email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Kamis, 23 April 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

50 Hari Lebih Pascagempa Cianjur, Kondisi Penyintas Memprihatinkan: Tinggal di Tenda Darurat, Kesulitan Air Bersih

by Yondi Ari
17 Januari 2023

JAVASATU.COM- Gempa magnitudo 5,6 yang mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada 21 November 2022 meninggalkan duka yang mendalam. Sebanyak 600 orang dilaporkan meninggal dunia dan 59.889 rumah rusak akibat bencana alam tersebut.

50 Hari Lebih Pascagempa Cianjur, Kondisi Penyintas Memprihatinkan: Tinggal di Tenda Darurat, Kesulitan Air Bersih. (Foto: Humas GUSDURian Peduli)

Sudah 50 hari lebih pascagempa Cianjur terjadi, para penyintas masih bertahan di pengungsian, terutama yang rumahnya rusak berat. Sebagian dari mereka ada yang memilih kembali ke rumahnya dengan mendirikan tenda darurat.

Selain masih bertahan di tenda darurat, kondisi para penyintas gempa Cianjur saat ini kesulitan akses air bersih dan keterbatasan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK). Khususnya di Kampung Kemang Wetan, Tapos, Cigambreng, dan Mumunggang.

Kondisi tersebut merupakan temuan dari GUSDURian Peduli selama mendampingi penyintas gempa Cianjur sampai itu. Merespon hal itu, GUSDURian Peduli pun berupaya memberikan berbagai bantuan, seperti membangun shelter atau tenda darurat yang layak, pipanisasi dan MCK.

Sampai saat ini, total ada 121 unit shelter di 6 kampung yang sudah dibangun GUSDURian Peduli. Rinciannya, di Kampung Pasir Tunagan 41 unit, Kemang Wetan 11 unit, Buni Pasir 16 unit, Rasid 15 unit, Pawenang 21 unit, dan Tapos 17 unit.

Sementara, untuk jumlah penerima manfaat dari pembangunan shelter ini total sebanyak 600 jiwa. Rinciannya, di Kampung Pasir Tunagan 208 jiwa, Kemang Wetan 50 jiwa, Buni Pasir 84 jiwa, Rasid 100 jiwa, Pawenang 86 jiwa, dan Tapos 72 jiwa.

Koordinator Penanggulangan Bencana GUSDURian Peduli, Wahyu Sugeng Triadi, mengatakan bahwa pembangunan 121 shelter tersebut tidak hanya dilakukan oleh relawan, melainkan juga melibatkan para penyintas gempa Cianjur.

Menurut Wahyu, dilibatkannya para penyintas gempa Cianjur tersebut karena aksi kemanusiaan yang dilakukan GUSDURian Peduli berbasis partisipatif, gotong royong, adaptif dan berkearifan lokal.

Artinya, kata dia, setiap kerja-kerja kemanusian GUSDURian Peduli dalam bencana alam gempa Cianjur ini dilakukan berdasarkan musyawarah dan keputusan bersama dengan para penyintas.

Wahyu mencontohkan salah satu upaya tersebut yakni dengan membentuk Tim Kampung Siaga Bencana di RT 02 Kampung Pasir Tunagan, RT 04/05 Kampung Kemang Wetan, Kampung Buni Pasir, Desa Wangunjaya, Kecamatan Cugenang.

Dibentuknya Tim Kampung Siaga Bencana tersebut, kata dia, bertujuan untuk mengorganisir para penyintas gempa Cianjur agar dapat mengelola tanggap darurat hingga pemulihan secara mandiri.

”Total ada 121 shelter yang telah kita bangun bersama Tim Kampung Siaga Bencana di masing-masing wilayah. Saat ini, sudah dihuni oleh 600 jiwa penyintas gempa Cianjur,” kata Wahyu dalam keterangan tertulisnya.

Selain membangun shelter, lanjut Wahyu, GUSDURian Peduli bersama para penyintas juga gotong royong membersihkan puing-puing bangunan serta membangun pipanisasi di beberapa daerah yang kesulitan air bersih dan fasilitas MCK.

