email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Minggu, 15 Februari 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Perempuan Bangsa Tebar Ribuan Takjil Se-Gresik

by Sudasir Al Ayyubi
23 April 2021

Javasatu,Gresik- Dalam rangka Bakti Kartini Untuk Negeri, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perempuan Bangsa (PB) Kabupaten Gresik menggelar bagi takjil di seluruh kecamatan se-kabupaten Gresik.

Perempuan Bangsa twbar ribuan takjil se Kabupaten Gresik. (Foto: Istimewa)

Sebanyak 2.700 paket takjil dibagikan oleh para kader PB yang berkebaya di masing-masing kecamatan kepada pengguna jalan menjelang waktu berbuka puasa.

Ketua DPC PB Kabupaten Gresik H. Ufiq Zuroidah, SE menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar di momen peringatan hari Kartini tahun 2021.

Menurut wanita yang akrab dipanggil Ufiq, peran perempuan sangat strategis dalam pembuatan kebijakan.

ADVERTISEMENT

“Kami perempuan bangsa ingin memastikan bahwa kiprah perempuan juga di perencanaan kebijakan yang berpihak, bukan sebatas aksi sporadis yang kurang membangun sistem,” jelasnya.

Anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Timur yang juga istri dari ketua DPRD Gresik H. Much. Abdul Qodir ditemani oleh jajaran pengurus tampak menggunakan kebaya dan batik membagikan paket takjil kepada pengguna jalan menjelang waktu berbuka puasa.

Perempuan Bangsa Serukan Perlindungan Kelompok Rentan Bencana

Ketua DPC PB Kabupaten Gresik H. Ufiq Zuroidah, SE (baju warna hijau). (Foto: Istimewa)

Usai bagikan takjil, Ufiq menjelaskan pentingnya perhatian khusus pemerintah kepada lansia sebagai bagian dari kelompok rentan saat bencana tiba.

BacaJuga :

Faifood Gresik Hadir, Olahan Kambing Tanpa Bau dan Ramah di Kantong

PKDI Gresik Dilantik, Wabup Alif Tekankan Sinergi Desa

“Sebab dari berbagai bencana yang terjadi, baik itu bencana alam, bencana sosial dan juga bencana kegagalan teknologi, kelompok tersebut rentan menjadi korban,” jelasnya.

Hal tersebut, menurut Ufiq dapat terlihat dari berbagai data bencana yang telah terjadi. Sebagai contoh gempa Lombok, jumlah pengungsi perempuan tembus hingga angka 173.236 orang, dan di Lombok Timur ada 136 Bumil yang juga mengungsi. Selain 1991 Balita dan 2641 anak-anak (Voaindonesia.co., 14 Agustus 2018).

Sementara Gempa di Jatim, berdasarkan data BPBD Jatim, korban meninggal dunia sejumlah 10 orang, 9 di antaranya Lansia (di Lumajang, Blitar dan Kab. Malang).

Selain itu, masih menurut Ufiq, pengungsi konflik sosial Sampang di Jemundo Sidoarjo juga didominasi perempuan dan anak-anak.

Lalu, bencana sosial aksi kelompok radikal ekstrem (termasuk di Surabaya dan Sidoarjo beberapa waktu lalu), menyertakan perempuan dan anak sebagai pelaku aktif.

Hal serupa juga terjadi bencana kegagalan teknologi seperti kasus Lapindo Sidoarjo, perempuan, lansia dan difabel menjadi korban.

“Merekalah yang paling berisiko mengalami masalah ketika bencana terjadi, baik menjadi korban saat bencana maupun bermasalah selama di pengungsian. Negara harus hadir dengan memastikan bahwa mereka yang menjadi korban harus mendapat perlakuan khusus karena kerentanannya. Lebih penting lagi, mencegah mereka menjadi korban dengan menguatkan ketangguhan mereka dan keluarga dengan anggota keluarga rentan untuk menghadapi bencana,” ungkapnya.

Ufiq kemudian menyinggung soal program Keluarga Tangguh Bencana. Menurutnya, program tersebut bagian dari ikhtiar mengurangi resiko bencana asal dilaksanakan dengan maksimal dengan cara menggeser paradigma yang digunakan. Kelompok rentan bencana tidak lagi menjadi obyek yang perlu diselamatkan namun kelompok rentan bencana harus menjadi subjek yang perlu diedukasi untuk menjadi Tangguh bencana.

“Dalam konteks gerakan radikal ekstrem-pun, perempuan dan anak-anak harus mendapat proteksi lebih agar tak menjadi tameng dan korban,” imbuhnya.

