email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Minggu, 30 November 2025
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Sekelumit Kisah Siti Fatimah binti Maimun Leran Gresik di Haul ke-939

by Sudasir Al Ayyubi
28 Mei 2021

Javasatu,Gresik- Inilah sekelumit kisah makam panjang Siti Fatimah binti Maimun yang berada di Dusun/Desa Leran Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik.

Areal makam Siti Fatimah binti Maimun di Leran Manyar Gresik. (Foto: Istimewa)

Diceritakan Ainur Rofi’ah Juru Kunci Makam, Siti Fatimah binti Maimun datang ke tanah Jawa atas perintah Syekh Maulana Malik Ibrahim untuk menyebarkan agama Islam.

Menurutnya, bukan Siti Fatimah yang datang terlebih dulu ke tanah Jawa, melainkan Syekh Maulana Malik Ibrahim. Syekh Maulana Malik menginjakkan kaki di tanah Jawa sekitar tahun 1079-1080 masehi, sedangkan Siti Fatimah menyusul kemudian pada tahun 1081 masehi. Saat datang ke tanah Jawa, Siti Fatimah binti Maimun masih usia 16 tahun.

“Kedatangan Nyai Siti Fatimah sendiri dimaksudkan untuk menyebarkan agama Islam lewat jalur perkawinan. Kala itu, Syekh Maulana Malik Ibrahim berniat mengawinkan Nyai Siti Fatimah dengan seorang Brawijaya Karena pada awalnya Syekh Maulana Malik mengalami kesulitan untuk menyebarkan Islam di tengah masyarakat yang masih kuat dipengaruhi Hindu Budha” jelas Ainur Rofiah, Kamis (27/5/2021).

Seperti diungkapkan Juru Kunci, konon Nyai Siti Fatimah datang ke Jawa tidak sendiri, ia ditemani ayah dan ibu, beserta rombongan yang terdiri dari kerabat dan pengikut Siti Fatimah binti Maimun atau Sultan Mahmud Syah Alam.

“Namun, sebelum misi tersebut terlaksana, Siti Fatimah terlebih dulu wafat akibat wabah penyakit yang menyerang daerah Leran dan sekitarnya kala itu. Siti Fatimah wafat pada 7 Rajab 475 Hijriah (2 Desember 1082 masehi) atau saat masih berusia 18 tahun, beserta 4 dayang lainnya” tutur Juru Kunci.

Ainur Rofiah mengatakan, tanggal 15 Syawal atau 15 hari setelah hari raya Idul Fitri ditetapkan sebagai haul Siti Fatimah binti maimun.

BacaJuga :

KSPPS NU Dukun Susun RAPB 2026, Aset Diproyeksi Rp 40 Miliar

Hotel Santika Gresik Bersih-Bersih Sunan Giri Sambut Anniversary ke-7

“Tanggal itu diambil dari ditemukannya makam tersebut. Makam Siti Fatimah binti Maimun baru ditemukan 4 abad setelah tahun wafatnya” ungkap dia.

Juru kunci makam Siti Maimun sendiri dijabat secara turun-temurun. Ainur telah tinggal di kawasan tersebut sejak 40 tahun silam.

Kondisi makam Siti Fatimah masih cukup terawat. Selain kebersihan area makam yang terjaga, keaslian bangunan makam juga benar-benar diperhatikan.

“Kita bisa meneladani perjuangan para pendahulu yang menyebarkan Islam di tanah Jawa, tak terkecuali dari sosok Siti Fatimah. Keikhlasan Siti Fatimah inti Maimun merelakan dirinya untuk dinikahkan dengan raja Budha demi tersebarnya agama Islam sungguh sebuah pengorbanan yang luar biasa” pungkas Ainur.

Haul Ke-939 Makam Panjang Fatimah binti Maimun

Dan, peringatan haul-ke 939 makam panjang Siti Fatimah binti Maimun yang berlokasi di Dusun/Desa Leran Kecamatan Manyar Gresik dihadiri oleh Forkopimda Gresik dan kecamatan serta desa setempat.

Nampak hadir, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wabup GResik Aminatun Habibah, Camat Manyar M Nadlelah, Kades Leran Abd Manan bersama sejumlah tokoh masyarakat setempat, Kamis (26/5/2021).

Di tempat itu, Gus Yani sapan akrab Bupati Gresik menuturkan, bagi sebagian besar masyarakat muslim di Pulau Jawa, terutama yang menetap di sekitar wilayah Gresik, Jawa Timur, mungkin sudah tidak asing dengan nama Nyai Siti Fatimah binti Maimun.

