JAVASATU.COM- Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) melalui Bakorwil III Malang resmi melakukan soft launching program VESTAWIL.ID (Investasi Akhirat Bakorwil III Malang.Indonesia) di Gedung Bakorwil III Malang, Jumat (17/4/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong ekonomi hijau berbasis kolaborasi lintas sektor di Jawa Timur.

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peringatan Hari Keris Nasional 2026, World Creativity and Innovation Day 2026, serta Hari Bumi Sedunia 2026. Program ini dirancang dengan konsep tiga pilar utama, yakni ekologi, ekonomi, dan ekosistem pembangunan berkelanjutan.
Kepala Bakorwil III Malang, Asep Kusdinar, mengatakan VESTAWIL merupakan gerakan kolaboratif terbuka yang melibatkan berbagai pihak dengan pembagian peran sesuai kapasitas masing-masing.
“Ini sebenarnya cenderung sosial, tapi kita punya tiga pilar yang dijalankan. Intinya investasi akhirat wilayah, tapi ini terbuka untuk semua sektor. Siapa pun bisa terlibat, tinggal berbagi peran,” ujar Asep Kusdinar.

Asep menjelaskan, pilar ekologi difokuskan pada penanaman pohon untuk menjaga lingkungan, menyerap karbon, serta memperbaiki kualitas udara. Sementara pilar ekonomi dikembangkan melalui pohon produktif berbasis MPTS (Multi Purpose Tree Species) yang dapat menghasilkan nilai ekonomi dari buah.
“Pohon yang ditanam bukan hanya untuk oksigen dan konservasi, tapi juga ada nilai ekonominya. Ada pohon buah yang bisa dipanen sehingga masyarakat juga mendapatkan manfaat ekonomi,” jelasnya.
Adapun pilar ekosistem dibangun melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, hingga pesantren untuk memperkuat pembangunan berbasis komunitas lokal.
Sementara itu, Pembina VESTAWIL.ID, Prof. M. Bisri, menilai program ini sebagai inovasi yang menggabungkan aspek lingkungan dan ekonomi secara konkret.
“Ini ide yang bagus. Biasanya orang menanam pohon hanya untuk konservasi, tapi di sini ada nilai ekonomi juga. Selain untuk oksigen dan mencegah erosi, juga bisa menghasilkan buah yang bermanfaat,” ujar Prof. Bisri.
Ia menegaskan, tantangan utama program ini terletak pada implementasi agar konsep tersebut benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Menjaga ide ini menjadi realitas itu butuh perjuangan ekstra,” tambahnya.

Program VESTAWIL.ID akan dijalankan dalam periode 2026–2030 dengan target menjadikan wilayah Bakorwil III Malang sebagai pusat gerakan ekonomi hijau di Jawa Timur.
Wilayah cakupan program ini meliputi sembilan daerah, yakni Kota Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Kota Pasuruan, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota Blitar, dan Kabupaten Blitar.
Pada tahap awal, program ini akan dimulai sebagai pilot project di tiga desa di Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, yaitu Desa Pandanajeng, Desa Tanggung, dan Desa Gunungsari. (saf)