Melihat begitu besarnya potensi resiko kelompok rentan bencana tersebut, PB Kabupaten Gresik menilai pemerintah dan stakeholder lainnya belum maksimal dalam memberikan afirmasi menghadapi bencana.

Sebab itu, PB bertekad menjadikan kelompok rentan bencana menjadi isu di pemerintahan daerah, khususnya Provinsi Jawa Timur.

“PB Gresik dan PB Jatim juga hendak serius mengawal soal-soal ketahanan keluarga ini, termasuk di isu bencana alam, bencana konflik sosial, bencana konflik sumber daya alam dan bencana kegagalan teknologi,” pungkasnya.

Pantauan di lapangan, kegiatan bagi takjil ini bervariasi modelnya. Di kecamatan Duduk Sampeyan dimulai diskusi dulu sebelum pembagian takjil, di kecamatan cerme PB mengandeng pengurus MWC NU, di Kecamatan Manyar dikemas dalam acara safari Ramadan serta di beberapa kecamatan lainnya yang berbeda lagi. (Bas/Arf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: DPC Perempuan Bangsa GresikPKB GresikRamadanTakjil
ADVERTISEMENT

Comments 3

  1. Ping-balik: Bupati Teluk Wondama Ingin Perempuan Terlibat dalam Pembangunan Daerah - Imperium Daily
  2. Ping-balik: Bupati Teluk Wondama Ingin Perempuan Terlibat dalam Pembangunan Daerah - Nusa Daily
  3. Ping-balik: Bupati Teluk Wondama Ingin Perempuan Terlibat dalam Pembangunan Daerah - Beritaloka

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Reconcile Rilis EP Left Me Lost, Angkat Tema Kehilangan dan Krisis Arah Hidup

Trisouls Bawa Nuansa 90-an di “Sementara atau Selamanya”

Faifood Gresik Hadir, Olahan Kambing Tanpa Bau dan Ramah di Kantong

PKDI Gresik Dilantik, Wabup Alif Tekankan Sinergi Desa

Zia’ul Haq: Kalau Sidang Musorkablub Fair, Saya Tak Akan Naik Meja

Musrenbang Anak 2026 Gresik, Suara Anak Jadi Program Nyata di APBD

Darmadi Terpilih Jadi Ketua KONI Kabupaten Malang 2026-2028

SPPG Bedilan Resmi Beroperasi, Perluas Layanan Gizi bagi Warga Gresik

Gotong Royong TNI dan Warga Blora Wujudkan Jalan Rabat Beton

Buron Setahun, Pelaku Curanmor di Wonosari Akhirnya Ditangkap Polisi

Prev Next

POPULER HARI INI

Yayasan Diduga Lakukan Kecurangan, Warga Demo SPPG Bandar Lor Kediri

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Pemilihan Ketua KONI Kabupaten Malang Memanas, Calon Naik Meja Protes Aklamasi

MA An Nur Bululawang Launching Angkatan GLORIUS

PERADI Malang Bekali Advokat Hadapi Prosedur Baru

BERITA LAINNYA

Reconcile Rilis EP Left Me Lost, Angkat Tema Kehilangan dan Krisis Arah Hidup

Trisouls Bawa Nuansa 90-an di “Sementara atau Selamanya”

Gotong Royong TNI dan Warga Blora Wujudkan Jalan Rabat Beton

SeaBank: Gaya Hidup Anak Muda 2026, Nikmati Hidup Uang Tetap Aman

Alun-alun Wonosobo Dibersihkan Kodim dan Pemda Dukung ASRI

Yayasan Diduga Lakukan Kecurangan, Warga Demo SPPG Bandar Lor Kediri

IPJI Tetapkan Pengurus DPP 2025–2030, Fokus Legalitas dan Digitalisasi Organisasi

Analis: Kapolri Layak Terima Bintang Mahaputera, Dinilai Berperan Aktif Wujudkan Asta Cita dan MBG

Ramp Check Jelang Imlek 2026, Pemkot Kediri Pastikan Bus AKAP-AKDP Laik Jalan

DPRD Kota Kediri Soroti Pengawasan Proyek Strategis bersama Paguyuban Saroja

Prev Next

POPULER MINGGU INI

DPRD Kabupaten Malang Tantang DPKPCK Tunjukkan Legalitas Syarat Tambahan Site Plan

Kadispora Kabupaten Malang Buka Suara Terkait Penggeledahan Kejaksaan

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Sejumlah Cabor Keluhkan Anggaran Minim, Dukung Darmadi Pimpin KONI Kabupaten Malang

Pelatih Muda Malang Raya Digembleng Pelatih Nasional

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved