dr Ummi, penanganan pertama atau sementara, minum air hangat, minum obat pengencer darah atau penurun kolesterol periksa ke dokter sesegera mungkin.

Masih kata dr Ummi, bila nyeri dada sudah sering muncul maka akan di lakukan pemasangan ring atau bypass pada jantung artinya sudah kronis.

Ummi mengungkapkan, perbedaan serangan jantung dengan angin duduk adalah kondisi jantung yang sudah mulai protes karena kekurangan oksigen, penyakit angina pectoris dalam bahasa medis (angin duduk) itu sendiri berupa perasaan tidak nyaman berkepanjangan yang terjadi lebih dari 5 menit, akibat menurunnya tekanan darah yang memompa jantung.

“Akibatnya jantung membutuhkan banyak oksigen, karena jantung tidak bisa memompa dengan sempurna, maka pembuluh darah mengadakan reaksi pemulihan berupa kontraksi guna mencukupi pengisian oksigen pada pompa jantung tadi, kontraksi itulah yang menimbulkan keringat dingin pada kulit. Sedangkan serangan jantung itu lebih fatal lagi bahkan bisa berakibat kematian” ungkap Ummi.

dr Ummi imbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan dengan cara konsumsi makanan sehat dan rajin olahraga terutama di masa pandemi. (Bas/Arf)

Previous Post

Puluhan Mobil Gadaian Disita Polisi Malang

Next Post

Puluhan Mobil yang Digelapkan di Malang Satu Pelaku Sudah Ditahan

Related Posts

Klinik Annahdlah Dukun Gresik Layani Prolanis dan Pap Smear Gratis
Kesehatan

Klinik Annahdlah Dukun Gresik Layani Prolanis dan Pap Smear Gratis

14 Oktober 2026
Wabup Kediri Apresiasi Layanan Terapi EECP di Pare
Kesehatan

Wabup Kediri Apresiasi Layanan Terapi EECP di Pare

28 September 2026
PKK dan Dinkes Batu Edukasi Siswi SMP Cegah Stunting dan Pernikahan Dini
Kesehatan

PKK dan Dinkes Batu Edukasi Siswi SMP Cegah Stunting dan Pernikahan Dini

23 September 2026
Philips Future Health Index 2026: AI Tingkatkan Layanan Kesehatan, Kesiapan Masih Jadi Tantangan
Kesehatan

Philips Future Health Index 2026: AI Tingkatkan Layanan Kesehatan, Kesiapan Masih Jadi Tantangan

1 September 2026
PKG Gresik Capai 28,8 Persen, Targetkan 46 Persen hingga Desember 2026
Kesehatan

PKG Gresik Capai 28,8 Persen, Targetkan 46 Persen hingga Desember 2026

19 Agustus 2026
JKN Aktif di Kabupaten Malang Baru 66,44 Persen, Dewan Soroti Kematian Bayi
Kesehatan

JKN Aktif di Kabupaten Malang Baru 66,44 Persen, Dewan Soroti Kematian Bayi

18 Agustus 2026
Next Post
Puluhan Mobil yang Digelapkan di Malang Satu Pelaku Sudah Ditahan

Puluhan Mobil yang Digelapkan di Malang Satu Pelaku Sudah Ditahan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Atlet Taekwondo Indonesia Balqis Nur Afiati Raih Emas di Qatar
  • Peringatan Hari Santri di Dukun, Diingatkan Jaga NKRI
  • OPINI: Epistemologi Pesantren dan Visi Indonesia Emas 2045
  • Majalengka Creative Festival 2026 Dorong UMKM Lokal Naik Kelas
  • Gresik Jadi Tuan Rumah Perdana Workshop Pasar Modal Syariah 2026
  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com