“Iya di Desa Leran Manyar Gresik ini. Nyai Fatimah binti Maimun memiliki cerita dan sejarah yang sangat panjang terkait penyebaran agama Islam di tanah Jawa” tutur Yani, Kamis (26/5/2021).

Sementara Wabup Gresik memaparkan terkait bangunan yang ada di makam tersebut.

“Di makam ada sebuah cungkup persegi dengan luas sekitar 4×6 meter dan tinggi 16 meter. Cungkup makam Siti Fatimah binti Maimun menyerupai sebuah candi pada masa Hindu-Budha” papar Bu Min sapaan akrab Wabup Gresik.

Selain itu, imbuh Bu min, di dalam cungkup juga terdapat makam 4 orang lainnya, yakni Putri Seruni, Putri Keling, Putri Kucing, dan Putri Kamboja.

“Mereka adalah dayang dari Siti Fatimah binti Maimun. Sedangkan di luar cungkup, terdapat beberapa makam kerabat Siti Fatimah yang konon turut mengantar Siti Fatimah menyebarkan Islam di tanah Jawa” urai dia. (Bas/Saf)

Bagikan ini:

  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: CultureDesa LeranForkopimda GresikMakam Siti Fatimah Binti Maimun

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Rayakan 20 Tahun Keris diakui UNESCO, Irjen Pol (Purn) Guntur Usung Tema Keris Kamardikan

Menteri Imipas Tinjau Lahan Kantor Imigrasi Blora, Akan Libatkan Kontraktor Lokal

Dua Menteri Panen Cabai di Blora, Bupati Arief Angkat Potensi Pertanian Lokal

Musim Hujan, Rumah Jadi Destinasi Staycation Paling Nyaman

KSPPS NU Dukun Susun RAPB 2026, Aset Diproyeksi Rp 40 Miliar

Drummer 13 Tahun Asal Malang Rilis Single Perdana ‘Speak Up’

Diklat GRIB Jaya Malang Tekankan Kepedulian Sosial dan Respon Cepat untuk Warga

Polres Jepara Sosialisasi Operasi Zebra Candi dan Layanan Pajak Kendaraan

Hotel Santika Gresik Bersih-Bersih Sunan Giri Sambut Anniversary ke-7

TK di Depok Ajak Anak Tanam Pohon Hadapi Krisis RTH dan Alih Fungsi Lahan

Prev Next

POPULER HARI INI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Rayakan 20 Tahun Keris diakui UNESCO, Irjen Pol (Purn) Guntur Usung Tema Keris Kamardikan

Empat Bulan Ditempa, 1.621 Prabhatar Resmi Dilantik di Akmil Magelang

Polres Jepara Sosialisasi Operasi Zebra Candi dan Layanan Pajak Kendaraan

Muslimat NU Dukun Tunjukkan Kesolidan Lewat Pengajian Rutin

BERITA LAINNYA

Rayakan 20 Tahun Keris diakui UNESCO, Irjen Pol (Purn) Guntur Usung Tema Keris Kamardikan

Menteri Imipas Tinjau Lahan Kantor Imigrasi Blora, Akan Libatkan Kontraktor Lokal

Dua Menteri Panen Cabai di Blora, Bupati Arief Angkat Potensi Pertanian Lokal

Musim Hujan, Rumah Jadi Destinasi Staycation Paling Nyaman

Polres Jepara Sosialisasi Operasi Zebra Candi dan Layanan Pajak Kendaraan

TK di Depok Ajak Anak Tanam Pohon Hadapi Krisis RTH dan Alih Fungsi Lahan

Pengamat: Penugasan Polisi Aktif di Kemenimipas Sesuai Konstitusi

Jescara Resmi Debut, Rilis Single Perdana ‘Maafkan Aku’ di Akhir 2025

Kodim Blora Latihan Pengendalian Massa, Perkuat Kesiapsiagaan Keamanan

Mahasiswa Unira Malang Belajar Strategi Bisnis Syariah ke BMT Sidogiri

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Pengawas MA Gresik Sampaikan Surat Terbuka ke Presiden Prabowo, Minta Keadilan Bantuan Madrasah

Blitar Ekraf Kolaborart Festival 2025: Tunjukkan Kreativitasmu, Mari Gabung

Berburu Rumah Baru Lebih Hemat! BRI Hadirkan Promo Besar di REI Property Expo 2025

DPRD Kabupaten Malang Soroti Kebutuhan Guru dan Pendidikan di Hari Guru Nasional 2025

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2025 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2025 Javasatu. All Right Reserved