Wahyu mengungkapkan, akses air baku dan MCK sangat dibutuhkan. Hal itu karena banyak akses air bersih yang terganggu setelah gempa Cianjur, juga keterbatasan akses air bersih yang belum memadai, bahkan sebelum gempa.

Saat ini, dia mengatakan baru 2 kampung yang telah dibangun pipanisasi oleh GUSDURian Peduli bersama penyintas gempa Cianjur, yaitu Kampung Buni Pasir dan Kemang Wetan.

”Sampai saat ini, total kurang lebih ada 1.000 jiwa yang telah menerima manfaat dari intervensi GUSDURian Peduli dalam respon gempa Cianjur, baik dari sektor shelter dan AMPL (Air Minum dan Penyehatan Lingkungan),” ungkapnya.

Meski demikian, bantuan berupa shelter dan AMPL itu menurutnya masih kurang memadai, karena beberapa penyintas gempa Cianjur di daerah lain juga mengalami kesulitan air bersih dan belum memadainya fasilitas MCK.

”Untuk pembangunan fasilitas MCK sendiri, GUSDURian Peduli telah membangun di beberapa lokasi, diantaranya seperti di Kampung Rasid, Desa Wangunjaya, Kecamatan Cugenang” ucapnya.

Selain membangun shelter dan pipanisasi, GUSDURian Peduli bersama lembaga dan organisasi lainnya juga memberikan bantuan berupa sembako, makanan, ringan, torren, serta pelayanan medis dan psikososial.

Meski telah mengupayakan berbagi bantuan tersebut, Wahyu mengungkapkan, masih ada sejumlah kebutuhan mendesak para penyintas gempa Cianjur yang belum terpenuhi, diantaranya shelter, pangan, air bersih, MCK, serta alas tidur.

”Yang paling dibutuhkan saat ini shelter, akses air bersih, MCK, dan pangan. Bahkan, kondisi kampung yang sangat minim MCK mengakibatkan penyintas harus berbagi MCK di mushola, atau sampai harus mencuci pakaian di kolam kotor yang terhubung dengan pembuangan dari tempat lain,” ungkapnya.

Selain itu, berdasarkan temuan di lapangan, Wahyu mengungkapkan bahwa juga diperlukan MCK khusus disabilitas dan lansia. Menurutnya, mereka kesulitan mengakses MCK yang tersedia saat ini.

”Ada penyintas gempa Cianjur yang membutuhkan akses MCK ramah disabilitas dan lansia. Kondisi penyintas disabilitas dan lansia tidak dapat berjalan sendiri, sehingga perlu dukungan kursi roda,” tandasnya.

Oleh karena itu, merespon kondisi penyintas gempa Cianjur yang memprihatinkan di tenda darurat, GUSDURian Peduli masih terus membuka donasi dari Orang baik untuk membantu kebutuhan mendesak mereka saat ini.

(Foto: Humas GUSDURian Peduli)

Bagi yang ingin membantu para penyintas gempa Cianjur bisa menyalurkan bantuannya melalui GUSDURian Peduli melalui rekening BCA Cabang Kaliurang di Nomor Rekening – 8610603999 atas nama Yayasan Jaringan Gusdurian Peduli.

BacaJuga :

Laznas Nurul Hayat Bangun 28 Rumah Korban Gempa Bawean

Forum Zakat Gresik Bagikan Daging Kurban kepada Warga Desa Selodingin

Agar mudah diidentifikasi, tambahkan kode O21 di akhir nominal. Contoh; Rp.500.021. Kemudian, bantuan tersebut bisa dikonfirmasi melalui nomor hotline GUSDURian Peduli 0822-9999-1117.

Bagi yang ingin menyumbangkan barang, bisa langsung dikirim ke Pos Respons Gempa Cianjur GUSDURian Peduli di Jl. H. Ir. Juanda, No. 22, Rt.02 Rw. 01, Kelurahan Limbangan Sari, Cianjur, Jawa Barat, 43216 (Sebelah Indomaret).

Untuk koordinasi hubungi Oktaria Indra Jaya 081289791787 atau Muhammad Musthofa 087716912101. Donasi juga bisa disalurkan melalui platform Kitabisa.com di https://kitabisa.com/gdpedulicianjur

Bantuan donatur akan dibelikan berbagai kebutuhan mendesak korban gempa Cianjur, dan didistribusikan terutama ke area yang sulit di jangkau atau masih sangat terbatas mendapatkan bantuan.

Penggunaan donasi dan penyalurannya akan dipublikasikan dari waktu ke waktu melalui media sosial GUSDURian Peduli, twitter: @gusdurianpeduli dan Instagram: @gusdurian.peduli. (*)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Gempa CianjurGUSDURian

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Berkedok Pengobatan, Pria di Gedangan Malang Cabuli Pasien Dibekuk Polisi

TMMD 128 di Mimika, Kampung Keakwa Jadi Prioritas Pembangunan

Pengasuh Pesantren Tebuireng Gus Kikin Ajak Jaga Ukhuwah NU

TMMD ke-128 Gresik Dimulai, Fokus Bedah Rumah hingga Pembangunan Jalan Desa

Hari Bumi, Prof Ahmad Barizi Ajak Kembali pada Tatanan Ilahi demi Selamatkan Alam

ASN Yahukimo Tewas Ditembak OPM di Dekai, TNI-Polri Buru Pelaku

Kalapas Malang Christo Toar Tancap Gas Benahi SDM, Perangi Narkoba dan HP Ilegal

Kasum TNI Diapresiasi Pemerintah Selandia Baru atas Pembebasan Pilot KKB

MUI, BAZNAS dan Rutan Gresik Perkuat Pesantren At-Taubah untuk Warga Binaan

Haji Sulaiman Sayap Mas Rutin Berbagi, dari Sedekah Subuh hingga Bedah Rumah

Prev Next

POPULER HARI INI

DPRD Kabupaten Gresik Awasi Ketat Pembangunan Proyek Jalan

Enggak Usah ke Singapura, Cukup ke RS Saiful Anwar Saja

Hari Bumi, Prof Ahmad Barizi Ajak Kembali pada Tatanan Ilahi demi Selamatkan Alam

ASN Yahukimo Tewas Ditembak OPM di Dekai, TNI-Polri Buru Pelaku

Kalapas Malang Christo Toar Tancap Gas Benahi SDM, Perangi Narkoba dan HP Ilegal

BERITA LAINNYA

TMMD 128 di Mimika, Kampung Keakwa Jadi Prioritas Pembangunan

ASN Yahukimo Tewas Ditembak OPM di Dekai, TNI-Polri Buru Pelaku

Kasum TNI Diapresiasi Pemerintah Selandia Baru atas Pembebasan Pilot KKB

Perwira TNI Jadi Lulusan Terbaik SLC 2026 di Brunei Darussalam

Atlet Muda Taekwondo Indonesia Kalahkan Eropa di Uzbekistan

Analis Apresiasi Gercep Kapolda Banten Tanam Ribuan Pohon Dukung Asta Cita

Wabup Gresik Pimpin IKA Universitas Hang Tuah Surabaya, Perkuat Jejaring Alumni

Perayaan Hari Keris 2026 Trenggalek Meriah, 500 Rampag Barong Pukau Warga

NasDem Kota Malang Ikuti Bimtek Jatim, Perkuat Soliditas dan Kinerja Kader

Hari Jadi ke-27, Lanud Sjamsudin Noor Perkuat Sinergi Dukung Banjarbaru Emas

Prev Next

POPULER MINGGU INI

DPRD Kabupaten Gresik Awasi Ketat Pembangunan Proyek Jalan

Tiga Desa di Kecamatan Manyar Jadi Pilot Project Desa Cantik Gresik 2026

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Keris Presiden Prabowo Dipamerkan di Bakorwil Malang

Enggak Usah ke Singapura, Cukup ke RS Saiful Anwar Saja

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved